Berita Nasional

Pedagang Menjerit Harga Plastik Melonjak Tajam

×

Pedagang Menjerit Harga Plastik Melonjak Tajam

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260330 163957

Faktanews24.com| KOTA ‎BEKASI – Sejumlah pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bekasi mulai menjerit akibat lonjakan harga plastik yang tidak terkendali dalam sebulan terakhir.

‎Kenaikan ini ditengarai sebagai dampak tidak langsung dari memanasnya eskalasi konflik di Timur Tengah, yang berimbas pada melambungnya harga bahan baku minyak bumi dunia.

‎Pantauan di lapangan menunjukkan harga berbagai jenis plastik, mulai dari kantong kresek hingga plastik kiloan, mengalami kenaikan signifikan hingga lebih dari 50 persen dari harga normal.

‎Kondisi ini membuat para pedagang eceran maupun pengguna plastik merasa terhimpit di tengah situasi ekonomi yang belum stabil.

‎Bayu  (35), pemilik toko plastik di Jalan Iswahyudi,Jatiasih , mengungkapkan bahwa tanda-tanda kenaikan harga sudah terasa sejak sebulan lalu, tepatnya setelah konflik Iran-Israel memanas.

‎”Sudah ada informasi dari supplier semenjak perang Iran itu. Mereka bilang jualan hati-hati, harga plastik bakalan tinggi karena bahan dasarnya minyak bumi. saya  pikir awalnya enggak mungkin, eh ternyata terjadi,” ujar bayu saat ditemui di tokonya, Senin (30/3/2026).

‎Bayu merinci, harga plastik jenis PE yang biasa digunakan untuk pembungkus kini menyentuh Rp 49.000 hingga Rp 53.000 per kilogram, tergantung merek. Namun, kenaikan paling tajam terjadi pada kantong kresek.

‎”Kantong kresek merek biasa yang tadinya Rp 9.000 sekarang jadi Rp 14.000. Kalau merek bagus seperti Tiger, dulu Rp 12.000 sekarang sudah nyenggol Rp 16.000. Dalam seminggu saja bisa sampai tiga kali naik,” keluhnya.

‎Akibat fluktuasi yang sangat cepat, Roni memilih untuk tidak menyetok barang dalam jumlah besar guna menghindari kerugian. “Stres juga jualnya. Pembeli juga jadi menahan diri, yang biasanya beli banyak sekarang cuma sesuai kebutuhan saja,” tambah bayu.

‎Dampak kenaikan ini sangat dirasakan oleh pedagang minuman yang bergantung penuh pada kemasan plastik. minan (45), seorang pedagang es kemasan di wilayah Jatisari mengaku bingung untuk menentukan harga jual kepada pelanggan.

‎”pusing saya mas  Saya cuma jual es kemasan  harga Rp 2.000an  Kalau saya naikin harganya, nanti pelanggan kabur. Tapi kalau enggak dinaikin, untungnya habis buat beli plastik sama sedotan doang,” kata minan  pasrah.

‎Ia sangat berharap Pemerintah Kota Bekasi dapat segera turun tangan untuk menstabilkan harga bahan baku plastik agar beban pedagang kecil tidak semakin berat.

‎”Harapannya ya harga bisa normal lagi kayak kemarin-kemarin. Biar jualan enak, enggak perlu mikir-mikir lagi tiap mau belanja plastik,” pungkasnya. (hwn)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *