Tulungagung

Makin Memanas, Kades Jumari yang Jadi Kordinator Proyek P3-TGAI Dengan Potongan 30% Dari Anggaran, Diduga Dipakai Untuk Dugem di THM

×

Makin Memanas, Kades Jumari yang Jadi Kordinator Proyek P3-TGAI Dengan Potongan 30% Dari Anggaran, Diduga Dipakai Untuk Dugem di THM

Sebarkan artikel ini
IMG 20260811 WA0012

TULUNGAGUNG // FN24

Sorotan tajam kini tertuju pada Desa Geger, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Sosok Kepala Desa Geger, Jumari, yang dikabarkan dikenal gemar bersenang-senang di Tempat Hiburan Malam (THM), kini justru membungkam seribu bahasa saat kejanggalan pelaksanaan Program P3-TGAI senilai Rp195.000.000 di desanya mulai terungkap. Mencuatnya dugaan pemotongan dana sebesar 30 persen membuat masyarakat makin bertanya-tanya: kemana perginya uang rakyat itu?

 

hippa tirto bumi willa desa geger yang memegang kendali proyek

 

Tim investigasi menelusuri jejak pelaksanaan program dan mendapatkan pengakuan dari Ketua HIPPA Desa Picisan, Rinta Maju, yang menyebutkan secara tegas: yang mengkoordinir dan mencarikan proyek P3-TGAI itu adalah HIPPA Tirto Bumi Willa dari Desa Geger. Sosok atau kelompok inilah yang memegang kendali penuh atas perolehan dan pelaksanaan proyek senilai ratusan juta rupiah tersebut.

 

Fakta ini memicu gelombang pertanyaan tajam: siapa sebenarnya pengurus HIPPA Tirto Bumi Willa? Bagaimana proses pembentukannya? Dan atas dasar apa kelompok inilah yang dipercaya mengkoordinir proyek pembangunan di Desa Geger?

 

dugaan kuat: dipotong 30% = diduga rp58,5 juta belum terjawab kemana perginya

 

Dana P3-TGAI sebesar Rp195.000.000 diduga kuat langsung dipotong 30 persen sejak pencairan pertama. Sesuai Petunjuk Teknis P3-TGAI, dana bantuan pembangunan dilarang dipotong dalam bentuk apa pun oleh pihak mana pun. Jika dugaan itu benar, berarti diduga sebesar Rp58.500.000 uang rakyat belum terpakai membangun irigasi sudah berpindah tangan. Siapa yang diduga memotong? Siapa yang diduga menerima? Atas nama apa dipotong? Dan kemana perginya? Hingga saat ini tidak ada satu pun yang berani menjelaskan.

 

semua ketua hippa serentak menjawab: yang tahu cuma hippa tirto bumi willa

 

Tim investigasi menelusuri ke sejumlah desa di Kecamatan Sendang untuk mendapatkan keterangan. Namun yang makin mencurigakan, setiap Ketua HIPPA yang ditemui memberikan jawaban serupa:

 

“Yang mengetahui segala urusan proyek P3-TGAI itu hanyalah HIPPA Tirto Bumi Willa Desa Geger.”

 

Pertanyaan pun menggunung: mengapa semua serentak menjawab sama? Mengapa informasi terkait proyek pembangunan desa harus tertutup rapat dan hanya boleh diketahui oleh satu kelompok tertentu?

 

kades jumari dikabarkan gemar hiburan malam, namun saat ditanya soal uang desa justru bungkam

IMG 20260811 WA0010 1

Ketika tim investigasi berupaya mengonfirmasi langsung kepada Kepala Desa Geger Jumari melalui pesan WhatsApp, sama sekali tidak ada balasan. Ia membungkam sepenuhnya. Padahal sosok Jumari dikabarkan dikenal cukup gemar bersenang-senang di dunia hiburan malam. Masyarakat pun mempertanyakan: jika untuk urusan hiburan malam diketahui banyak orang, mengapa untuk urusan uang rakyat Rp195 juta justru tidak ada yang berani menjelaskan?

 

Sebagai Kepala Desa, Jumari adalah penanggung jawab tertinggi atas segala kegiatan dan anggaran yang masuk ke desanya. Jika dana ratusan juta diduga dipotong dan dikoordinir kelompok tertentu namun Kades diam saja, publik makin mempertanyakan: mengapa tidak ada penjelasan apa pun? Apa yang sebenarnya ditutupi?

 

warga desak: sebutkan pengurus hippa tirto bumi willa, klarifikasi dugaan potongan 30%, audit sekarang!

 

Masyarakat Desa Geger dan tim pengawas menuntut kejelasan:

 

1. Siapa saja pengurus HIPPA Tirto Bumi Willa? Tunjukkan berita acara pembentukannya secara terbuka!

2. Klarifikasi dugaan potongan 30% = Rp58.500.000! Benarkah dipotong? Jika ya, siapa yang memotong? Siapa yang menerima? Tunjukkan bukti sahnya!

3. Asal-usul proyek harus jelas: diusulkan oleh siapa? Anggota Dewan mana? Partai apa?

4. Atas dasar apa HIPPA Tirto Bumi Willa yang mengkoordinir proyek? Apakah ada keputusan rapat atau penetapan resmi?

5. Inspektorat & Kejaksaan segera turun tangan telusuri aliran dana Rp195 juta dari atas sampai bawah, periksa kebenaran dugaan pemotongan tersebut.

 

“Uang rakyat Rp58,5 juta diduga dipotong dan semua serentak menyebut satu nama kelompok. Kalau urusan hiburan malam diketahui banyak orang, mengapa soal uang desa justru ditutup-tutupi? Jelaskan secara terbuka atau kami lapor sampai tuntas!” — tegas perwakilan warga.

 

Sampai berita ini diturunkan, Jumari tetap tidak memberikan tanggapan apa pun. Nama pengurus HIPPA Tirto Bumi Willa, asal-usul proyek, dan siapa yang diduga mengambil potongan 30% itu masih menjadi misteri yang belum terjawab.

(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *