Info PendidikanPendidikan

PERTANYAAN KRITIS: EMPAT KALI LAPORAN SEBELUMNYA — KE MANA MENGHILANG?

×

PERTANYAAN KRITIS: EMPAT KALI LAPORAN SEBELUMNYA — KE MANA MENGHILANG?

Sebarkan artikel ini
Kepala Sekolah
Kepala Sekolah
MOJO, KEDIRI — Kepala Sekolah “Heri Susanto”, Selasa (13/10/2026), Foto : Faktanews24.com

“PERTANYAAN KRITIS: EMPAT KALI LAPORAN SEBELUMNYA — KE MANA MENGHILANG?”  MOJO, KEDIRI — Pernyataan Kepala Sekolah Heri Susanto bahwa ini sudah kelima kalinya laporan serupa disampaikan, justru memunculkan pertanyaan yang jauh lebih besar dan mendesak:

Jika sudah ada empat laporan sebelumnya — mengapa masalahnya belum selesai? Apa yang terjadi pada keempat laporan itu? Apakah benar-benar tidak ada tindakan, atau justru ada yang berusaha menutup-nutupi?

❓ PERTANYAAN YANG HARUS DIJAWAB SEMUA PIHAK

Empat Laporan Sebelumnya — Ke Mana Perginya?

Jika memang sudah ada empat keluhan wali murid sebelumnya:

  • ✅ Apakah Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menerima dan mencatat keempat laporan tersebut?
  • ✅ Apakah pernah dilakukan kunjungan pengecekan langsung ke sekolah?
  • ✅ Mengapa praktik yang sama masih berjalan hingga hari ini — berarti tidak ada perbaikan sama sekali?

❓ Apakah ada dugaan penyelesaian secara diam-diam? Seperti kesepakatan yang membuat pelapor menarik laporan namun masalah sebenarnya tidak berhenti?

“Jika laporan pertama tidak ditindaklanjuti, laporan kedua diabaikan, ketiga dan keempat seolah tak ada — maka kelima kalinya ini bukan ‘laporan berulang’, melainkan bukti bahwa pelanggaran terus terjadi dan tidak ada yang menyelesaikannya.”

Dugaan “Uang Tutup Mulut” — Serius Dipertanyakan

Muncul kekhawatiran warga:

“Mengapa laporan-laporan sebelumnya seolah hilang ditelan bumi? Apakah ada yang diberi kompensasi agar diam? Atau ada yang dijanjikan sesuatu agar berita tidak tersebar?”

Kami tegaskan dengan tegas:

  • ❌ Kami tidak menerima uang, fasilitas, maupun janji apa pun untuk menutup mulut atau menghentikan pengawasan ini
  • ❌ Tidak ada kesepakatan tertulis maupun lisan yang membuat masalah ini selesai selama pungutan masih terjadi
  • ✅ Semua bukti tetap kami simpan dan kami perkuat — karena yang diperjuangkan bukan keuntungan pribadi, melainkan hak 854 siswa dan ratusan wali murid yang terbebani

“Belum Akrab” — Bukan Alasan Mengabaikan Keluhan

“Pak Heri bilang belum pernah bertemu dan belum akrab. Sejak kapan seseorang harus berteman dulu agar keluhannya didengar dan diperiksa? Apakah keluhan dari orang yang ‘akrab’ saja yang ditindaklanjuti, sementara yang lain diabaikan?”

⚠️ PERINGATAN TEGAS: KALI INI BERBEDA

Kelima kalinya ini — tidak akan berhenti seperti sebelumnya. Karena kali ini bukan hanya soal pungutan seragam, tetapi juga soal:

  • 🔸 Mengapa empat keluhan warga diabaikan begitu saja?
  • 🔸 Siapa yang bertanggung jawab membiarkan masalah berulang terus?
  • 🔸 Apakah ada pihak yang sengaja menghalangi penegakan aturan di sekolah ini?

Jika ada yang beranggapan masalah ini bisa diselesaikan dengan cara-cara tertutup — salah alamat. Selama satu orang siswa masih terbebani, selama satu rupiah masih dipungut secara paksa — pengawasan ini terus berjalan, laporan ini tidak akan dicabut, dan kebenaran harus disampaikan kepada publik.

📢 LANGKAH BERIKUTNYA: KITA SIAP

  • ✅ Semua bukti dikumpulkan dan diverifikasi — termasuk keluhan sebelumnya jika ada dokumennya
  • ✅ Laporan disusun lengkap dan diserahkan langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, dengan tembusan ke Inspektorat dan Kepala Dinas terkait
  • ✅ Jika dalam 7 hari kerja tidak ada tanggapan resmi dan tindakan nyata — laporan diserahkan ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk pemberitaan kepada masyarakat luas
  • ✅ Identitas pelapor dilindungi — yang dipertanggungjawabkan adalah isi laporan, bukan siapa yang melaporkan

“Jangan tanya ‘kenapa laporan ini ada lagi’. Tanyalah: ‘mengapa masalahnya masih ada sampai hari ini’. Itulah pertanyaan yang sesungguhnya harus dijawab — oleh pihak sekolah, oleh dinas, dan oleh kita semua.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *