MOJOKERTO. Dr KH Abdul Rokhim SH MH (Kyai Rokhim / Abah Rokhim) koodinator dai polda yang pimpinan Pondok Pesantren (PP / Ponpes) Sabilul Muttaqin Kalipuro – Pungging – Mojokerto Jawa Timur, bersyukur sejumlah agenda kenegaraan yang luar biasa penting telah berlangsung dengan lancar dan sukses. Agenda yang berlangsung ‘marathon’ mulai dari hari Minggu 20 Oktober 2024, Senin 21 Oktober 2024, Selasa 22 Oktober 2024. Serta agenda-agenda yang masih berlanjut termasuk pembekalan para menteri para pembantu presiden.
Agenda-agenda yang mendasar dengan adanya perubahan kepemimpinan nasional dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Presiden RI periode 2024 – 2029, Jenderal H. Prabowo Subianto.
Pada hari Minggu 20 Oktober 2024, Jenderal Prabowo Subianto dilantik sebagai Presiden RI periode 2024 – 2029 bersama Wakil Presiden-nya Gibran Rakabuming Raka di Gedung MPR RI. Di dalam gedung maupun diluar gedung serasa penuh, termasuk dari kalangan partai politik (parpol) maupun berbagai relawan termasuk Jokowi (Prabowo) Mania pimpinan Immanuel Ebenezer / Noel (yang sekarang ditunjuk menjadi Wakil Menteri Ketenagakerjasn, red.); Aliansi Relawan Prabowo Gibran / ARPG Jatim yang secara nasional terdiri 50 lebih elemen relawan; Gerakan Pagi Nusantara (GPN) Prabowo – Gibran Jatim; PRABU, Budiman Sudjatmiko (yang kini jadi Kepala Badan Penanggulangan Kemiskinan, red.); relawan Natalius Pigai (kini jadi Menteri HAM, red.); Projo, Budi Arie (kini Budi Arie jadi Menteri Koperasi, red.); Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) yang didirikan Prabowo Subianto yang untuk Ketua Umum (pusatnya) saat ini dipegang salah satu tangan kanan Prabowo Subianto: Sudaryono yang kini menjadi Wakil Menteri Pertanian.
“Semoga dengan kepemimpinan Jenderal Prabowo Subianto sebagai Presiden RI periode 2024 – 2029, negara kita Indonesia bisa mencapai kemajuan dan kemakmuran yang lebih cepat untuk seluruh rakyat Indonesia, termasuk untuk seluruh pondok pesantren, pentingnya pondok pesantren di Indonesia,” ucap Dr KH Abdul Rokhim SH MH yang juga menyampaikan bahwa suatu negara bisa peduli untuk rakyatnya ataukah tidak, hal itu lebih bergantung terhadap Sang Presiden.
“Apalagi berdasarkan UUD 1945, wewenang Presiden RI itu luas sekali,” tambah Kyai Rokhim yang juga dosen ‘terbang’ ke berbagai Perguruan Tinggi (PT) di berbagai daerah di Indonesia, yang ponpes-nya memiliki ribuan santri serta sekitar seratus ribua-an alumni.
Sebagaimana diketahui pelantikan Jenderal Prabowo Subianto sebagai Presiden RI 2024 – 2029 telah berjalan lancar. Begitu pula pelantikan para menteri dan para wakil menteri, serta para pejabat setingkat menteri maupun para pejabat yang memimpin sejumlah ‘organisasi’ berupa Badan-Badan.
Para menteri negara yang dilantik oleh Presiden RI Jenderal Prabowo Subianto antara lain:
1). Budi Gunawan, sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan;
2). Yusril Ihza Mahendra, sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan;
2). Airlangga Hartarto, sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
4). Pratikno, sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan;
5). Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan;
6). Abdul Muhaimin Iskandar, sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat;
7). Zulkifli Hasan, sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan;
8). Prasetyo Hadi, sebagai Menteri Sekretaris Negara;
9). Muhammad Tito Karnavian, sebagai Menteri Dalam Negeri;
10). Sugiono, sebagai Menteri Luar Negeri;
11). Sjafrie Sjamsoeddin, sebagai Menteri Pertahanan;
12). Nasaruddin Umar, sebagai Menteri Agama;
13). Supratman Andi Agtas, sebagai Menteri Hukum;
14). Natalius Pigai, sebagai Menteri Hak Asasi Manusia;
15). Agus Andrianto, sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan;
16). Sri Mulyani Indrawati, sebagai Menteri Keuangan;
17). Abdul Mu’ti, sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah;
18). Satryo Soemantri Brojonegoro, sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi;
19). Fadli Zon, sebagai Menteri Kebudayaan;
20). Budi Gunadi Sadikin, sebagai Menteri Kesehatan;
21). Saifullah Yusuf, sebagai Menteri Sosial;
22). Yassierli, sebagai Menteri Ketenagakerjaan;
23). Abdul Kadir Karding, sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
24). Agus Gumiwang Kartasasmita, sebagai Menteri Perindustrian;
25). Budi Santoso, sebagai Menteri Perdagangan;
26). Bahlil Lahadalia, sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral;
27). Dody Hanggodo, sebagai Menteri Pekerjaan Umum;
28). Maruarar Sirait, sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman;
29). Yandri Susanto, sebagai Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal;
30). M. Iftitah Sulaiman, sebagai Menteri Transmigrasi;
31). Dody Purwagandhi, sebagai Menteri Perhubungan;
32). Meutya Viada Hafid, sebagai Menteri Komunikasi dan Digital;
33). Andi Amran Sulaiman, sebagai Menteri Pertanian;
34). Raja Juli Antoni, sebagai Menteri Kehutanan;
35). Sakti Wahyu Trenggono, sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan;
36). Nusron Wahid, sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional
37). Rachmat Pambudy, sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas
38). Rini Widyantini, sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
39). Erick Thohir, sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara
40). Wihaji, sebagai Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN;
41). Hanif Faisol Nurofiq, sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup;
42). Rosan Perkasa Roeslani, sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal;
43). Budi Arie Setiadi, sebagai Menteri Koperasi;
44). Maman Abdurahman, sebagai Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah;
45). Widianti Putri, sebagai Menteri Pariwisaata
46). Teuku Riefky Harsya, sebagai Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif;
47). Arifatul Choiri Fauzi, sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;
48). dan,
Ario Bimo Nandito Ariotedjo, sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.
Presiden Prabowo Subianto kemudian memimpin pengucapan sumpah jabatan para menteri Kabinet Merah Putih periode tahun 2024-2029.
Kemudian, Presiden Jenderal Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah pula melantik Sekretaris Kabinet dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029, di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024) sore.
Presiden melantik Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 143/P Tahun 2024 tentang Pengangkatan Sekretaris Kabinet, yang ditetapkan tanggal 20 Oktober 2024.
Adapun pelantikan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029 dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 73/M Tahun 2024 tentang Pengangkatan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029, yang ditetapkan tanggal 20 Oktober 2024.
Adapun nama-nama Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029 yang dilantik oleh Presiden Jenderal Prabowo Subianto diantaranya adalah:
1). Lodewijk F. Paulus, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan;
2). Otto Hasibuan, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan;
3). Bambang Eko Suharyanto, Wakil Menteri Sekretaris Negara;
4). Juri Ardiantoro, Wakil Menteri Sekretaris Negara;
5). Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri;
6). Ribka Haluk, Wakil Menteri Dalam Negeri;
7). Muhammad Anis Matta, Wakil Menteri Luar Negeri;
8). Arrmanatha Christiawan Nasir, Wakil Menteri Luar Negeri;
9). Arif Havas Oegroseno, Wakil Menteri Luar Negeri;
10). Donny Ermawan Taufanto, Wakil Menteri Pertahanan;
11). R. Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Agama;
12). Edward Omar Sharif Hiariej, Wakil Menteri Hukum;
13). Mugiyanto, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia;
14). Silmy Karim, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan;
15). Thomas AM Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan;
16). Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan;
17). Anggito Abimanyu, Wakil Menteri Keuangan;
18). Fajar Riza Ul Haq, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah;
19). Atip Latipulhayat, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah;
20). Fauzan, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi;
21). Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi;
22). Giring Ganesha Djumaryo, Wakil Menteri Kebudayaan;
23). Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan;
24). Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial;
25). Immanuel Ebenezer Gerungan, Wakil Menteri Ketenagakerjaan;
26). Christina Aryani, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Wakil Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia;
27). Dzulfikar Ahmad Tawalla, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Wakil Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia;
28). Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian;
29). Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Perdagangan;
30). Yuliot, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
31). Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Pekerjaan Umum;
32). Fahri Hamzah, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman;
33). Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal;
34). Viva Yoga Mauladi, Wakil Menteri Transmigrasi;
35). Suntana, Wakil Menteri Perhubungan;
36). Angga Raka Prabowo, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital;
37). Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital;
38). Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian;
39). Sulaiman Umar, Wakil Menteri Kehutanan;
40). Didit Herdiawan, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan;
41). Ossy Dermawan, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional;
42). Febrian Alphyanto Ruddyard, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencaaan Pembangunan Nasional;
43). Purwadi Arianto, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi;
44). Kartiko Wirjoatmodjo, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara;
45). Aminuddin Ma’ruf, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara;
46). Dony Oskaria, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara;
47). Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional;
48). Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup;
49). Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal;
50). Ferry Joko Juliantono, Wakil Menteri Koperasi;
51). Helvi Yuni Moraza, Wakil Menteri Usaha Kecil dan Menengah;
52). Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri Pariwisata;
53). Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif;
54) Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;
55) Taufik Hidayat, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga;
56). Muhammad Qodari, Wakil Kepala Staf Kepresidenan.
Acara pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, selanjutnya pembacaan Keputusan Presiden, pengambilan sumpah jabatan, dan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan.
Presiden Prabowo Subianto juga telah melantik sejumlah pejabat setingkat menteri di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 21 Oktober 2024. Para pejabat tersebut akan membantu Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam masa jabatan tahun 2024-2029.
Adapun sejumlah pejabat setingkat menteri yang dilantik oleh Presiden Prabowo antara lain Jaksa Agung, Kepala Badan Intelijen Negara, Kepala dan Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional.
1). Sanitiar Burhanuddin sebagai Jaksa Agung
2). Muhammad Herindra sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)
3). AM Putranto sebagai Kepala Staf Kepresidenan
4). Hasan Nasbi sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan
5). Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional
Presiden RI Jenderal Prabowo Subianto juga telah melantik enam Kepala Badan di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Selasa (22/10/2024). Pelantikan ini dilakukan berdasarkan serangkaian Keputusan Presiden (Keppres) yang mencakup pengangkatan berbagai kepala dan wakil kepala badan.
Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus
1). Aris Marsudiyanto Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara
1). H. Muliaman Darmansyah Hadad, Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara
2). Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang, sebagai Wakil Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara
Badan Penyelenggara Haji
1). Irfan Yusuf sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji
2). Dahnil Anzar Simanjuntak, sebagai Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji
Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan
1). Budiman Sudjatmiko, sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan
2). Nanik Sudaryati Deyang sebagai Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan
3). Iwan Sumule sebagai Wakil II Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal
1). Haikal Hassan, sebagai Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal
2). Afriansyah Noor, sebagai Wakil Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal
Badan Gizi Nasional
1). Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional
Ketua Mahkamah Agung: Sunarto, Ketua Mahkamah Agung
Utusan Khusus Presiden
1). Muhamad Mardiono (Pak Mardiono), Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan
2). Setiawan Ichlas, Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan
3). Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan
4). Raffi Farid Ahmad (Raffi Ahmad), Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni
5). Ahmad Ridha Sabana, Utusan Khusus Presiden Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Ekonomi Kreatif dan Digital
6). Mari Elka Pangestu, Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan
7). Zita Anjani, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata
Penasihat Khusus Presiden
1). Muhadjir Effendy, Penasihat Khusus Presiden urusan Haji
2). Purnomo Yusgiantoro, Penasihat Khusus Presiden urusan Energi
3). Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Penasihat Khusus Presiden urusan Ekonomi
4). Dudung Abdurachman,Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional
5). Terawan Agus Putranto, Penasihat Khusus Presiden urusan Kesehatan Nasional
6). Luhut Binsar Panjaitan, penasihat khusus presiden bidang digitalisasi dan teknologi pemerintahan. (Juga menjabat Kepala Dewan Ekonomi Nasional / DEN).
7). Wiranto, Penasihat Khusus Presiden Politik dan Keamanan
Staf Khusus Presiden
1). Yovie Widianto, Staf Khusus Presiden
Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas)
1). Ace Hasan Syadzily, Gubernur Lemhanas
“Semoga dengan kepemimpinan Jenderal Prabowo Subianto sebagai Presiden RI periode 2024 – 2029, negara kita Indonesia bisa mencapai kemajuan dan kemakmuran yang lebih cepat untuk seluruh rakyat Indonesia, termasuk untuk seluruh pondok pesantren, pentingnya pondok pesantren di Indonesia,” ditandaskan lagi oleh Dr KH Abdul Rokhim SH MH yang juga menyampaikan bahwa suatu negara bisa peduli untuk rakyatnya ataukah tidak, hal itu lebih bergantung terhadap Sang Presiden. Apalagi berdasarkan UUD 1945, wewenang Presiden RI itu luas sekali,” Dr KH Abdul Rokhim SH MH (Kyai Rokhim / Abah Rokhim yang kelahiran 5 Oktober 1963, red.) yang juga dosen ‘terbang’ ke berbagai Perguruan Tinggi (PT) di berbagai daerah di Indonesia. Pondoknya, Ponpes Sabilul Muttaqin Kalipuro – Pungging – Mojokerto Jawa Timur memiliki ribuan santri serta sekitar seratus ribua-an alumni. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 (Siswahyu).