Indramayu

Tenda Protes Berdiri di Alun-Alun Indramayu, Aktivis PAKSI Gelar Aksi Diam 3 Hari

8
×

Tenda Protes Berdiri di Alun-Alun Indramayu, Aktivis PAKSI Gelar Aksi Diam 3 Hari

Sebarkan artikel ini
IMG 20260310 WA0015

Fakatanews24.com – Indramayu – Sebanyak 15 aktivis yang tergabung dalam wadah Pusat Advokasi dan Pekerja Seni Indramayu (PAKSI) Idaman menepati rencana mereka dengan menggelar aksi tenda di Alun-Alun Indramayu, tepatnya di depan Pendopo Kabupaten Indramayu, Selasa (10/3/2026).

Aksi yang tergolong tidak biasa ini direncanakan berlangsung selama tiga hari tiga malam, mulai 10 hingga 13 Maret 2026. Para peserta aksi memilih bertahan di lokasi dengan mendirikan tenda sebagai bentuk protes terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati Indramayu Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin.

Koordinator lapangan aksi, Masdi, mengatakan para peserta akan tetap berada di lokasi selama aksi berlangsung, termasuk menjalankan aktivitas sehari-hari seperti makan, istirahat, hingga sahur dan berbuka puasa bagi yang menjalankannya.

“Kami sudah berkomitmen. Aksi ini berlangsung siang dan malam selama tiga hari. Peserta yang berpuasa juga akan buka dan sahur di sini,” ujar Masdi di lokasi aksi.

Ia juga mengajak masyarakat Indramayu untuk turut menyampaikan aspirasi mereka terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk kritik terhadap berbagai kebijakan yang dinilai belum memenuhi harapan publik.

Pada hari terakhir aksi, PAKSI Idaman juga berencana menghadirkan seorang dalang wayang kulit bersama sejumlah seniman. Mereka dijadwalkan menggelar prosesi ruwatan sebagai simbol doa dan refleksi budaya bagi kondisi daerah.

Masdi menjelaskan, dalam tradisi Jawa, ruwatan merupakan ritual yang dimaknai sebagai upaya membersihkan diri atau lingkungan dari kesialan serta memohon kebaikan di masa mendatang.

“Melalui ruwatan ini kami berharap Indramayu ke depan bisa lebih baik dan para pemimpinnya dapat menjalankan amanah dengan lebih selaras,” katanya.

Sementara itu, aktivis lainnya, Irsad dari WN 88, menyebut aksi diam dengan mendirikan tenda di depan pendopo merupakan bentuk evaluasi terhadap satu tahun kinerja pemerintah daerah.

“Aksi ini adalah bentuk protes kami terhadap kinerja pemerintahan saat ini. Kami menilai sejumlah janji politik, termasuk program ‘Beberes Indramayu’, masih jauh dari harapan masyarakat,” ujar Irsad.

PAKSI Idaman juga menyampaikan sejumlah tuntutan, salah satunya meminta agar Staf Khusus Bupati, Salman Al-Farisi, tidak lagi terlibat dalam pemerintahan daerah karena dinilai memicu polemik di lingkungan birokrasi.

Aksi tersebut telah diberitahukan kepada pihak kepolisian melalui surat resmi tertanggal 4 Maret 2026 kepada Kapolres Indramayu.

Para aktivis menyatakan akan tetap bertahan di lokasi hingga akhir jadwal aksi sambil menunggu respons dari pihak pemerintah daerah atas aspirasi yang mereka sampaikan.

dauri duryanto
Author: dauri duryanto

Jurnalist

Aksi
(D Duryanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *