Banyuasin,Faktanews24.Com-Temuan belatung pada nasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, kejadian tersebut ditemukan di SMP Negeri 1 Sumbawa pada Selasa, 3 Februari 2026.
Hal ini, perna menjadi rekomendasi pengawasan yang ketak diingatkan oleh HIMBA selaku organisasi kemahasiswaan Banyuasin, tentu menjadi sorotan serta tamparan keras bagi pemerintah untuk menjalankan regulasi yang berlaku dan komitmen dengan tujuan awalnya.
Himpunan Mahasiswa Banyuasin (HIMBA) menilai kritikan yang membangun di anggap telah di sepelehkan sehingga hal ini dapat terjadi
Ketua umum HIMBA, Joni Iskandar memaparkan bahwa hal ini sudah disampaikan bahwa keamanan dan standar operasional menjadi hal penting yang harus dikedepankan
Belatung ditemukan pada nasi yang dibagikan kepada siswa saat jam makan siang. Temuan tersebut pertama kali diketahui oleh siswa dan guru setelah melihat adanya belatung hidup di dalam nasi yang disajikan. Kejadian ini sontak menimbulkan kekhawatiran terkait kebersihan dan kelayakan makanan yang dikonsumsi peserta didik.
Menurut keterangan pihak sekolah, setelah temuan tersebut diketahui, pembagian makanan langsung dihentikan dan nasi MBG yang tersisa diamankan. Sekolah juga segera berkoordinasi dengan pihak penyedia makanan serta dinas terkait untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
HIMBA menilai temuan ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan bentuk kelalaian serius dalam pengawasan program MBG. Organisasi tersebut mengingatkan pemerintah daerah dan pihak penyelenggara agar lebih ketat dalam mengontrol proses pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami sudah pernah mengingatkan agar kualitas dan kebersihan MBG benar-benar diawasi. Temuan belatung ini membuktikan lemahnya pengawasan,” tegas Joni Iskandar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap penyedia makanan MBG, sementara sekolah memastikan siswa tidak mengonsumsi makanan yang diduga tercemar.
Sumber:Himba
Red(Tim)












