Pemerintah Daerah

Sinergi Antar-Provinsi: Langkah Strategis Pemasaran Beras Premium “Nona Merauke” ke Papua Pegunungan

×

Sinergi Antar-Provinsi: Langkah Strategis Pemasaran Beras Premium “Nona Merauke” ke Papua Pegunungan

Sebarkan artikel ini
Tim 5 Ekspedisi Patriot IPB University 2026 dipimpin oleh Dr. Doni Sahat Tua Manalu

Merauke, Papua Selatan – Penguatan agribisnis padi di Kabupaten Merauke terus diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengembangan rantai nilai dan perluasan akses pasar. Salah satu peluang yang mulai dikaji adalah pengembangan pemasaran beras lokal Merauke melalui produk beras premium Nona Merauke untuk menjangkau pasar antardaerah, termasuk Provinsi Papua Pegunungan.

Langkah tersebut sejalan dengan fokus Tim 5 Ekspedisi Patriot IPB University 2026 dalam mendorong penguatan kelembagaan agribisnis padi di Kabupaten Merauke. Tim yang dipimpin oleh Dr. Doni Sahat Tua Manalu yang sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memetakan kondisi rantai nilai agribisnis padi, mulai dari sektor hulu hingga hilir

Koordinator Lapangan Tim 5 Ekspedisi Patriot IPB University, Doki Efendi, menjelaskan bahwa penguatan kelembagaan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem agribisnis padi yang berkelanjutan. Pemetaan rantai nilai diperlukan untuk melihat hubungan antarpelaku sekaligus mengidentifikasi titik-titik yang masih dapat dikembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas padi.

Dalam konteks tersebut, pengembangan produk Nona Merauke menjadi salah satu bentuk hilirisasi yang dapat memperkuat posisi beras lokal. Beras tidak lagi hanya dipandang sebagai komoditas yang berhenti pada proses produksi dan penjualan gabah, tetapi dikembangkan melalui tahapan pengeringan, penggilingan, pengemasan, branding, hingga pemasaran.

Konsep tersebut membuka peluang bagi beras lokal Merauke untuk memiliki nilai tambah sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas. Produk dengan identitas daerah seperti Nona Merauke juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan komoditas unggulan Papua Selatan ke pasar regional.

 

WhatsApp Image 2026 09 30 at 10.47.47 2

Salah satu pasar potensial yang dapat dijajaki adalah Papua Pegunungan. Kedekatan wilayah dalam konteks kawasan Tanah Papua serta kebutuhan terhadap komoditas pangan membuka peluang pengembangan jalur perdagangan dan distribusi beras antardaerah. Namun, pengembangan pasar tersebut perlu didukung oleh kesiapan produk, standar mutu, kontinuitas pasokan, sistem logistik, serta kemitraan antara pelaku usaha di kedua wilayah.

Bagi Merauke, perluasan pasar ke wilayah lain di Tanah Papua dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat hilirisasi padi. Sementara bagi wilayah tujuan, akses terhadap produk beras lokal dari sentra produksi dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperkuat jaringan pasokan pangan regional.

Pengembangan Nona Merauke menuju pasar antardaerah juga memerlukan penguatan kelembagaan di sepanjang rantai bisnis. Petani, kelompok tani, penggilingan, pelaku usaha, distributor, ritel, hingga pemerintah daerah memiliki peran yang saling berkaitan dalam memastikan produk dapat bergerak dari sentra produksi menuju konsumen secara efisien.

Dengan demikian, penjajakan pemasaran Beras Premium Nona Merauke ke Papua Pegunungan bukan sekadar upaya memperluas pasar produk, tetapi juga bagian dari proses membangun rantai nilai beras yang lebih terintegrasi. Dari sisi hulu, penguatan produksi dan kelembagaan petani perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pascapanen. Sementara dari sisi hilir, penguatan merek, kemasan, distribusi, dan akses pasar menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai tambah beras lokal.

Ke depan, peluang sinergi antarprovinsi tersebut dapat dikembangkan melalui pemetaan kebutuhan pasar, penjajakan calon mitra distribusi, uji pasar produk, serta pengembangan skema perdagangan yang melibatkan pelaku usaha dari Papua Selatan dan Papua Pegunungan.

WhatsApp Image 2026 09 30 at 10.47.48

Melalui pendekatan tersebut, Merauke tidak hanya berperan sebagai salah satu sentra produksi pangan di Papua Selatan, tetapi juga memiliki peluang untuk mengembangkan produk beras lokal bernilai tambah yang dapat dipasarkan lebih luas di kawasan Tanah Papua.

B.H. Batuwael

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *