Berita Nasional

Gebrakan Calung Garut Pukau Pengunjung Pasar Seni Ancol

×

Gebrakan Calung Garut Pukau Pengunjung Pasar Seni Ancol

Sebarkan artikel ini
IMG 20260627 210003 10

Faktanews24.com | ‎JAKARTA – Alunan bambu bernada ritmis berpadu dengan gelak tawa penonton memecah keramaian di Pasar Seni Ancol. Pelaksanaan kegiatan seni dan budaya di destinasi wisata legendaris ini berlangsung sukses dan meriah.

‎Salah satu penyeru utama dalam acara ini adalah kehadiran kelompok seni asal Kabupaten Garut, Jawa Barat.
‎Mereka sukses memukau penonton lewat pertunjukan calung, lawak tradisional, serta ragam kesenian khas Sunda lainnya.

‎Seni calung sendiri merupakan pertunjukan musik tradisional dari bambu khas masyarakat Sunda dan Banyumas. Berbeda dengan angklung yang digoyangkan, calung dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul khusus. Pertunjukan ini menjadi magnet kuat karena menggabungkan musik ritmis, nyanyian, dan humor yang jenaka.

IMG 20260627 214028 2

‎Perwakilan seniman Garut, Nunuy Okey, yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PASKI) Korwil Garut, menegaskan bahwa keikutsertaan mereka didasari oleh rasa kepedulian yang tinggi terhadap eksistensi seni tradisi.

‎“Kami ingin terus mengangkat seni dan budaya daerah agar tetap dikenal masyarakat luas. Kehadiran kami di Pasar Seni Ancol menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan budaya Garut kepada publik,” ungkap Nunuy di sela-sela acara.

‎Antusiasme tinggi tidak hanya datang dari penyelenggara, tetapi juga dari para pengunjung yang memadati area panggung. Nisa, salah seorang pengunjung, mengungkapkan kekagumannya setelah menyaksikan langsung pertunjukan tersebut.

‎”Seru sekali menonton Calung hari ini. Saya sangat terhibur dengan penampilan komediannya yang jenaka. Suara khas dari musik bambunya juga bikin suasana di sini jadi semakin meriah,” ujar Nisa dengan penuh semangat.

‎Keberlanjutan Ruang Kreatif
‎Kesuksesan acara ini memicu optimisme besar dari para pelaku seni. Ragam komunitas yang hadir berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkala dengan skala yang lebih besar. Mereka juga mendorong keterlibatan lebih banyak daerah dari seluruh Indonesia untuk menjaga keberlanjutan ruang kreatif bagi seniman tradisional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *