Faktanews24.com
CIREBON – DPC LSM Penjara Indonesia Kabupaten Cirebon memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-14 dengan menggelar aksi sosial di Alun-Alun Palimanan, Desa Palimanan Timur, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut meliputi bazar murah, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, serta santunan bagi anak yatim dan kaum duafa.
Peringatan Harlah ke-14 mengusung tema “14 Tahun Menguatkan Solidaritas, Meneguhkan Integritas, Mengawal Indonesia Maju Tanpa Korupsi.”

Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman yang akrab disapa Jigus mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap LSM Penjara Indonesia terus bersinergi dengan pemerintah daerah, termasuk dalam menjalankan fungsi pengawasan.
“Kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-14. Kami juga mengapresiasi kontribusi positif LSM Penjara Indonesia kepada masyarakat,” kata Jigus.

Menurutnya, sinergi pemerintah, LSM, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat penting untuk mendukung pembangunan Kabupaten Cirebon.
“Kami siap dikritisi. Mari bersama-sama membangun Kabupaten Cirebon ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Kabupaten Cirebon Asep Supriadi mengatakan, kegiatan ini kita memperingati Hari Lahir LSM Penjara Indonesia ke-14 tahun, dengan mengusung tema menguatkan solidaritas, meneguhkan integritas, mengawal Indonesia maju tanpa korupsi.
Kegiatan tersebut sengaja digelar di ruang terbuka agar organisasi lebih dekat dengan masyarakat.
“Basis LSM Penjara Indonesia cukup banyak di wilayah Palimanan. Kami ingin organisasi ini diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Asep.
Menurut Asep, kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit menjadi salah satu alasan digelarnya kegiatan sosial tersebut.
Ia meminta seluruh anggota LSM Penjara Indonesia lebih aktif berada di tengah masyarakat dan peka terhadap persoalan sosial.
“Kami harus membuka diri, membuka mata dan telinga terhadap kondisi masyarakat. Jangan sampai masyarakat merasa menghadapi kesulitan sendirian,” ujarnya.
Asep mengatakan seluruh rangkaian kegiatan Harlah ke-14 tahun dilaksanakan secara swadaya tanpa bantuan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Santunan diberikan kepada anak yatim dan kaum duafa melalui pembagian kupon yang telah diverifikasi secara internal.
“Kami bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana dan diterima masyarakat. Kami menyadari masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian,” katanya.
Asep berharap pemerintah daerah dan pemerintah kecamatan semakin peduli terhadap kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Harapan kami, kepedulian seperti ini bisa dilakukan secara nyata dan berkelanjutan di tingkat kecamatan,” tuturnya.
Jono











