LiLi Suryani Kepala Sekolah SMP 12 Tebo Himbau Siswanya Menggunakan Masker Dan Kurangi Aktivitas Di Luar Ruangan
TEBO ~ Faktanews24.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo telah melaporkan bahwa kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Tebo telah menembus 20.444 kasus hingga awal September 2026 akibat memburuknya kualitas udara. Kondisi kualitas udara yang belakangan kembali menjadi perhatian akibat kabut asap mendorong pihak sekolah di Kabupaten Tebo mengambil langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan peserta didik.
Kepala SMPN 12 Tebo Ajak Siswa Menggunakan Masker
Kepala Smp 12 Tebo, LiLi SURYANI, S.PD.I,M.PD.I mengimbau seluruh siswa agar menggunakan masker saat beraktivitas serta mengurangi kegiatan di luar ruangan, khususnya ketika kondisi udara sedang berkabut dan kualitas udara menurun.
“Kami mengimbau kepada seluruh siswa untuk menggunakan masker dan menjaga aktivitas di luar rumah. Jika tidak ada kepentingan yang mendesak, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan,” ujar LiLi Suryani.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kehati-hatian mengingat paparan udara yang tidak sehat dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak dan pelajar.
Berbeda dengan sejumlah daerah yang mulai menerapkan pembelajaran daring sebagai respons terhadap kondisi kualitas udara, Kabupaten Tebo hingga saat ini belum menerapkan pembelajaran secara daring.
Guru berharap pada pemerintah Tebo tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga aktif melakukan pemantauan dan pemeriksaan kualitas udara secara berkala.
Siswa Smpn 12 Tebo Masih Tatap Muka Dan Antisipasi Udara Memburuk Dengan Menggunakan Masker
“Kami berharap pemerintah provinsi dan pemerintah daerah terus aktif memeriksa kondisi serta kualitas udara. Informasi yang akurat sangat penting agar sekolah dapat mengambil langkah yang tepat demi keselamatan dan kesehatan siswa,” harapnya.
Ia menegaskan, sekolah akan terus mengingatkan peserta didik agar menjaga kesehatan dan mengikuti imbauan yang dikeluarkan pemerintah apabila terjadi peningkatan risiko akibat kualitas udara.
Kondisi udara yang tidak sehat seharusnya menjadi perhatian bersama. Pemantauan kualitas udara yang rutin, keterbukaan informasi kepada masyarakat, serta langkah antisipatif di sektor pendidikan dinilai penting agar keselamatan siswa tetap menjadi prioritas.(EE)











