Berita Nasional

BPS Pacitan Kerahkan Ratusan Petugas Sensus Ekonomi 2026, Menjemput Data dari Akar Kehidupan Rakyat

×

BPS Pacitan Kerahkan Ratusan Petugas Sensus Ekonomi 2026, Menjemput Data dari Akar Kehidupan Rakyat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260615 WA0031

Faktanews24.com – Pacitan, Di tengah derasnya arus perubahan ekonomi yang terus bergerak dari desa hingga kota, sebuah langkah besar dilakukan untuk memastikan setiap denyut aktivitas usaha rakyat tercatat secara utuh dan bermakna. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pacitan menggelar Apel Siaga Petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Pendopo Kabupaten Pacitan, pada Senin, 15 Juni 2026, sebagai penanda dimulainya perjuangan kolektif dalam memotret wajah ekonomi daerah secara lebih akurat, jujur, dan menyeluruh.

Bukan sekadar seremoni administratif, apel siaga tersebut menjadi simbol kesiapan ratusan petugas sensus yang akan turun langsung ke tengah masyarakat. Mereka akan menyusuri gang-gang perkampungan, sentra usaha kecil, pasar tradisional, kawasan perdagangan, hingga berbagai aktivitas ekonomi yang selama ini menjadi denyut kehidupan rakyat Pacitan.

Di balik setiap formulir yang akan diisi, tersimpan harapan besar agar pembangunan tidak lagi berjalan berdasarkan perkiraan, melainkan berpijak pada realitas yang benar-benar terjadi di lapangan.

Kegiatan strategis tersebut dihadiri berbagai unsur penting daerah. Hadir jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur TNI-Polri dari Polres Pacitan dan Kodim 0801/Pacitan, perwakilan TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara, instansi vertikal kementerian, serta sejumlah lembaga lainnya. Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa sensus ekonomi bukan hanya agenda BPS semata, melainkan kepentingan bersama untuk masa depan daerah.

Dalam amanat Bupati Pacitan yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Heru Wiwoho, ditegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam pembangunan modern. Tanpa data yang valid, pemerintah berisiko mengambil keputusan yang keliru dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Heru, pembangunan yang adil dan tepat sasaran hanya dapat diwujudkan apabila pemerintah memiliki gambaran yang utuh mengenai kondisi ekonomi masyarakat.

“Data ekonomi yang akurat, lengkap, dan berkualitas memiliki peran yang sangat strategis. Ini bukan sekadar angka, melainkan pondasi dasar bagi pemerintah daerah dalam merencanakan pembangunan serta mengambil kebijakan yang tepat sasaran demi kemajuan Kabupaten Pacitan,” ujar Heru saat membacakan amanat Bupati Pacitan.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa angka statistik bukanlah deretan data yang mati. Di dalamnya terdapat kisah para pedagang kecil yang bertahan di tengah persaingan pasar, petani yang berjuang menghadapi perubahan iklim, pelaku UMKM yang terus berinovasi, hingga para pekerja yang menjadi penggerak roda ekonomi lokal.

Karena itulah, sensus ekonomi memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar kegiatan pendataan. Ia merupakan upaya menghadirkan suara masyarakat ke dalam ruang-ruang perencanaan pembangunan.

Dalam perspektif pembangunan progresif, data merupakan alat perjuangan. Data yang benar mampu membuka ketimpangan yang selama ini tersembunyi, mengidentifikasi sektor-sektor potensial yang belum mendapat perhatian, sekaligus menjadi dasar bagi lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada kepentingan rakyat banyak.

Kesadaran inilah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Pacitan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat kecamatan dan desa diinstruksikan untuk membantu kelancaran tugas para petugas sensus selama berada di lapangan.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat luasnya wilayah Pacitan dengan karakteristik geografis yang beragam. Mulai dari kawasan pesisir, perbukitan, hingga desa-desa yang berada di wilayah terpencil membutuhkan koordinasi yang baik agar seluruh aktivitas ekonomi dapat terdata secara maksimal.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pacitan, Kiki, memberikan penekanan khusus kepada seluruh petugas agar menjaga integritas dan profesionalisme selama menjalankan tugas.

Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya diukur dari jumlah data yang terkumpul, tetapi juga dari kualitas dan tingkat keakuratan informasi yang diperoleh.

“Kami meminta seluruh petugas menjalankan amanah ini secara profesional dan menjunjung tinggi kualitas data. Potret ekonomi Pacitan yang andal hanya bisa lahir dari kerja keras petugas yang berintegritas di lapangan,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi sangat relevan di era ketika data telah menjadi salah satu aset paling berharga dalam proses pembangunan. Kesalahan kecil dalam pendataan dapat menghasilkan gambaran ekonomi yang bias dan berpotensi memengaruhi arah kebijakan publik.

Karena itu, para petugas sensus dituntut tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga mengedepankan ketelitian, kejujuran, dan kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Sensus Ekonomi 2026 sendiri menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperbarui basis data perekonomian nasional. Hasil sensus nantinya akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi, pertumbuhan usaha, perkembangan sektor produktif, hingga berbagai tantangan yang dihadapi pelaku ekonomi di daerah.

Bagi Kabupaten Pacitan, data tersebut akan menjadi kompas pembangunan untuk beberapa tahun ke depan. Pemerintah daerah dapat memetakan sektor unggulan, menyusun strategi peningkatan investasi, memperkuat UMKM, serta merancang program pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat sasaran.

Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kebutuhan terhadap data berkualitas semakin mendesak. Daerah yang memiliki basis data kuat akan lebih siap menghadapi perubahan dan mampu merumuskan langkah-langkah adaptif demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Melalui Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 ini, semangat kolaborasi antara pemerintah, BPS, aparat keamanan, dan masyarakat kembali ditegaskan. Sebuah gerakan bersama untuk memastikan tidak ada aktivitas ekonomi yang luput dari pendataan, tidak ada potensi daerah yang terabaikan, dan tidak ada suara rakyat yang hilang dari proses pembangunan.

Sebab pada akhirnya, pembangunan yang maju bukan hanya tentang proyek fisik dan angka pertumbuhan ekonomi. Pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika setiap kebijakan lahir dari pemahaman yang jujur terhadap realitas rakyat.

Dan realitas itu dimulai dari data yang akurat.

Melalui kerja keras para petugas sensus yang kini bersiap turun ke lapangan, Pacitan sedang menulis fondasi baru bagi masa depannya: sebuah masa depan yang dibangun bukan berdasarkan asumsi, melainkan berdasarkan fakta, bukan berdasarkan perkiraan, melainkan berdasarkan kebenaran yang hidup di tengah masyarakat. Sebuah langkah kecil dari pendataan, namun memiliki arti besar bagi perjalanan pembangunan daerah yang lebih adil, progresif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *