Faktanews24.com – Pacitan, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) lintas komisariat se Cabang Pacitan menggelar konsolidasi kader dengan mengusung tema “Meneguhkan Ideologi, Memperkuat Basis Pergerakan”, yang di laksanakan di Pantai Srau, Pacitan, pada 29-30 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat pemahaman ideologi, solidaritas antara kader, serta basis pergerakan organisasi.
Ketua Pelaksana, Robby Nur Cahyo menekankan bahwa konsolidasi kader tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi. Menurutnya, konsolidasi harus mampu memperkuat kesadaran ideologis sekaligus menyatukan arah gerak kader dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Meneguhkan ideologi bukan hanya memahami gagasan secara teoritis, tetapi bagaimana nilai-nilai perjuangan itu menjadi pijakan kader dalam berpikir, bersikap, dan bergerak. Konsolidasi ini menjadi momentum untuk memperkuat basis pergerakan agar tetap hidup dan berpihak pada kepentingan rakyat,” ujar Robby.
Menurutnya kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur, tetapi juga oleh kualitas kader dan kedekatan gerakan dengan masyarakat. Karena itu, kader dituntut tidak berhenti pada ruang diskusi, tetapi mampu menerjemahkan gagasan dan ideologi perjuangan melalui tindakan nyata.
“Gerakan tidak boleh berhenti pada teori. Kader harus hadir, membaca persoalan yang ada, dan mengambil bagian dalam menjawabnya. Basis pergerakan harus dibangun melalui kerja nyata dan kedekatan dengan masyarakat,” tambah Robby.
Selain konsolidasi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan aksi bersih Pantai Srau sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian dan keberlanjutan lingkungan.
Ia juga menilai bahwa penguatan ideologi dan gerakan sosial harus berjalan beriringan. Konsolidasi kader menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, komunikasi, dan kerja organisasi di tingkat basis.
“Meneguhkan ideologi harus berjalan bersama dengan kerja-kerja konkret. Kita ingin kader tidak hanya kuat secara gagasan, tetapi juga mampu hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat,” lanjut Robby.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membangun kesadaran, solidaritas, sekaligus kepedulian sosial dan lingkungan.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno











