Faktanews24.com
Cirebon – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Cirebon menggelar dialog pemuda bertajuk “Peran Strategis Pemuda Kabupaten Cirebon di Tengah Dinamika Geopolitik Global” di Padepokan Anti Galau, Desa Mundu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya CEO Padepokan Anti Galau Ustadz HM Ujang Busthomi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Cirebon Jois Putra, Ketua KNPI Kabupaten Cirebon Moh. Aan Anwaruddin, serta Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Bambang Mujiarto, ST dari Fraksi PDI Perjuangan. Selain itu, hadir pula para pemuda dan perwakilan organisasi kepemudaan (OKP) di Kabupaten Cirebon.
Ketua KNPI Kabupaten Cirebon Moh. Aan Anwaruddin mengatakan, dialog ini merupakan kelanjutan dari program kepemudaan yang telah digagas sejak beberapa bulan lalu. Menurutnya, kondisi global yang penuh ketidakpastian menuntut pemuda untuk memiliki kesiapan dan peran nyata dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Alhamdulillah, KNPI Kabupaten Cirebon bersama OKP kembali melaksanakan kegiatan ini sebagai langkah nyata membangun kesadaran pemuda. Di tengah ketidakpastian global, pemuda harus mampu mengambil peran strategis dan memberikan kontribusi positif bagi daerah,” ujar Aan.
Sementara itu, Kadispora Kabupaten Cirebon Jois Putra menekankan pentingnya memaksimalkan potensi pemuda di daerah. Berdasarkan data kependudukan, jumlah pemuda usia 16 hingga 30 tahun di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 580 ribu jiwa, yang merupakan kekuatan besar bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, potensi tersebut harus diarahkan ke berbagai sektor strategis, seperti teknologi informasi, pertanian, peternakan, perikanan hingga pengembangan UMKM.
“Kabupaten Cirebon memiliki potensi pemuda yang sangat besar. Jika dikelola dengan baik, mereka bisa menjadi motor penggerak pembangunan. Pemerintah siap memfasilitasi, baik melalui Dispora, dinas pertanian, maupun dukungan bagi pelaku UMKM,” kata Jois.
Di kesempatan yang sama, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Bambang Mujiarto memaparkan pentingnya pemahaman geopolitik bagi generasi muda.
Menurutnya, dinamika hubungan antarnegara saat ini tidak lepas dari berbagai kepentingan, terutama di bidang ekonomi dan kekuatan wilayah.
“Setiap negara memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Jika kita memahami geopolitik, kita akan melihat bagaimana posisi Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kekuatan strategis dalam konteks Nusantara,” jelas Bambang.
Ia juga menilai bahwa di era digital saat ini, pemuda tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga harus mampu menciptakan inovasi dan konsep digital yang dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan bangsa.
“Sekarang eranya digital. Pemuda tidak hanya mengikuti pasar, tetapi harus mampu menciptakan peluang dan inovasi digital yang dapat memperkuat ekonomi dan daya saing bangsa,” tambahnya.
Melalui dialog tersebut diharapkan tercipta sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda dalam membangun ekosistem pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Cirebon.
Kegiatan dialog pemuda ini kemudian ditutup dengan acara buka puasa bersama seluruh peserta yang hadir
Jono
![]()













