Indramayu

Pernyataan Stafsus Bupati Tuai Penolakan, AWDB Umumkan Aksi Massa

69
×

Pernyataan Stafsus Bupati Tuai Penolakan, AWDB Umumkan Aksi Massa

Sebarkan artikel ini
YouTube Thumbnail Berita Terkini Simpel Cokelat 20260117 115911 0000

Faktanews24.com – Indramayu – Aliansi Wong Dermayu Bersatu (AWDB), gabungan berbagai elemen masyarakat Indramayu, menyatakan siap menggelar aksi unjuk rasa menyikapi pernyataan Staf Khusus (Stafsus) Bupati Indramayu, Salman, yang dinilai bernada rasis dan menyinggung rasa keadilan publik.

Aksi demonstrasi yang melibatkan unsur LSM, organisasi kemasyarakatan, aktivis, serta perwakilan masyarakat itu dijadwalkan berlangsung pada Senin (19/1). Massa rencananya akan menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk pernyataan yang dianggap merendahkan martabat masyarakat Indramayu.

Koordinator Umum AWDB, Asmawi Day, mengatakan pihaknya telah menyatukan sikap untuk turun ke jalan. Menurutnya, pernyataan yang disematkan kepada Salman dinilai tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik.

“Kami satu suara. Pernyataan tersebut kami nilai mengarah pada sikap rasis dan arogan. Indramayu tidak boleh menjadi ruang bagi ujaran yang berpotensi memecah belah,” ujar Asmawi, didampingi Koordinator Lapangan aksi, Tomi Susanto, Jumat (16/1).

Tomi menjelaskan, persiapan aksi saat ini telah memasuki tahap akhir, termasuk koordinasi lintas organisasi serta penyampaian pemberitahuan tertulis kepada aparat kepolisian. Rapat teknis terakhir disebut telah digelar di kawasan Sport Center Indramayu dan dihadiri berbagai unsur masyarakat, termasuk perwakilan mantan tenaga outsourcing Diskominfo.

Selain menyoroti pernyataan Salman, AWDB juga berencana menuntut kejelasan terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah tenaga outsourcing Diskominfo oleh pihak vendor, PT Bintang Service Management (BSM). Tomi menilai proses PHK tersebut terkesan tidak transparan dan diduga tidak prosedural.

Salah satu mantan tenaga outsourcing, Wanginah (40), menyatakan akan terus memperjuangkan hak-haknya. Ia menilai pemutusan kerja yang dialaminya bersama Komar dan rekan lain menyisakan banyak kejanggalan. “Kami berharap ada kejelasan dan keadilan. Ini penting agar tidak terulang pada pekerja outsourcing lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Salman menjadi sorotan publik setelah diduga melontarkan pernyataan bernada rasis saat bertemu Wanginah dan Komar di Pendopo Indramayu, 10 Januari 2026. Pertemuan tersebut bertujuan mengklarifikasi isu pemecatan tenaga outsourcing Diskominfo.

Wanginah menuturkan, pernyataan Salman disampaikan saat pertemuan berlangsung tegang. Namun hingga berita ini diturunkan, Salman belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan Intijayakoran.com melalui pesan WhatsApp pada Kamis (15/1) juga belum memperoleh tanggapan.

Redaksi masih membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.

dauri duryanto
Author: dauri duryanto

Jurnalist

FPWI
(D Duryanto)