Info Pendidikan

Dari Gabuswetan Menuju Negeri Sakura: Langkah Kecil Rizki Menjemput Mimpi Besar untuk Orang Tua

×

Dari Gabuswetan Menuju Negeri Sakura: Langkah Kecil Rizki Menjemput Mimpi Besar untuk Orang Tua

Sebarkan artikel ini
file 0000000093987208afb8925e651c0143

Faktanews24.com – Indramayu – Tidak semua mimpi lahir dari kemewahan. Sebagian tumbuh dari kesederhanaan, dari doa seorang ibu yang dipanjatkan setiap malam, dan dari tekad seorang anak yang ingin mengubah nasib keluarganya.

Di tengah hangatnya Minggu (14/6/2026), Rizki, pemuda asal Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, memulai lembaran baru dalam perjalanan hidupnya. Baru saja menyelesaikan pendidikan pada tahun 2026, ia memilih menatap masa depan jauh melintasi lautan, menuju Negeri Sakura, Jepang.

IMG20260614143735

Bersama Firman, sahabat seperjuangannya yang juga berasal dari Kecamatan Gabuswetan, Rizki kini menempuh pendidikan bahasa di LPK Sholeh Vision Center yang berlokasi di Desa Kebondanas, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang. Di tempat itulah keduanya mulai merangkai mimpi, mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja internasional dengan harapan dapat mengangkat derajat keluarga melalui keringat dan kerja keras.

Bagi Rizki, Jepang bukan sekadar tujuan kerja. Negeri itu adalah simbol harapan, tempat ia ingin menjemput masa depan yang lebih baik untuk orang-orang yang selama ini telah berjuang membesarkannya.

Di balik keberangkatan langkah sang anak, tersimpan doa yang terus mengalir dari seorang ibu. Cinih (47), ibunda Rizki, mengaku bangga sekaligus haru melihat keberanian putranya memilih jalan yang tidak mudah demi masa depan keluarga.

“Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Rizki. Semoga selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam setiap proses yang dijalaninya. Sebagai orang tua, saya berharap ia sukses, menjadi anak yang membanggakan, dan kelak bisa membantu keluarga serta meraih cita-cita yang selama ini diimpikannya,” tutur Cinih dengan penuh harap.

Perjalanan menuju Jepang memang tidak hanya membutuhkan kemampuan bahasa. Di dalamnya ada proses panjang, kedisiplinan, ketekunan, serta mental baja yang harus ditempa hari demi hari.

Pemilik LPK Sholeh Vision Center yang akrab disapa Bang Sholeh mengatakan bahwa pihaknya terus mendampingi para peserta didik, termasuk menjalin komunikasi intensif dengan keluarga mereka agar setiap perkembangan dapat diketahui secara terbuka.

“Kami percaya keberhasilan seorang siswa bukan hanya hasil kerja lembaga, tetapi juga doa dan dukungan keluarga. Karena itu kami selalu menjaga komunikasi dengan orang tua. Semoga Rizki dan Firman dapat mengikuti seluruh proses dengan baik, sehingga kelak mampu meraih kesuksesan di Jepang dan membahagiakan kedua orang tuanya,” ujar Bang Sholeh.

Di usia yang masih sangat muda, Rizki dan Firman telah memilih jalan perjuangan yang tidak semua orang berani tempuh. Mereka meninggalkan zona nyaman, menantang batas kemampuan, dan menanam harapan di negeri yang jauh.

Karena terkadang, perjalanan terbesar dalam hidup bukanlah tentang seberapa jauh seseorang melangkah, melainkan tentang alasan mengapa ia berangkat. Dan bagi Rizki, alasannya sederhana namun begitu mulia: membalas kasih sayang orang tua dengan masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *