Opini  

Memanusiakan Manusia: Kunci Menuju Kehidupan yang Bermakna

Faktanews24.com – Pacitan, Dalam derasnya arus modernitas, seringkali kita terlena oleh gemerlap materi dan ambisi meraih puncak kesuksesan. Kekayaan, jabatan, dan kecerdasan luar biasa menjadi tolak ukur kesempurnaan dan keunggulan seseorang. Namun, benarkah hanya itu yang menentukan nilai seorang manusia?

Jika kita menyelami makna hidup yang lebih dalam, akan terungkap bahwa keunggulan sejati terletak pada kemampuan kita untuk memanusiakan manusia. Bukan sekadar menghormati aturan dan tata krama, melainkan menghormati keberadaan dan martabat setiap jiwa yang hidup di bumi ini.

Menjadi manusia yang unggul bukanlah tentang meraih penghargaan dan pujian dunia. Itulah mengapa kita sering menemukan orang-orang sukses yang hidup melarat secara moral dan spiritual. Mereka terjebak dalam lingkaran keserakahan dan keangkuhan, lupa bahwa hidup ini adalah tentang memberi dan menebarkan kebaikan.

Memanusiakan Manusia ilustrasi

Sebaliknya, manusia yang benar-benar unggul adalah yang mampu melihat sesama manusia sebagai makhluk yang sama dengan dirinya, sebagaimana kata ibadah kita bahwa kita semua bersaudara. Mereka menghargai perbedaan, menyayangi yang lemah, dan menularkan senyum kepada orang lain. Mereka memahami bahwa kebahagiaan yang sejati terletak pada kepuasan berbagi dan menolong sesama.

Kemampuan memanusiakan manusia ini berasal dari hati yang jernih dan bersih dari nafsu duniawi. Ini adalah keutamaan yang tidak bisa dibeli dengan harta atau diperoleh dengan jabatan. Ini adalah buah dari perjalanan spiritual yang panjang dan konsisten, dimana seseorang terus menerus berusaha meningkatkan kualitas diri dan mencari ridho Sang Pencipta.

Dalam hiruk pikuk kehidupan, kita sering terlena oleh kecepatan perubahan dan kemajuan teknologi. Kita lupa bahwa sesungguhnya nilai hidup ini terletak pada hubungan kita dengan sesama manusia. Maka, marilah kita hidup dengan memanusiakan manusia, melihat nilai dan martabat setiap jiwa yang berada di sekitar kita. Hanya dengan cara itulah, kita dapat menciptakan dunia yang lebih baik dan bermakna.

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Jefri Asmoro Diyatno