Info Cirebon

17 Tahun Bekerja Tanpa Gaji di Yordania, Warga Cirebon Minta Bantuan ke Bupati

×

17 Tahun Bekerja Tanpa Gaji di Yordania, Warga Cirebon Minta Bantuan ke Bupati

Sebarkan artikel ini
IMG 20260323 WA0018

Faktanews24.com
‎Kabupaten Cirebon – Nasib pilu dialami EP (31), warga Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. Ia mengaku tidak menerima gaji selama 17 tahun bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Amman, Yordania.
‎

IMG 20260323 WA0015

‎EP berangkat ke luar negeri pada 2008 saat usianya masih 14 tahun melalui perantara sponsor. Keputusan itu diambil karena desakan ekonomi keluarga, dengan harapan dapat membantu orang tua di kampung halaman.
‎
‎“Waktu itu saya ingin membantu orang tua. Melihat orang lain bisa kirim uang, saya juga ingin membahagiakan keluarga,” ujar EP, Minggu (15/3/2026).
‎

IMG 20260323 WA0017

‎Namun harapan tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan. Selama bekerja dari 2008 hingga Juli 2025, EP mengaku tidak pernah menerima gaji secara langsung dan jarang diizinkan keluar rumah oleh majikannya.
‎
‎Menurut pengakuannya, majikan berdalih bahwa upahnya disimpan dalam bentuk emas agar tidak habis. Namun setelah kembali ke Indonesia, emas tersebut diketahui tidak bernilai alias palsu.
‎

IMG 20260323 WA0019

‎“Selama 17 tahun, saya hanya kirim uang ke orang tua sekitar dua kali setahun, itu pun sekitar Rp2 sampai Rp3 juta,” katanya.
‎
‎Tak hanya itu, EP juga mengaku sempat dilarang pulang ke Indonesia. Hingga akhirnya, ia dipulangkan pada Juli 2025 dalam kondisi hamil.
‎
‎Ia menyebut kehamilan tersebut terjadi akibat hubungan dengan anak majikan yang sebelumnya diasuhnya. Kondisi itu membuatnya mengalami tekanan hingga intimidasi dari pihak majikan.
‎
‎“Saya dipaksa tanda tangan surat tanpa pendamping dalam kondisi tertekan. Dijanjikan hak saya akan ditransfer setelah sampai di Indonesia, tapi sampai sekarang tidak ada,” ungkapnya.
‎
‎Setibanya di tanah air, cobaan kembali menimpa EP. Bayi yang dikandungnya meninggal dunia, sementara emas yang dibawanya tidak memiliki nilai.
‎
‎Kini, EP berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Cirebon, khususnya Bupati Cirebon, Imron, untuk membantu memperjuangkan hak-haknya yang belum dibayarkan. Saya hanya ingin keadilan dan hak saya bisa kembali,” tuturnya.
‎

IMG 20260323 WA0016

‎Sementara itu, ibu EP, MN, membenarkan kondisi yang dialami anaknya. Ia menyebut selama 17 tahun bekerja, EP hanya mengirim uang sekitar dua kali dalam setahun.
‎
‎“Selama kerja, setahun hanya dua kali transfer. Pulang pun hanya membawa kandungan dan sedikit uang untuk perjalanan,” ujarnya.
‎
‎MN berharap pemerintah daerah dapat turun tangan membantu menyelesaikan persoalan tersebut.
‎
‎“Saya mohon kepada Bapak Bupati agar membantu mengurus hak anak saya yang belum terselesaikan,” pungkasnya
‎
‎Syahril

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *