FaktaNews24.com, Indramayu — Proyek pembangunan jalan usaha tani menuai kekecewaan masyarakat Desa Manguntara Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu, pasalnya pengerasan jalan yang menggunakan cor beton tidak sesuai dengan SPEK dan terkesan asal jadi.
Saat awak media melakukan liputan ke lokasi pekerjaan proyek rehabilitasi Jalan usaha tani (JUT) di blok kuburan atau TPU tersebut ditemui oleh seseorang yang mengaku wartawan sekaligus dirinya mengaku sebagai pelaksana proyek, Rabu (20/08/2025).
Upaya konfirmasi awak media terkait proyek pembangunan Rehabilitasi Jalan usaha tani menemui jalan buntu. Jayang, yang disebut-sebut sebagai pelaksana proyek dan mengaku sebagai wartawan enggan memberikan keterangan dan bahkan mengeluarkan KTA sebagai wartawan sambil menunjukkan kartu identitasnya kepada wartawan yang hendak menanyakan kepada dirinya.
Diduga kuat penyedia jasa CV. BAHAGIA PULANG KERJA dari Kelurahan karanganyar jalan DI Panjaitan nomor 16 kabupaten Indramayu, Jawa barat tersebut mengeruk keuntungan dengan mengurangi bahan material dan sengaja melibatkan oknum wartawan untuk membekingi kegiatannya. Tindakan ini tentunya memunculkan kecurigaan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan proyek tersebut, terutama karena kualitas pekerjaan yang diduga asal-asalan dan tidak mengindahkan keselamatan pekerja proyek terlihat beberapa pekerja tidak dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD).
Terlihat pengecoran jalan tersebut tanpa adanya pengurugan dan jelas ini tidak sesuai dengan speknya, juga keganjilan pada papan proyek tidak di tuliskan panjang dan lebarnya serta ketebalannya, ungkap Salah satu awak media yang mencoba menghubungi pelaksana yang di duga mengaku wartawan benama Jayang tersebut.
Salah seorang warga Desa Manguntara mengungkapkan kekecewaanya dengan pembangunan proyek jalan tersebut dan menyampaikan kekhawatiran terkait hasil pembangunan jalan yang dinilai kurang maksimal.
”Kami warga butuh jalan yang layak, bukan proyek yang asal jadi,” tegasnya kepada awak media, dengan minta identitasnya dirahasiakan.
Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu terkait dugaan proyek asal-asalan dan adanya sikap tertutup pelaksana proyek tersebut. (yt)
![]()









