Faktanews24.com – Pacitan, Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menjadi momen istimewa bagi Polres Pacitan untuk mempererat hubungan dengan insan pers. Melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar pada Selasa, 3 Maret 2026, jajaran kepolisian dan awak media duduk satu meja, menyatukan visi menjaga kondusivitas daerah melalui kolaborasi informasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat itu dihadiri langsung Kapolres Pacitan, Ayub Diponegoro Azhar, bersama pejabat utama di lingkungan Polres. Sejumlah jurnalis dari media cetak, daring, hingga elektronik tampak hadir, mencairkan sekat formalitas dalam balutan silaturahmi Ramadan.

Namun, buka puasa kali ini bukan sekadar agenda seremonial. Di balik hidangan takjil dan kebersamaan menjelang azan Magrib, tersirat pesan kuat tentang pentingnya sinergi antara kepolisian dan media sebagai dua pilar strategis dalam menjaga stabilitas sosial.
Dalam sambutannya, Kapolres Ayub menegaskan bahwa media memiliki peran vital dalam membangun persepsi publik yang sehat. Ia menyebut, arus informasi yang cepat di era digital menuntut akurasi dan tanggung jawab bersama.

“Sinergitas antara Polres dan rekan-rekan media sangat penting. Melalui pemberitaan yang edukatif dan konstruktif, kita bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di Pacitan tetap aman dan kondusif, terlebih kegiatan rontek gugah sahur menjadi atensi kita semua agar berjalan aman dan damai,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga hasil kerja kolektif. Di tengah dinamika masyarakat selama Ramadan mulai dari tradisi rontek hingga meningkatnya aktivitas malam hari peran media dalam menyampaikan informasi yang menenangkan dan tidak provokatif menjadi kunci.

Kapolres juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah. Menurutnya, pemberitaan yang baik mampu mencegah kesalahpahaman, meredam isu liar, sekaligus menjadi jembatan antara kebijakan publik dan pemahaman masyarakat.
“Informasi yang tersampaikan dengan baik dapat mencegah kesalahpahaman serta meredam potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” imbuhnya.

Momentum ini sekaligus menjadi refleksi bahwa di tengah tantangan era digital di mana kabar bohong mudah tersebar kolaborasi antara aparat dan jurnalis menjadi benteng pertama menjaga kepercayaan publik. Media bukan sekadar penyampai berita, melainkan mitra strategis dalam membangun narasi positif tentang pembangunan dan pelayanan publik.
Menjelang waktu berbuka, suasana kian mencair. Canda ringan dan diskusi santai menggantikan suasana formal. Tidak sedikit jurnalis yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertukar pandangan langsung dengan pejabat kepolisian mengenai berbagai isu aktual di Pacitan.

Kebersamaan itu menjadi simbol bahwa hubungan yang harmonis tidak dibangun dalam satu pertemuan saja, melainkan melalui komunikasi yang konsisten dan keterbukaan informasi.
Dengan semangat Ramadan yang sarat nilai persaudaraan, diharapkan sinergi antara Polres Pacitan dan insan media semakin solid, profesional, dan berintegritas. Karena pada akhirnya, keamanan daerah tidak hanya dijaga oleh aparat berseragam, tetapi juga oleh pena dan kamera yang bekerja untuk kebenaran serta kepentingan publik di Kabupaten Pacitan.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno












