Faktanews24.com – Pacitan, Pemerintah Kabupaten Pacitan terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui program TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh). Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan masyarakat yang sehat sekaligus mempercepat upaya eliminasi TBC.
Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan, upaya penemuan kasus TBC dilakukan dengan memperluas jangkauan deteksi dini di tengah masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh yakni pelaksanaan tracing TB yang diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Integrasi kedua layanan tersebut memungkinkan proses skrining kesehatan dilakukan secara lebih komprehensif. Masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan berdasarkan gejala yang dirasakan, tetapi juga dapat menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai kriteria yang telah ditentukan.
Salah satu fasilitas yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut adalah Portable X-Ray. Fasilitas rontgen dada portabel tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat yang memenuhi kriteria pemeriksaan.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, mengatakan penguatan deteksi dini menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah menemukan kasus TBC sedini mungkin.
Menurutnya, pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan berdasarkan gejala yang muncul. Dengan dukungan pemeriksaan penunjang, petugas kesehatan dapat melakukan penapisan secara lebih menyeluruh terhadap masyarakat yang memiliki faktor risiko atau memenuhi kriteria pemeriksaan.
“Melalui tracing TB yang terintegrasi dengan CKG, skrining yang dilakukan menjadi lebih komprehensif. Tidak hanya melihat gejala awal, tetapi juga dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai kriteria,” kata dr. Daru saat diwawancarai wartawan pada Senin, 10 Agustus 2026.
Kehadiran Portable X-Ray menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan layanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat.
Teknologi rontgen dada portabel memungkinkan pemeriksaan dilakukan tanpa harus selalu bergantung pada fasilitas kesehatan yang memiliki perangkat rontgen permanen. Dengan demikian, layanan deteksi dini dapat dibawa lebih dekat ke lingkungan masyarakat.
Konsep tersebut dinilai penting dalam penanggulangan TBC karena semakin cepat seseorang yang terindikasi TBC ditemukan, semakin cepat pula proses pemeriksaan lanjutan dan penanganannya dapat dilakukan.
Selain mempercepat penemuan kasus, pemeriksaan di tengah masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan.

Dinkes Pacitan mendorong masyarakat agar tidak menunggu kondisi kesehatan memburuk sebelum melakukan pemeriksaan. Apabila terdapat gejala atau faktor risiko yang mengarah pada TBC, masyarakat diharapkan segera memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Program TOSS TB tidak hanya berorientasi pada penemuan penderita. Sesuai dengan konsep Temukan, Obati Sampai Sembuh, penanganan TBC harus dilakukan secara berkelanjutan.
Setelah kasus ditemukan, pasien perlu mendapatkan pengobatan sesuai ketentuan medis dan menjalani pengobatan sampai dinyatakan sembuh. Kepatuhan terhadap pengobatan menjadi bagian penting untuk memastikan proses penyembuhan berjalan optimal sekaligus mengurangi risiko penularan.
Karena itu, kegiatan tracing dan skrining menjadi pintu awal dalam rangkaian penanggulangan TBC. Penemuan kasus secara aktif kemudian perlu diikuti dengan pemeriksaan, pengobatan, pemantauan, serta dukungan kepada pasien agar dapat menyelesaikan pengobatannya.
Upaya tersebut juga penting untuk mencegah munculnya kasus baru di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.
Dalam kegiatan yang terintegrasi dengan CKG, masyarakat yang memenuhi kriteria dapat memperoleh pemeriksaan menggunakan Portable X-Ray secara gratis.
Pemeriksaan rontgen dada tersebut menjadi salah satu metode pemeriksaan penunjang dalam proses skrining TBC. Dengan perangkat yang dapat dipindahkan, pemeriksaan dapat dilakukan di lokasi kegiatan sehingga masyarakat tidak harus selalu datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan tertentu untuk mendapatkan akses pemeriksaan awal.
Meski demikian, hasil skrining tetap perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme pemeriksaan kesehatan sesuai standar apabila ditemukan indikasi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dinkes Pacitan menekankan bahwa skrining bukan berarti setiap orang yang menjalani pemeriksaan langsung dinyatakan menderita TBC. Pemeriksaan merupakan bagian dari proses penemuan dan penapisan untuk menentukan apakah seseorang memerlukan pemeriksaan lanjutan.
TBC merupakan penyakit yang penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga masyarakat.
Deteksi dini menjadi salah satu langkah penting karena penderita yang belum diketahui status penyakitnya berpotensi menjadi sumber penularan apabila tidak segera mendapatkan penanganan.
Melalui kegiatan tracing TB, petugas kesehatan dapat melakukan penelusuran terhadap masyarakat yang memiliki hubungan atau faktor risiko tertentu. Proses tersebut kemudian diperkuat dengan pemeriksaan kesehatan melalui CKG dan pemeriksaan penunjang bagi masyarakat yang memenuhi kriteria.
Dengan pola tersebut, upaya penemuan kasus diharapkan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan karena mengalami keluhan, tetapi juga dilakukan secara lebih aktif.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat penemuan kasus TBC sekaligus memperkuat upaya pemutusan rantai penularan.
Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus memperkuat berbagai langkah dalam penanggulangan TBC.
Integrasi tracing TB dengan CKG menjadi salah satu bentuk inovasi pelayanan kesehatan yang bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan.
Kehadiran Portable X-Ray juga memberikan kemudahan karena pemeriksaan dapat dilakukan secara lebih fleksibel dan mendekati masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kasus bisa ditemukan lebih awal, kemudian mendapatkan penanganan dan pengobatan sampai sembuh,” jelas dr. Daru.
Menurutnya, langkah cepat dalam melakukan deteksi dini merupakan bentuk perlindungan kesehatan masyarakat. Semakin cepat potensi kasus diketahui, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan.
Program TOSS TB dengan prinsip Temukan, Obati Sampai Sembuh pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang pemeriksaan, tetapi juga tentang memastikan setiap kasus yang ditemukan mendapatkan penanganan hingga tuntas.
Dinkes Pacitan berharap masyarakat ikut berperan aktif dengan tidak mengabaikan kondisi kesehatan, bersedia mengikuti skrining apabila memenuhi kriteria, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat, upaya mewujudkan Kabupaten Pacitan yang sehat dan bebas TBC diharapkan dapat terus diperkuat.
Deteksi dini, pengobatan yang tepat, kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, serta dukungan lingkungan menjadi bagian penting dari perjalanan menuju eliminasi TBC.
Melalui TOSS TB, pesan yang ingin ditekankan sederhana namun penting: temukan kasusnya, obati sesuai standar, dan pastikan sampai sembuh.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno











