Faktanews24.com
CIREBON – Persoalan ekonomi dan sulitnya lapangan pekerjaan menjadi keluhan utama masyarakat Kabupaten Cirebon. Aspirasi tersebut disampaikan warga kepada Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Mujiarto, ST, saat melakukan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan tahun anggaran 2026.
Kegiatan berlangsung di Balai Desa Karang Sambung, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu (26/9/2026).

Bambang mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Berbagai persoalan yang disampaikan warga akan menjadi bahan evaluasi terhadap program dan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menurutnya, masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari ekonomi, lapangan pekerjaan, pendidikan, infrastruktur hingga kebudayaan.

“Keluhan yang banyak disampaikan masyarakat berkaitan dengan perekonomian. Pendapatan masih jauh dari harapan dan lapangan pekerjaan menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan,” kata Bambang.
Ia mendorong pemerintah membuka lebih banyak ruang ekonomi bagi masyarakat. Penguatan UMKM dinilai dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pendapatan sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga dinilai penting. Pemerintah perlu memberikan pendampingan agar masyarakat memiliki keterampilan dan mampu meningkatkan produktivitas.
“Ketika masyarakat sudah produktif, mereka bisa memberikan kontribusi terhadap perekonomian. Ini juga berkaitan dengan upaya mengatasi kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya.
Bambang juga menyoroti sektor pendidikan. Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah.
“Kualitas peserta didik dan tenaga pendidik harus menjadi prioritas. Jangan hanya membangun gedung yang bagus, tetapi kualitas pendidikannya juga harus ditingkatkan,” katanya.
Di sisi lain, persoalan infrastruktur, terutama kondisi jalan, juga menjadi aspirasi masyarakat. Bambang menilai perbaikan jalan penting untuk memperlancar mobilitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga.
Tak kalah penting, Bambang meminta kebudayaan Cirebon menjadi bagian dari arah pembangunan daerah. Menurutnya, kekayaan budaya dan kearifan lokal merupakan identitas yang harus tetap dipertahankan.
“Pembangunan harus tetap berpijak pada jati diri dan nilai budaya daerah. Jangan sampai kebijakan pembangunan keluar dari karakter Cirebon,” pungkasnya.
Jono











