Info Cirebon

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana Kunjungan Kerja di Cirebon

1
×

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana Kunjungan Kerja di Cirebon

Sebarkan artikel ini

Faktanews24.com
‎Cirebon – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke sentra Batik EB di Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Pada Selasa (10/3/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda pemerintah pusat dalam mendorong penguatan sektor pariwisata budaya di daerah.

‎Kunjungan Menteri Pariwisata ini juga dilakukan untuk meninjau sejumlah destinasi wisata unggulan di Kota dan Kabupaten Cirebon menjelang libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas wisatawan.

‎Dalam rangkaian kunjungannya, Widiyanti meninjau berbagai destinasi wisata budaya yang menjadi ikon Cirebon, di antaranya Keraton Kasepuhan, Museum Topeng Cirebon, kawasan wisata Batik Trusmi, hingga Stasiun Kereta Api Cirebon.

‎Setelah meninjau sejumlah lokasi di Kota Cirebon, rombongan Menteri Pariwisata melanjutkan agenda ke sentra batik di kawasan Trusmi, tepatnya di Batik EB, Desa Panembahan.

‎Kedatangan Menteri Pariwisata disambut langsung oleh Bupati Cirebon Imron bersama unsur Forkopimda Kabupaten Cirebon, Camat Plered, Kapolsek Plered beserta jajarannya,Danramil Plered beserta anggotanya, serta para pelaku usaha batik setempat.

‎Dalam kunjungannya, Widiyanti yang didampingi pemilik Batik EB berkeliling melihat langsung aktivitas para pengrajin batik. Ia juga mendapat penjelasan mengenai berbagai motif batik khas Cirebon yang sarat nilai filosofi dan menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah.

‎Bupati Cirebon, Imron menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan potensi wisata budaya di wilayahnya.

‎“Suatu daerah akan semakin dikenal apabila memiliki sektor pariwisata yang kuat serta budaya yang terus dijaga dan dilestarikan. Kami berharap nilai-nilai budaya Cirebon tetap terjaga dan semakin dikenal luas,” ujarnya.

‎Sementara itu, pemilik Batik EB Panembahan, Hisyam, mengatakan bahwa kunjungan Menteri Pariwisata menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi sentra batik Cirebon kepada pemerintah pusat.

‎Menurutnya, terdapat sekitar sembilan desa di Kabupaten Cirebon yang menjadi pusat produksi batik. Namun hingga kini potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya tersentuh program pengembangan pariwisata secara maksimal.

‎“Melalui kunjungan ini kami dapat berkomunikasi langsung dengan Kementerian Pariwisata. Harapannya Ibu Menteri bisa melihat secara langsung kondisi para pengrajin batik di sini,” ungkapnya.

‎Hisyam juga menyebutkan bahwa Cirebon memiliki dua indikasi geografis batik yang menjadi kebanggaan daerah, yakni motif Batik Mega Mendung dan Batik Rawit yang telah menjadi identitas budaya khas Cirebon.

‎Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan sektor pariwisata serta industri kreatif batik di Cirebon dapat terus berkembang dan mampu menarik minat wisatawan, khususnya menjelang musim libur panjang.

‎Jono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *