FaktaNews24.com – Lampung Utara – Program beras murah untuk rakyat mendadak jadi barang gaib. Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang digelontorkan pemerintah melalui Perum BULOG untuk menjaga stabilitas harga beras medium, dilaporkan hilang total dari peredaran di Kabupaten Lampung Utara.
Sudah berhari-hari, warga kelimpungan mencari beras bersubsidi itu di pasar tradisional hingga warung-warung kecil. Hasilnya nihil.
Pantauan di sejumlah titik, lapak pedagang yang biasanya menjual beras SPHP dengan harga eceran tertinggi Rp 12.000 per kilogram kini kosong melompong. Yang tersisa hanya beras premium dan medium komersial dengan harga selangit, menembus Rp 15.000 hingga Rp 16.000 per kg.
“Hilang, dek. Sudah empat hari ini saya muter-muter pasar Kotabumi cari SPHP tidak ada. Di warung dekat rumah juga tidak ada,” keluh Suryani (40), ibu rumah tangga di Kotabumi, Minggu (27/7/2026).
Kondisi ini jelas mencekik masyarakat kecil. Di saat harga kebutuhan lain merangkak naik, hilangnya beras SPHP yang menjadi tumpuan warga berpenghasilan rendah membuat beban dapur makin berat.
“Sekarang terpaksa beli beras biasa yang mahal. Kalau begini terus, kami yang kecil ini mau makan apa? Pemerintah katanya jaga harga, tapi barangnya saja tidak ada,” timpal warga lainnya dengan nada kesal.
Hilangnya beras SPHP di pasaran memunculkan tanda tanya besar. Ke mana perginya ribuan ton beras yang seharusnya membanjiri pasar Lampung Utara? Apakah ada permainan distribusi, penimbunan, atau BULOG yang memang sengaja menyetop pasokan?
Hingga berita ini diturunkan, pihak Perum BULOG Cabang Lampung Utara belum memberikan keterangan resmi. Sikap bungkam ini justru menambah kecurigaan publik.
Masyarakat mendesak Dinas Ketahanan Pangan dan Perum BULOG untuk segera buka suara dan bertindak. Jangan biarkan program negara untuk rakyat miskin hanya menjadi slogan di atas kertas, sementara di lapangan rakyat dibiarkan menjerit karena beras hilang.
Warga meminta pemerintah daerah segera melakukan operasi pasar dan sidak ke gudang-gudang distributor untuk memastikan ke mana hilangnya beras SPHP tersebut.
Jika pemerintah tidak hadir saat rakyat butuh beras murah, lalu untuk siapa sebenarnya program SPHP ini dibuat?












