Berita Nasional

Diduga kepala sekolah muhamadiyah unit 2 Rimbo bujang kerjakan anak dibawah umur Pihak pemborong bangunan rehabilitasi nya mana ?

×

Diduga kepala sekolah muhamadiyah unit 2 Rimbo bujang kerjakan anak dibawah umur Pihak pemborong bangunan rehabilitasi nya mana ?

Sebarkan artikel ini
IMG 20260929 WA0034

Diduga kepala sekolah muhamadiyah unit 2 Rimbo bujang kerjakan anak dibawah umur Pihak pemborong bangunan rehabilitasi nya mana ?

TEBO — Aktivitas pembangunan rehabilitasi di lingkungan sekolah di Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, menjadi sorotan. Sejumlah siswa SMP Muhammadiyah terlihat mengangkut batu bata dari pinggir jalan menuju lokasi bangunan rehabilitasi pada Selasa, 29 September 2026.

Temuan tersebut disaksikan awak media Kompas Pemburu Kasus saat melintas di lokasi. Aktivitas siswa mengangkut material bangunan itu menimbulkan pertanyaan mengenai keterlibatan peserta didik dalam pekerjaan pembangunan, terlebih jika kegiatan tersebut berkaitan dengan proyek rehabilitasi yang menggunakan anggaran pemerintah.

Saat ditemui di lokasi, seorang guru yang berada di sekitar siswa tersebut membenarkan bahwa mereka merupakan siswa SMP Muhammadiyah.

Ketika ditanya mengapa para siswa mengangkut batu bata, guru tersebut menjelaskan bahwa siswa hanya membantu pekerjaan. Namun, ketika awak media kembali meminta penjelasan lebih lanjut mengenai status kegiatan tersebut, guru tidak memberikan jawaban.

Kepala sekolah kemudian dikonfirmasi melalui WhatsApp. Dalam keterangannya kepada awak media, kepala sekolah membenarkan bahwa siswa yang terlihat mengangkut material merupakan pelajar SMP Muhammadiyah dan menyebut mereka hanya membantu pekerjaan.

Awak media selanjutnya mempertanyakan sumber anggaran pembangunan rehabilitasi tersebut, apakah berasal dari swadaya masyarakat atau bantuan pemerintah.

Kepala sekolah kembali menjelaskan bahwa para siswa membantu pekerjaan di lokasi rehabilitasi.

Jika benar proyek rehabilitasi tersebut menggunakan anggaran pemerintah, keterlibatan siswa dalam mengangkut material bangunan patut mendapat perhatian dan penjelasan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan serta pengawasan proyek.

Persoalannya bukan semata-mata mengenai siswa membantu pekerjaan, tetapi juga menyangkut keselamatan peserta didik, perlindungan anak, mekanisme pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi, serta penggunaan anggaran apabila proyek tersebut memang dibiayai pemerintah.

Atas temuan tersebut, Kompas Pemburu Kasus meminta Pemerintah Kabupaten Tebo dan instansi terkait melakukan pemeriksaan serta memastikan bagaimana pelaksanaan proyek rehabilitasi tersebut berjalan di lapangan.

Termasuk perlu dijelaskan, siapa yang bertanggung jawab atas pekerjaan, bagaimana tenaga kerja proyek dibayarkan, serta apakah terdapat anggaran khusus untuk pekerjaan pengangkutan material.

Sementara itu, dugaan adanya mark-up anggaran, pengurangan volume pekerjaan, atau penggunaan anggaran yang tidak sesuai masih merupakan dugaan dan memerlukan pemeriksaan serta bukti dari pihak berwenang. Belum ada bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa kegiatan mengangkut batu bata oleh siswa berkaitan dengan praktik tersebut.

Karena itu, pihak terkait diharapkan segera turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi secara terbuka, termasuk memeriksa dokumen anggaran, kontrak pekerjaan, volume rehabilitasi, pembayaran tenaga kerja, serta memastikan tidak ada peserta didik yang dilibatkan dalam pekerjaan yang membahayakan keselamatan mereka.

Pertanyaan publik kini mengarah pada satu hal: jika pekerjaan rehabilitasi telah memiliki anggaran dan tenaga kerja, mengapa siswa justru terlihat mengangkut material bangunan?

Kompas Pemburu Kasus akan terus meminta klarifikasi kepada pihak terkait dan mengikuti perkembangan pemeriksaan atas kegiatan rehabilitasi tersebut.

(ENJOYYY)

EE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *