MOJOKERTO.Faktanews24-Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada 27 November 2024) yang Pengumuman Pendaftaran Pasangan Calon akan diumumkan (Sabtu, 24 Agustus 2024 – Senin, 26 Agustus 2024) dan tahapan Pendaftaran Pasangan Calon (Selasa, 27 Agustus 2024 – Kamis, 29 Agustus 2024) berbagai Calon Kepala Daerah (Cakada) kian ancang-ancang termasuk para Cakada yang belum mengumumkan pasangannya, kian bergerak cepat diantaranya untuk Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto.
Dokter (dr.) Ikfina Fahmawati M.Si (yang kelahiran Ponorogo 11 Januari 1978, red.) incumbent Bupati Mojokerto yang akan maju lagi, telah mendeklarasikan Calon Wakil Bupati (Cawabup) yaitu Sa’dulloh Syarofi akan tetapi ada desas-desus hal tersebut masih bisa saja berubah dengan melihat perkembangan situasi-kondisi yang menyelimuti Ikfina dkk. Saat deklarasi dilakukan dengan dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki 10 kursi DPRD Kabupaten Mojokerto, yang jika misal tanpa koalisi sudah cukup untuk bisa mengusung Cabup – Cawabup sendiri.
Dengan perolehan kursi parpol di DPRD Kabupaten Mojokerto, diantara 50 kursi yang ada, yaitu PKB (10 kursi), Partai NasDem (8), PDIP (6 kursi), Partai Golkar (5), Demokrat (5), PKS (4), Partai Gerindra (4), PPP (4 kursi), PAN (3 kursi), Partai Perindo (1).
Disisi lain Wakil Bupati Mojokerto doktor (Dr.) Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum / Gus Barra (yang kelahiran 11 November 1986, red.) yang akan maju Cabup, belum mempositifkan Cawabup-nya meskipun berkembang desas-desus ada sekitar sepuluh (10) Cawabup, bahkan konon ada tim sayapnya yang mengusulkan agar artis Arumi Bachsin SE (berbasic Ekonomi Syariah, red.) yang juga isteri Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak itu menjadi Cawabup-nya Gus Barra.
“Pertimbangannya kenapa artis Arumi Bachsin? Diantaranya adalah ada faktor perempuan, dan yang terpenting kemudian adalah memperkuat perolehan suara termasuk memperkuat penetrasi Khofifah Indar Parawansa yang tentu akan lebih kuat mendukung pasangan Cabup – Cawabup tersebut jika memang terwujud. Saling dukung dengan Khofifah yang maju Cagub Jatim (2024) berpasangan Emil Dardak,” ungkap sumber yang enggan disebut namanya, dengan memastikan bahwa banyak keunggulan yang didapat.
Ada yang nyeletuk: bisa saja itu dilakukan jika beliau yang meminta. “Beliau itu ‘kan juga calon dewan pertimbangan presiden kalau mau,” celetuknya lagi.
Sepuluh (10) nama yang masuk ‘deteksi’ dari pihak Gus Barra maupun usulan berbagai pihak diantaranya terdapat nama beberapa ketua partai politik (parpol) termasuk perempuan yang ketua salah satu parpol terbesar Kabupaten Mojokerto.
Yang terdeteksi diantara nama-nama yang menjadi Cawabup juga ada nama ketua parpol yang anggota DPRD Kabupaten Mojokerto yang pada Pemilu 14 Februari 2024 yang baru lalu naik ‘pangkat’ dengan terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur. Ada juga incumbent DPRD Jatim yang ketua parpol di Kabupaten Mojokerto, dan juga terpilih lagi menjadi anggota DPRD Jatim untuk periode 2024 – 2029.
Ada masukan pengusaha Ghofur namun lemah juga nama dr Wati. Diantara yang lain juga terdapat nama figur asal Mojokerto yang telah mencapai karir puncak sebagai birokrasi di Mojokerto dan Jombang yang kini menjadi salah satu figur penting di Pemprov Jatim.
Ada pula nama salah satu ketua parpol yang suami – isteri menjadi anggota DPRD Kabupaten Mojokerto.
Namun kemarin, Kamis 11 Juli 2024, serasa tiba-tiba nama Cawabup untuk Gus Barra itu mengerucut kepada dr Muhammad Rizal Octavian (Barra – Rizal, Barrizzz… dukung Barra – Rizal, Baroka) yang putra dari Dr. H. Achmadi yang pernah menjadi Bupati Mojokerto pada tahun 2000 – 2008 menggantikan periode H. Machmoed Zain (1985 – 1995).
Bahkan karena terlalu bersemangat tanpa memverifikasi informasi, kemarin beberapa pendukung Gus Barra ‘kecele’ dikira ada deklarasi pasangan itu di kediaman Achmadi di Trawas, Kabupaten Mojokerto. Ternyata suasana sepi.
“Belum hari ini, Mas,” ungkap sejumlah sumber yang enggan disebutkan namanya kemarin, dalam kesempatan yang berbeda-beda, seraya menyampaikan informasi lain yang senada bahwa menunggu kedatangan Kyai Asep dari Jakarta dalam satu hari – dua hari, yang bisa saja setelah itu segera diadakan deklarasi.
Sementara itu saat usai pertemuan dengan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA (ayahanda Gus Barra) beberapa waktu lalu di kampus Universitas KH Abdul Chalim (UKHAC yang dulu adalah IKHAC, red.), beberapa parpol non-parlemen yang dipimpin Kurniawan Eka Nugraha (Ketua Partai Gelora) sempat menyampaikan harapan Gus Barra yang relegius berpasangan dengan yang nasionalis dalam arti tidak harus dari kalangan lingkungan ulama, yang hal itu diantaranya memenuhi syarat untuk Rizal yang seorang dokter, putra Achmadi.
Partai non-parlemen terdiri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Ummat, Partai Hanura, Partai Garuda, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).
“Pasangan religius dan nasionalis itu penting,” ungkap Kurniawan Eka Nugraha ketua Partai Gelora selaku pimpinan parpol-parpol non-parlemen yang pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari PKS. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 (Siswahyu).