Info Aceh

Pasca Banjir Bandang Tahun Lalu, Ribuan Hektare Sawah di Kecamatan Baktiya Tidak Bisa Dibajak, Zul Panton Desak Pemerintah Untuk Segera Atasi Keluhan Petani

×

Pasca Banjir Bandang Tahun Lalu, Ribuan Hektare Sawah di Kecamatan Baktiya Tidak Bisa Dibajak, Zul Panton Desak Pemerintah Untuk Segera Atasi Keluhan Petani

Sebarkan artikel ini
IMG 20260721 233457 580

FaktaNews24.com, ACEH UTARA – Warga di sejumlah desa terdampak banjir di Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, mengeluhkan lambannya penanganan jaringan irigasi yang rusak. Akibatnya, hingga kini ribuan hektare sawah belum dapat digarap sehingga mengancam mata pencaharian petani dan ketahanan pangan masyarakat.

Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Anggota DPRK Aceh Utara, Zulkifli, yang akrab disapa Joel Panton, saat bersilaturahmi dengan warga di Kecamatan Baktiya.

IMG 20260721 233640 448
|| Zulkifli (Zul Panton) Anggota DPRK Aceh Utara Menjumpai dan Mendengar Aspirasi Petani yang Mengeluh Tidak Bisa Turun Kesawah untuk Menanam Padi karena Irigasi Rusak Pasca Banjir Bandang Melanda Kawasan Tersebut. Dok : Alman.||

Dalam pertemuan tersebut, warga mengaku kesulitan memulai musim tanam karena saluran irigasi yang rusak akibat banjir belum juga direhabilitasi. Kondisi itu membuat banyak petani kehilangan sumber penghasilan dan semakin terbebani secara ekonomi.

Menanggapi aspirasi masyarakat, Joel Panton meminta pemerintah, termasuk pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) yang berwenang menangani jaringan irigasi, agar segera memprioritaskan rehabilitasi irigasi di wilayah terdampak.

“Persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ribuan hektare sawah di Kecamatan Baktiya belum bisa difungsikan pascabanjir. Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan semakin besar terhadap produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

IMG 20260721 WA0072
|| Ribuan Hektare Sawah Tidak Bisa digarap dikarenakan Irigasi Rusak akibat Banjir Bandang Yang Melanda Aceh pada Tahun 2025 Sila. ||

Selain persoalan irigasi, warga juga menyampaikan keluhan mengenai kesulitan memenuhi kebutuhan pangan. Menurut pengakuan warga, sebagian dari mereka belum menerima bantuan pangan maupun bantuan hidup (jadup) yang diharapkan.

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat pemulihan jaringan irigasi serta memastikan bantuan bagi warga terdampak banjir dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

Mahlil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *