Berita Pendidikan

Cara Input Siswa Baru dan Pindahan dari EMIS ke RDM Tahun Ajaran 2026/2027

×

Cara Input Siswa Baru dan Pindahan dari EMIS ke RDM Tahun Ajaran 2026/2027

Sebarkan artikel ini
Cara Input Siswa Baru dan Pindahan dari EMIS ke RDM Tahun Ajaran 2026/2027

Pengelolaan data peserta didik di lingkungan madrasah mengalami pembaruan sistem yang menuntut ketelitian dari setiap operator madrasah. Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, mekanisme penambahan data siswa baru maupun siswa pindahan ke dalam aplikasi RDM (Rapor Digital Madrasah) memiliki ketentuan baru yang wajib dipahami. Jika pada tahun-tahun sebelumnya penambahan data siswa dapat dilakukan secara manual langsung di dalam sistem RDM, maka mulai tahun ajaran ini seluruh data siswa bersumber sepenuhnya dari integrasi data EMIS.

Artikel ini mengupas tuntas tata cara, persiapan data, langkah-langkah sinkronisasi, hingga penanganan kendala yang sering ditemui saat memasukkan data siswa baru dan pindahan ke RDM.

Apa Saja Ketentuan Baru Pengelolaan Data Siswa di RDM TA. 2026/2027?

Berdasarkan ketentuan sistem RDM pada Tahun Ajaran 2026/2027, terdapat perubahan mendasar dalam prosedur pemasukan data siswa. Administrator atau operator madrasah tidak lagi menemukan opsi penambahan siswa secara manual langsung di dalam platform RDM seperti metode lama.

Mulai tahun ajaran ini, data siswa mutlak harus dimasukkan melalui mekanisme sinkronisasi EMIS atau menu tambah siswa EMIS. Kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga validitas data agar sinkron secara nasional antara pangkalan data EMIS Kementerian Agama dan Rapor Digital Madrasah di setiap satuan pendidikan.

Persiapan Awal Sebelum Menambahkan Data Siswa ke RDM

Sebelum operator mulai menarik data ke dalam aplikasi RDM, ada beberapa langkah persiapan penting yang harus diselesaikan terlebih dahulu agar proses berjalan lancar tanpa kendala.

  • Pengaturan Rombongan Belajar (Rombel): Langkah pertama di dalam RDM adalah memastikan bahwa struktur kelas atau rombongan belajar telah dibuat dengan benar. Sebagai contoh, jika pada setiap tingkatan madrasah hanya terdapat satu rombel, pastikan data kelas tersebut sudah terdaftar di dalam menu RDM.

  • Kelengkapan Data di EMIS: Sebelum melakukan sinkronisasi, operator sangat disarankan untuk melengkapi seluruh atribut data siswa langsung di platform EMIS. Data krusial yang harus dipastikan lengkap meliputi identitas diri siswa, Nomor Induk Siswa (NIS) lokal, data orang tua, hingga detail alamat lengkap.

Baca Juga:  Juknis RPL PPG Kemenag 2026, Komponen Penilaian, Syarat Dokumen, dan Langkah Bagi Guru Madrasah yang Terpanggil

Melengkapi data di EMIS terlebih dahulu akan menghemat waktu kerja operator sehingga tidak perlu melakukan penginputan atau koreksi berulang kali setelah data ditarik ke RDM.

Bagaimana Cara Melakukan Input dan Sinkronisasi Siswa Baru?

Proses penambahan siswa baru dilakukan setelah tahun ajaran dan semester aktif dipilih dengan benar pada halaman login RDM. Berikut adalah tahapan operasionalnya:

  1. Akses Menu Data Siswa: Setelah berhasil masuk ke dashboard RDM dengan memilih tahun ajaran 2026/2027 semester ganjil, arahkan navigasi sistem ke menu data siswa.

  2. Penentuan Tingkat dan Kelas: Pilih tingkat kelas yang sesuai dengan data siswa baru (misalnya tingkat 7 untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah/MTS) beserta pilihan rombelnya.

  3. Pemilihan Metode Penarikan Data: RDM menyediakan dua opsi penambahan data, yaitu melalui tombol “Sinkron EMIS” atau “Tambah Siswa EMIS”.

    • Opsi Tambah Siswa EMIS mewajibkan operator memasukkan data satu per satu berdasarkan NISN.

    • Opsi Sinkron EMIS merupakan cara paling efisien karena sistem akan menampilkan seluruh daftar siswa baru secara otomatis.

  4. Proses Sinkronisasi: Klik tombol sinkron EMIS, lalu tentukan rombel madrasah yang dituju. Daftar nama siswa baru akan muncul di layar sistem.

Pada tahap awal kemunculannya di RDM, nama siswa mungkin masih ditandai dengan warna kuning karena atribut NIS lokal di dalam sistem RDM belum terisi otomatis apabila di EMIS belum lengkap. Oleh karena itu, melengkapi data di EMIS sebelum proses sinkronisasi menjadi kunci utama. Jika data di EMIS sudah lengkap—termasuk data siswa, orang tua, dan alamat—maka seluruh informasi tersebut akan langsung terisi secara otomatis di RDM, termasuk NIS lokal.

Setelah data masuk, operator dapat melakukan pengecekan ulang melalui menu edit data siswa di RDM. Meskipun sebagian besar data sudah terisi otomatis, beberapa elemen pelengkap seperti agama atau status keluarga tertentu dapat disesuaikan kembali jika diperlukan.

Baca Juga:  Cara Ubah Nomor HP dan Email Guru serta Tendik melalui EMIS 4.0 dan EMIS GTK

Bagaimana Prosedur Menambahkan Siswa Pindahan?

Selain siswa baru kelas awal, madrasah sering kali menerima siswa mutasi atau pindahan pada kelas tingkat lanjut, seperti kelas IX. Alur penambahan siswa pindahan pada prinsipnya hampir serupa dengan siswa baru:

  • Masuk ke menu data siswa di RDM, lalu tentukan kelas tujuan siswa pindahan tersebut (misalnya kelas 9).

  • Pilih opsi sinkronisasi atau penambahan data melalui data EMIS.

  • Jika data NIS atau kelengkapan EMIS siswa pindahan tersebut belum sepenuhnya matang saat ditarik, operator tetap dapat menyimpannya terlebih dahulu di RDM untuk kemudian dilengkapi kemudian hari baik langsung pada sistem maupun melalui pembaruan data di EMIS.

  • Sistem RDM secara otomatis akan mencatat penyesuaian penomoran identitas atau tahun masuk siswa pindahan, seperti penandaan tahun 2026 untuk mutasi berjalan.

  • Klik simpan setelah data terisi, dan nama siswa pindahan akan langsung masuk ke dalam daftar rombel kelas yang dipilih.

Kesimpulan

Pengelolaan data siswa baru dan pindahan untuk Tahun Ajaran 2026/2027 pada aplikasi RDM kini terintegrasi secara penuh melalui pangkalan data EMIS. Dengan ditiadakannya menu input manual murni di RDM, operator madrasah dituntut untuk berfokus merapikan dan melengkapi basis data siswa, orang tua, serta alamat di dalam platform EMIS terlebih dahulu. Melalui langkah persiapan yang disiplin ini, proses sinkronisasi ke RDM dapat berjalan cepat, akurat, meminimalisir pekerjaan ganda, serta memastikan administrasi data madrasah tersusun dengan rapi dan tervalidasi.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *