Berita Nasional

Empat Nama Berebut Kursi Ketua FPPA: Pertarungan Gagasan Wartawan Pacitan Memasuki Babak Baru

×

Empat Nama Berebut Kursi Ketua FPPA: Pertarungan Gagasan Wartawan Pacitan Memasuki Babak Baru

Sebarkan artikel ini
IMG 20260923 WA00611

Faktanews24.com – Pacitan, Kursi Ketua Forum Pewarta Pacitan (FPPA) periode mendatang mulai menjadi pusat perhatian. Bukan lagi sekadar dua nama, konstelasi pemilihan kini disebut mengerucut pada empat wartawan senior yang siap membawa gagasan masing-masing untuk menentukan arah organisasi ke depan.

Empat nama yang mencuat yakni Sutikno alias Gustik, Rojihan, Joko Wiyono alias Sohor, dan Agus Setyo Wibowo alias Doyok.

Keempatnya merupakan wartawan senior yang memiliki pengalaman dalam dunia jurnalistik maupun dinamika organisasi kewartawanan di Kabupaten Pacitan.

Sutikno atau Gustik merupakan Ketua FPPA yang masih menjabat hingga saat ini. Dalam kontestasi mendatang, dirinya membawa tagline “Mewujudkan Insan Pers yang Bermartabat dan Sejahtera.”

Sementara itu, Rojihan disebut siap maju dengan membawa visi dan misi untuk kemajuan organisasi serta masa depan wartawan di Kabupaten Pacitan.

Nama Joko Wiyono alias Sohor juga masuk dalam bursa kandidat. Begitu pula Agus Setyo Wibowo alias Doyok, yang memiliki pengalaman sebagai mantan Ketua FPPA sebelum kepemimpinan organisasi tersebut dilanjutkan oleh Gustik.

IMG 20260924 WA0114

Dengan munculnya empat kandidat, pemilihan Ketua FPPA mendatang berpotensi menjadi salah satu kontestasi penting dalam perjalanan organisasi wartawan di Pacitan.

Pertarungan empat kandidat tersebut tidak hanya menyangkut siapa yang akan menduduki kursi Ketua FPPA.

Lebih jauh, pemilihan ini menjadi momentum untuk menentukan arah organisasi wartawan Pacitan di tengah perubahan zaman.

Dunia jurnalistik kini menghadapi perubahan besar. Perkembangan media digital, derasnya arus informasi, perubahan pola konsumsi berita, hingga kemunculan teknologi kecerdasan buatan membuat profesi wartawan menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Dalam situasi tersebut, organisasi wartawan dituntut mampu menjawab kebutuhan anggotanya.

Profesionalisme, kesejahteraan, perlindungan profesi, peningkatan kapasitas, solidaritas, serta independensi jurnalistik menjadi sejumlah isu yang tidak bisa dilepaskan dari masa depan organisasi.

Karena itu, empat kandidat tersebut tidak cukup hanya menawarkan nama dan popularitas.

Gagasan mereka akan menjadi bagian penting yang dinantikan anggota FPPA.

Kehadiran empat kandidat membuka ruang bagi kompetisi gagasan.

Gustik sebagai petahana membawa tagline tentang insan pers yang bermartabat dan sejahtera. Rojihan menawarkan visi mengenai kemajuan serta masa depan wartawan. Sementara Joko Wiyono dan Agus Setyo Wibowo juga memiliki pengalaman panjang yang menjadi bagian dari sejarah perjalanan FPPA.

Namun, bagaimana masing-masing kandidat menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam program konkret masih menjadi bagian penting yang akan dinantikan dalam proses pemilihan.

Pertanyaan mendasarnya sederhana:

Apa yang akan dilakukan setelah terpilih?

Bagaimana meningkatkan kualitas wartawan?

Bagaimana memperkuat posisi organisasi?

Bagaimana menghadapi transformasi digital?

Bagaimana membangun kesejahteraan anggota?

Dan bagaimana memastikan organisasi wartawan tetap memiliki daya kritis serta independensi dalam menjalankan fungsi pers?

Pertanyaan tersebut menjadi relevan karena kepemimpinan organisasi tidak berhenti ketika proses pemilihan selesai.

Kontestasi empat kandidat memberikan kesempatan bagi anggota FPPA untuk melihat lebih jauh arah organisasi yang ditawarkan masing-masing calon.

Petahana memiliki rekam kepemimpinan untuk dipertanggungjawabkan. Kandidat lain memiliki gagasan perubahan yang perlu diuji.

Dengan demikian, pemilihan Ketua FPPA tidak seharusnya berhenti pada pertarungan figur.

Yang lebih penting adalah pertarungan gagasan.

Organisasi wartawan membutuhkan kepemimpinan yang mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik.

Sebab, wartawan bukan hanya pekerja informasi. Pers memiliki fungsi sosial untuk menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan sekaligus menjalankan kontrol sosial melalui kerja jurnalistik yang profesional.

Kini empat nama telah muncul dalam bursa.

Gustik, Rojihan, Sohor, dan Doyok.

Empat wartawan senior.

Empat latar pengalaman.

Dan kontestasi yang hanya menyediakan satu kursi ketua.

Pertanyaannya kemudian bukan sekadar siapa yang akan terpilih.

Melainkan:

FPPA Pacitan akan dibawa menuju perubahan seperti apa?

Jawabannya akan ditentukan melalui proses organisasi dan pilihan para anggota.

Yang pasti, ketika empat nama mulai masuk gelanggang, pertarungan menuju kursi Ketua FPPA tidak lagi sekadar tentang siapa yang memimpin tetapi tentang gagasan apa yang akan menentukan masa depan wartawan Pacitan.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *