Faktanews24.com – Indramayu – Di tengah harapan warga akan infrastruktur yang lebih layak, proses tender rekonstruksi 24 ruas jalan di Indramayu kini memasuki fase krusial. Anggaran sebesar Rp63,5 miliar telah disiapkan, namun hingga saat ini, belum satu pun pemenang tender ditetapkan.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Indramayu, pemerintah daerah memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai mekanisme dan diawasi secara ketat. Transparansi menjadi kata kunci, seiring dibukanya ruang bagi publik untuk ikut mengawal jalannya proyek.

“Belum ada pemenang. Proses masih berjalan. Kami ingin semua tahapan ini bersih dan terbuka, sehingga masyarakat juga bisa ikut mengawasi,” ujar Malik saat menerima kunjungan awak media, Rabu (22/4/2026).
Bagi DPUPR, proyek ini tidak berhenti pada target fisik semata. Lebih dari itu, rekonstruksi jalan diarahkan sebagai investasi jangka panjang, dengan penggunaan konstruksi beton yang dirancang untuk meningkatkan daya tahan serta menekan potensi kerusakan dini.
“Kami tidak ingin jalan yang dibangun cepat rusak. Karena itu, pengawasan dilakukan sejak awal, dari perencanaan hingga pelaksanaan,” tegasnya.
Untuk memastikan kualitas, pengawasan dilakukan secara berlapis. Selain internal dinas, DPUPR melibatkan konsultan pengawas independen serta menerapkan pengujian teknis di lapangan, guna menjamin pekerjaan sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) dan spesifikasi yang ditetapkan.
Di sisi lain, sistem tender berbasis elektronik diterapkan untuk menjaga persaingan yang sehat dan mencegah praktik yang menyimpang. Seluruh penyedia jasa diberikan kesempatan yang sama, selama memenuhi persyaratan administratif dan teknis.
“Kami pastikan tidak ada ruang untuk praktik di luar aturan. Semua berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Sebaran proyek yang menjangkau wilayah timur, tengah, hingga barat Indramayu menjadi bagian dari strategi pemerataan pembangunan. Pemerintah berharap, perbaikan ini tidak hanya menjawab keluhan masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Partisipasi publik pun dinilai sebagai elemen penting dalam menjaga kualitas pembangunan. DPUPR membuka ruang pengawasan bagi masyarakat sebagai bentuk kontrol sosial, agar pelaksanaan proyek tetap berada di jalur yang semestinya.
Sebelumnya, Forum Peduli Indramayu juga menyatakan komitmennya untuk turut mengawal seluruh proses, mulai dari tender hingga pelaksanaan di lapangan.
Jika tidak ada kendala, pekerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada Mei 2026. Momentum ini menjadi titik awal dari realisasi proyek yang selama ini dinantikan masyarakat.
Di fase inilah, proyek rekonstruksi jalan tak lagi sekadar deretan angka dalam dokumen anggaran. Ia menjelma menjadi ujian nyata tentang transparansi, kualitas, dan sejauh mana kepercayaan publik mampu dijawab oleh kerja nyata pemerintah.
![]()












