Berita Nasional

Modus Penipuan Berjenjang “Dokter Alyadini” & “APH Polda Jatim” Makan Banyak Korban, Warga Diminta Waspada

×

Modus Penipuan Berjenjang “Dokter Alyadini” & “APH Polda Jatim” Makan Banyak Korban, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
IMG 20260827 WA0013 1

Indonesia FN24  27 Agustus 2026 —

Masyarakat diminta sangat waspada terhadap modus penipuan dan pemerasan berjenjang yang kini marak menyebar melalui media sosial Facebook dan WhatsApp. Komplotan penipu ini menggunakan skema berlapis: awalnya mengaku sebagai tenaga medis bernama “Dokter Alyadini” untuk menjual obat, lalu beralih mengaku sebagai aparat penegak hukum untuk memeras korban.

 

 

 

Modus Operandi: Penipuan → Hilang → Pemerasan

 

Kronologi yang dialami para korban berjalan berulang-ulang dengan pola yang sama:

 

1. Penawaran obat via Facebook — Seseorang yang mengaku bernama “Dokter Alyadini” (nomor HP: 088242159926) menawarkan pengobatan atau obat-obatan melalui akun Facebook. Korban yang tertarik diminta melakukan pembayaran penuh lebih dulu via transfer bank.

2. Uang ditransfer, kontak hilang — Begitu uang masuk, nomor “Dokter Alyadini” langsung tidak bisa dihubungi. Barang atau obat yang dijanjikan tak pernah dikirim.

3. Giliran “APH Polda Jatim” menelepon — Alih-alih kehilangan uang saja, korban justru menerima telepon/WhatsApp dari nomor lain (082381730190) yang mengaku sebagai Aparat Penegak Hukum (APH) Polda Jawa Timur. Pelaku menuduh obat yang dibeli korban “tidak memiliki izin edar” dan mengancam akan “menjemput korban” untuk diproses hukum.

4. Pemerasan demi “penyelesaian” — Tujuan ancaman itu jelas: memaksa korban membayar sejumlah uang agar masalah “diselesaikan secara damai”. Ini adalah bentuk pemerasan murni yang memanfaatkan ketakutan korban.

 

 

 

Banyak Korban, Rantai Penipuan Masih Berjalan

 

Laporan yang masuk menunjukkan sudah banyak warga yang menjadi korban modus ini. Namun hingga saat ini belum ada langkah tegas dari pihak berwenang. Masyarakat mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap nomor-nomor yang berulang kali digunakan untuk kejahatan serupa.

 

 

 

⚠️ Peringatan Penting!

 

– ❌ Polda Jatim TIDAK PERNAH meminta uang tebusan atau menyelesaikan perkara secara pembayaran pribadi via WhatsApp.

– ❌ Dokter resmi TIDAK menjual obat langsung via media sosial dan meminta transfer pribadi.

– ❌ Jangan pernah mentransfer uang kepada pihak yang mengaku aparat dan meminta pembayaran untuk “menyelesaikan masalah”.

 

 

 

📋 Yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Korban

 

1. Segera blokir nomor pelaku dan jangan merespons ancaman.

2. Laporkan nomor tersebut ke aduannomor.id (platform resmi Kominfo).

3. Buat laporan polisi ke Polres terdekat dengan melampirkan bukti transfer, tangkapan layar percakapan, dan nomor pelaku.

4. Laporkan rekening penipu melalui cekrekening.id.

 

Pihak berwenang, khususnya Polda Jawa Timur dan Kominfo, diminta segera menelusuri kedua nomor tersebut serta memutus rantai penipuan yang terusmerugikan masyarakat ini.

 

(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *