Faktanews24.com – Internasional, Hubungan Amerika Serikat dan Israel mendadak memanas! Presiden AS Donald Trump dikabarkan ngamuk besar ke Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu usai Tel Aviv nekat melancarkan serangan udara ke sebuah gedung di Doha, Qatar pada Selasa, 9 September 2025.
Serangan itu diklaim menargetkan markas Hamas, namun justru menewaskan lima orang, termasuk seorang pejabat keamanan Qatar. Aksi nekat Israel ini langsung menuai kecaman internasional dan dianggap melecehkan kedaulatan negara sekutu AS.
Menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ), sejumlah pejabat senior AS membocorkan bahwa Trump “mencak-mencak” saat tahu Israel menyerang wilayah Qatar, padahal Doha saat ini berperan penting sebagai mediator gencatan senjata di Gaza.
“Trump marah karena serangan itu menghantam teritori sekutu AS yang sedang menengahi perdamaian. Ia menilai langkah Netanyahu bodoh dan bisa menyeret kawasan ke jurang perang besar,” ungkap pejabat AS kepada WSJ seperti dikutip Anadolu Agency pada Kamis, 11 September 2025.
Dalam percakapan panas itu, Trump menuding Netanyahu gegabah. Namun Netanyahu berdalih dirinya hanya punya waktu singkat dan memilih “bertindak cepat” tanpa koordinasi penuh.
Ironisnya, sehari kemudian Trump kembali menghubungi Netanyahu dengan nada berbeda. Ia bertanya sinis, “Apakah serangannya sukses?” Netanyahu justru menjawab dengan nada ragu, seolah mengakui serangannya tidak berjalan sesuai harapan.
Qatar bereaksi keras. Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menyebut serangan Israel sebagai “tindakan pengecut” yang melanggar hukum internasional.
“Negara-negara Arab dan Muslim sedang berkonsultasi untuk menyiapkan respons tegas atas pelanggaran ini,” tegas Sheikh Mohammed dalam pernyataan resminya.
Kini, muncul spekulasi bahwa Qatar bersama negara-negara Arab akan menekan balik Israel secara politik maupun militer. Jika benar, maka serangan ke Doha bisa jadi bumerang besar bagi Tel Aviv dan mempermalukan Trump di mata dunia.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno






