Berita Nasional

Inilah Kisah Seorang Guru Menjadi Direktur Training Center: Menemukan Jati Diri dan Jalan Kepemimpinan Bersama TesDIA

×

Inilah Kisah Seorang Guru Menjadi Direktur Training Center: Menemukan Jati Diri dan Jalan Kepemimpinan Bersama TesDIA

Sebarkan artikel ini
IMG 20260613 WA0023

Faktanews24.com – Depok, Tidak semua perjalanan menuju kepemimpinan lahir dari ambisi besar atau keinginan mengejar jabatan. Bagi Fauziah Purnama Yati, S.Pd.I., C.C., perjalanan tersebut justru dimulai dari sebuah pertanyaan sederhana yang terus mengiringi langkah hidupnya sejak masa kecil.

“Kenapa saya terus yang dipilih?”

Pertanyaan itu berulang kali muncul setiap kali dirinya dipercaya menjadi ketua kelas, sekretaris, bendahara, hingga koordinator berbagai kegiatan di lingkungan sekolah maupun organisasi.

Saat memasuki dunia pendidikan sebagai seorang guru, pola yang sama kembali terulang. Berbagai amanah datang silih berganti. Mulai dari mengelola kurikulum, menangani kesiswaan, menjadi operator sekolah, hingga memimpin berbagai program pendidikan yang membutuhkan ketelitian, ketegasan, dan kemampuan mengorganisasi banyak orang.

Menariknya, semua posisi tersebut bukan sesuatu yang sengaja ia kejar.

“Saya bukan tipe orang yang suka mencari jabatan atau tampil paling depan. Tapi entah kenapa, saya selalu dipercaya memegang amanah itu,” ungkap Fauziah saat berbagi kisah inspiratifnya kepada wartawan pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Menemukan Jawaban Setelah Bertahun-Tahun

Jawaban dari perjalanan panjang itu baru mulai ia temukan ketika mengenal TesDIA melalui pendampingan langsung Coach Abu Umar.

TesDIA merupakan instrumen pemetaan potensi dan kecerdasan yang membantu seseorang memahami desain kekuatan alami yang dimilikinya. Melalui proses tersebut, Fauziah mengaku menemukan penjelasan atas berbagai pengalaman hidup yang selama ini terasa biasa.

Saat hasil TesDIA menunjukkan roadmap kecerdasan Great Leader, dirinya terdiam cukup lama.

“Saat melihat hasilnya, saya langsung berkata, Masya Allah… pantesan. Pantesan saya selalu dipercaya memimpin, pantesan saya menyukai tantangan, dan pantesan saya lebih menikmati membangun sistem serta mengembangkan orang lain,” tuturnya.

Menurut Fauziah, pengalaman itu menjadi titik balik penting dalam kehidupannya.

Ia menyadari bahwa berbagai amanah yang datang selama ini bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari potensi kepemimpinan yang telah tertanam dalam dirinya sejak lama.

IMG 20260613 WA0013

Bukan Sekadar Tes Potensi

Bagi Fauziah, TesDIA bukan hanya alat untuk mengidentifikasi bakat atau kecerdasan dominan seseorang.

Lebih dari itu, TesDIA menjadi sarana untuk memahami desain diri yang telah Allah SWT titipkan kepada setiap manusia.

Pemahaman tersebut kemudian mengubah cara pandangnya dalam bekerja, memimpin, dan melayani masyarakat.

Dari seorang guru yang fokus mengajar di kelas, perjalanan kariernya terus berkembang hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Training Center TCI (TesDIA Center Indonesia).

Posisi tersebut membuatnya semakin dekat dengan berbagai kalangan pendidikan, mulai dari guru, kepala sekolah, pengawas, yayasan pendidikan, hingga lembaga-lembaga yang berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Banyak Potensi Hebat yang Belum Tergali

Di tengah aktivitasnya mendampingi berbagai institusi pendidikan, Fauziah menemukan satu fakta yang menurutnya sangat penting.

Masih banyak pendidik hebat yang belum benar-benar mengenal kekuatan terbaik dalam dirinya.

“Banyak guru yang hebat tetapi belum mengenal kekuatan terbaiknya. Banyak kepala sekolah yang bekerja keras tetapi belum memahami gaya kepemimpinannya sendiri. Padahal ketika seseorang mengenal dirinya, ia akan bekerja lebih bahagia, lebih produktif, dan lebih berdampak,” jelasnya.

Menurutnya, dunia pendidikan Indonesia membutuhkan lebih banyak pendidik yang memahami potensi dirinya. Sebab pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kurikulum atau sistem yang baik, tetapi juga oleh manusia-manusia yang menjalankannya.

Ketika seorang guru memahami kelebihan dan kekuatannya, proses belajar mengajar akan menjadi lebih efektif. Begitu pula ketika seorang kepala sekolah memahami gaya kepemimpinan alaminya, maka ia dapat membangun budaya kerja yang lebih sehat dan produktif.

Mengajak Pendidik Mengenali Potensi Diri

Melalui pengalaman pribadinya, Fauziah mengajak para guru, kepala sekolah, pengawas, praktisi pendidikan, hingga orang tua untuk mulai mengenal potensi terbaik yang ada dalam diri mereka.

Ia meyakini bahwa setiap individu memiliki peran unik yang dapat memberikan kontribusi besar bagi lingkungan sekitarnya.

Kisah hidupnya menjadi bukti bahwa terkadang jawaban atas perjalanan panjang seseorang telah dipersiapkan sejak lama. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk mengenali dan memahaminya.

“TesDIA bukan mengubah siapa kita. TesDIA membantu kita menemukan siapa diri kita sebenarnya,” tegas Fauziah.

Pesan sederhana tersebut kini menjadi inspirasi bagi banyak pendidik yang ingin terus bertumbuh, meningkatkan kualitas diri, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan Indonesia.

Saatnya Mengenal Potensi Terbaik Anda Bersama TesDIA

Apakah Anda pernah merasa:

✅ Sudah bekerja keras tetapi belum menemukan peran yang paling sesuai?

✅ Ingin memahami gaya kepemimpinan diri sendiri dan tim?

✅ Ingin mengetahui kekuatan alami yang Allah titipkan dalam diri?

✅ Ingin membangun tim sekolah yang lebih solid dan produktif?

TesDIA hadir untuk membantu menemukan jawabannya.

Melalui TesDIA, peserta akan mendapatkan pemahaman mendalam mengenai:

✨ Potensi dan kecerdasan dominan diri

✨ Gaya kepemimpinan alami

✨ Cara komunikasi yang efektif

✨ Kekuatan dan area pengembangan diri

✨ Strategi membangun tim sesuai potensi masing-masing

Cocok Untuk:

• Guru

• Kepala Sekolah

• Pengawas Sekolah

• Yayasan Pendidikan

• Orang Tua

• Mahasiswa

• Profesional dan Pemimpin Organisasi

Informasi TesDIA

📞 0812-9297-8340

📞 0877-8831-9357

📲 Instagram: @tesdiafamily

Redaksi Pendidikan Inspiratif

“Perubahan besar dalam pendidikan dimulai dari pendidik yang mengenal dirinya sendiri.”

Melalui pemahaman diri yang lebih baik, setiap pendidik dapat menemukan peran terbaiknya, memaksimalkan potensi yang dimiliki, dan menjadi bagian dari perubahan positif bagi masa depan pendidikan Indonesia.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *