JOMBANG https.// FaktaNews24 com.Kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menambah kuat nilai strategis penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Senin (31/08/2026).
Di tengah perhatian besar masyarakat terhadap agenda puncak Muktamar, KH. Nasaruddin Umar hadir untuk mengikuti langsung rangkaian penutupan forum tertinggi Nahdlatul Ulama tersebut. Kehadiran Menteri Agama RI semakin istimewa karena agenda penutupan juga diwarnai kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Jombang pun menjadi titik penting perjalanan sejarah NU. Kawasan pesantren Tambakberas tidak hanya menjadi lokasi berlangsungnya proses organisasi, tetapi juga menjadi tempat bertemunya para ulama, tokoh nasional, pemerintah, serta ribuan warga Nahdliyin dalam satu momentum besar yang menyita perhatian publik.
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., sebagai Menteri Agama sekaligus tokoh ulama nasional, berada langsung di tengah babak akhir perjalanan Muktamar ke-35 NU. Kehadirannya mencerminkan perhatian pemerintah terhadap keberadaan NU yang selama puluhan tahun menjadi salah satu kekuatan penting dalam kehidupan keagamaan, sosial, pendidikan, dan kebangsaan Indonesia.
Penutupan Muktamar menjadi fase penting setelah seluruh rangkaian sidang, pembahasan organisasi, serta proses pemilihan kepemimpinan berlangsung. Pada titik inilah, seluruh dinamika yang sebelumnya mengiringi perjalanan Muktamar diharapkan berakhir dalam semangat persatuan dan kebersamaan.
KH. Nasaruddin Umar hadir membawa simbol penting hubungan antara pemerintah dan kalangan ulama. Sebagai Menteri Agama RI, kehadirannya menunjukkan bahwa pesantren dan organisasi keagamaan memiliki posisi yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan bangsa.
Di hadapan warga Nahdliyin yang memadati kawasan Tambakberas, agenda penutupan Muktamar ke-35 NU menjadi lebih dari sekadar seremoni. Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa NU tetap memiliki peran besar dalam menjaga moderasi beragama, memperkuat persaudaraan, serta merawat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., juga memperlihatkan besarnya perhatian negara terhadap forum Muktamar NU. Dua figur nasional tersebut menjadi bagian dari momentum bersejarah yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian Muktamar ke-35 di Jombang.
Bagi KH. Nasaruddin Umar, pesantren bukan hanya pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga bagian penting dari kekuatan sosial bangsa. Dari lingkungan pesantren lahir para ulama, pemimpin masyarakat, tokoh bangsa, serta nilai-nilai moral yang terus menjaga Indonesia tetap berdiri dalam bingkai persatuan.
Tambakberas, Jombang, pada Senin 31 Agustus 2026, pun tercatat sebagai salah satu pusat perhatian nasional. Ribuan peserta dan warga NU mengikuti agenda puncak dengan harapan besar agar hasil Muktamar mampu membawa organisasi semakin kuat dalam menjawab tantangan zaman.
Berakhirnya Muktamar ke-35 NU sekaligus membuka lembaran baru bagi kepemimpinan organisasi untuk menjalankan amanah warga Nahdlatul Ulama. Dalam fase baru tersebut, sinergi antara ulama, pesantren, masyarakat, dan pemerintah menjadi modal penting untuk menjaga NU tetap kokoh sebagai penjaga nilai keislaman dan kebangsaan.
Kehadiran KH. Nasaruddin Umar di Jombang pada momentum bersejarah ini menjadi pesan kuat bahwa negara dan ulama harus terus berjalan dalam satu semangat membangun Indonesia. Dari Tambakberas, pesan persatuan kembali digaungkan: pesantren tetap menjadi benteng moral, ulama tetap menjadi penuntun umat, dan NU akan terus menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU, Jombang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang memiliki jejak panjang dalam sejarah pesantren dan Nahdlatul Ulama. Sementara kehadiran Menteri Agama KH. Nasaruddin Umar bersama Presiden Prabowo Subianto menjadikan penutupan Muktamar tahun ini memiliki makna yang semakin besar di tingkat nasional.by editor (SZ,Sdah).











