PALEMBANG (Faktanews24.com) – Kualitas udara di Kota Palembang memburuk pada Minggu (4/10/2026). Koordinator Koalisi Aksi Masyarakat Peduli Palembang (KAMPANG), Rizky Pratama, mendesak Pemerintah Kota Palembang untuk mempertimbangkan pembatasan aktivitas di luar ruangan hingga kondisi membaik.
Desakan itu disampaikan Rizky merespons data pemantauan kualitas udara yang menunjukkan peningkatan indeks polusi akibat kabut asap.
“Berdasarkan pemantauan yang kami lihat, kondisi udara Palembang hari ini berada pada level sangat tidak sehat. Kami meminta Walikota Palembang untuk berani mengambil kebijakan pembatasan sementara sampai keadaan kembali normal,” ujar Rizky Pratama kepada wartawan, Minggu (5/10/2026).
Berdasarkan data pemantauan real-time sore ini, Indeks Kualitas Udara (AQI US) Palembang terpantau di kisaran *227-290* dengan kategori *Very Unhealthy* atau sangat tidak sehat. Kondisi cuaca tercatat smoke atau berasap dengan suhu 34 derajat celcius, dengan polutan utama O3 dan PM2.5.
Data IQAir wilayah Sumatera Selatan juga menunjukkan Palembang sebagai kota dengan AQI tertinggi di Sumsel, yakni 290, di atas Kayu Agung 197 dan Sungaigerong 181. Secara nasional, Palembang tercatat sebagai salah satu kota dengan polusi tertinggi hari ini.
KAMPANG menilai, pada kondisi AQI di atas 200, kelompok rentan seperti anak sekolah, ibu hamil, dan lansia perlu mendapat perhatian khusus.
“Kesehatan warga harus jadi prioritas. Pembatasan sementara untuk aktivitas belajar dan kerja di luar ruangan perlu dipertimbangkan agar tidak menambah risiko ISPA,” kata Rizky.
Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi pihak terkait (Pemerintah/Dinas Terkait) terkait usulan tersebut. Media Faktanews24 membuka ruang hak jawab dan tanggapan atas berita yang dipublikasi.
(Arta FN24)











