Figure  

Milenial Berharap Cawabup Mojokerto Ada Artis: Riza KDI, Lala Widy, Lara Silvy, Icha Karoline, Jihan Audy, Apa Masih Bisa

SURABAYA.Faktanews24- Rencana pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan memilih Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada hari Rabu 27 November 2024. Berbagai pembicaraan mengenai perjalanan menuju Pilkada 2024 itupun terjadi hampir tiap hari di berbagai tempat (tempat elite maupun warkop biasa, red.) dan berbagai daerah serta dilakukan oleh berbagai pihak, juga oleh kalangan milenial yang diantaranya berbaur dengan kalangan ‘seniornya’.

Begitupun kemarin, sejumlah kalangan milenial bersama seniornya gayeng berdiskusi mengenai Pilkada yang untuk jadwal Tahapan Pendaftaran untuk para pasangan calon (paslon) Calon Kepala Daerah (Cakada) dan Calon Wakil Kepala Daerah (Cawakada) akan dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2024 sampai dengan 29 Agustus 2024 atau sekitar 20-an hari lagi.

Salah satunya dalam diskusi terbatas milenial Jatim memiliki harapan ada diantara milenial yang bisa turut menjadi Calon Kepala Daerah maupun Calon Wakil Kepala Daerah, termasuk untuk menjadi Calon Walikota (Cawali) atau Calon Wakil Walikota (Cawawali) di sejumlah kota termasuk Kota Surabaya dan Kota Mojokerto, juga untuk Calon Bupati (Cabup) atau Calon Wakil Bupati (Cawabup) termasuk untuk Pemilihan Bupati (Pilbup) Sidoarjo, Mojokerto, Jombang dan lainnya.

Diantara nama-nama yang disebut memang tidak hanya dari kalangan milenial sendiri, diantaranya ada nama artis senior Ahmad Dhani (Dewa 19) untuk Calon Walikota Surabaya, yang juga merupakan salah satu Calon Anggota Legislatif (Caleg) terpilih dari Partai Gerindra untuk DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim 1 yang meliputi Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Kemudian untuk Cabup Sidoarjo diantaranya ada nama artis senior Arzeti Bilbina yang juga anggota DPR RI Dapil Jatim 1.

Juga disebut sejumlah nama artis dangdut muda, milenial, untuk Pilbup Sidoarjo dan Pilbup Mojokerto untuk menjadi minimal Calon Wakil Bupati. Diantaranya nama artis dangdut Lara Silvy, Lala Widy dan Arlida Putri untuk Calon Wakil Bupati (Cawabup) di Sidoarjo bahkan diantaranya juga dimasukkan Mojokerto karena ada kedekatan dengan Mojokerto. Yang jelas, para artis muda itu telah memiliki jutaan pengikut di media sosial (medsos).

Kemudian untuk Cawabup Mojokerto dari artis dangdut diantaranya disebut nama Riza KDI, Icha Karoline dan Jihan Audy. Para artis muda itu juga telah memiliki jutaan pengikut di medsos. Meskipun para milenial belum tahu mereka akan digandeng oleh Calon Bupati yang mana, namun para milenial berharap ada yang berani mendobrak menggandeng mereka. Juga diyakini bisa memiliki elektabilitas yang tinggi.

“Jika masih memungkinkan, jika masih bisa, saya juga berharap ada artis muda, artis milenial yang bisa menjadi minimal Calon Wakil Bupati untuk di Mojokerto seperti artis Riza KDI, Icha Karoline dan Jihan Audy. Juga artis Lara Silvy yang meskipun dari Sidoarjo tapi memiliki kedekatan Mojokerto. Mereka telah memiliki jutaan pengikut di media sosial,” ungkap salah satu sosok milenial yang enggan disebut namanya, didukung beberapa yang lain.

Terpisah, akademisi Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, Doktor (Dr.) Ahmad Sholikhin Ruslie, S.H., M.H. ketika diminta pendapatnya mengenai peluang generasi muda, milenial, untuk maju di berbagai Pilkada misal sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup), menyatakan bahwa hal tersebut masih sangat terbuka lebar karena belum tertutup jadwal Tahapan Pendaftaran Pasangan Calon (paslon) dimana baru akan dilaksanakan pada tanggal 27 – 29 Agustus 2024. Termasuk untuk peluang Cawabup Mojokerto.

Menurutnya, asalkan ada partai politik (parpol) yang mengusung, dimana untuk saat ini untuk rekomendasi (atau Surat Keputusan pencalonan, red.) dari parpol masih bisa sangat berubah. Bahkan disebutnya kejadian untuk sekelas pusat, sekelas Pemilihan Presiden (Pilpres) juga pernah terjadi ‘insiden’ penggantian Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang terjadi, bahkan hanyalah beberapa jam sebelum pendaftaran. Hal tersebut menimpa Mahfud MD yang pada Pilpres 2019 hampir digandeng untuk Cawapresnya Joko Widodo (Jokowi) akan tetapi tiba-tiba berubah, diganti dengan Ma’ruf Amin.

“Peluang untuk Pilbup, masih terbuka untuk milenial, termasuk untuk Pilbup Mojokerto, Pilbup Sidoarjo maupun yang lain,” tandas Sholikin Ruslie salah satu tokoh NU Jatim yang pernah menjadi anggota DPRD dan peduli Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Jatim, dimana saat ini Ketua Umum DPP APPSI (pusat) Sudaryono menjadi Wakil Menteri Pertanian RI.

Menurutnya parpol besar seperti PKB dan Golkar di Kabupaten Mojokerto harusnya berani mempelopori untuk menampilkan generasi milenial. Apalagi perolehan kursi PKB dan Golkar di DPRD signifikan yaitu sepuluh (10) kursi dan lima (5) kursi. Sebagai catatan diantara lima puluhu kursi DPRD Kabupaten Mojokerto, untuk persebaran perolehan untuk periode 2024 – 2029 adalah PKB (10 kursi), Nasdem (8), PDIP (6), Demokrat (5), Golkar (5), PKS (4), Gerindra (4), PPP (4), PAN (3) dan Perindo (1).

Dirinya malah berharap untuk tiap Pilkada jika memungkinkan agar terdapat minimal tiga (3) pasangan calon (paslon) yang ditetapkan sebagai peserta Pilkada sehingga dengan demikian diharapkan bisa menjadi lebih kondusif jika dibandingkan dengan hanya dua pasangan misal.

Hal kurang lebih sama mengenai Pilkada agar diikuti minimal tiga (3) pasangan calon juga disampaikan Siswahyu Kurniawan SSos penulis buku berjudul Bung Karno Dan Pak Harto, yang juga penulis buku biografi pelawak nasional Asmuni – Srimulat. Siswahyu sepakat dengan Sholikin Ruslie, dengan minimal tiga paslon diharapkan suasana lebih kondusif, serta meminimalisir konflik.

“Jika misal ada hanya dua paslon dalam suatu Pilkada, dikhawatirkan tingkat konflik menjadi lebih keras, dan yang paling terdampak adalah rakyat,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang pernah mendapatkan ‘beasiswa’ Singapura Filipina, Community Development Asian Social Institute (ASI) – Eastern Asia Past Institute (EAPI) Manila, Filipina. Harapannya agar Pilkada yang serentak secara nasional bisa berjalan damai.

Harapan Pilkada serentak agar bisa berjalan lancar dan damai pada beberapa kesempatan juga disampaikan Fahri Hamzah mantan Wakil Ketua DPR RI (yang juga pimpinan Partai Gelora pusat, red.) dan Kaesang Pangarep Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia / PSI (yang sebelumnya untuk posisi ketum dijabat artis Giring Nidji, yang konon akan mendapatkan posisi komisaris, red.). Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 (Sisw).

Sis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *