Deli Serdang, Faktanews24.com
Suasana haru dan penuh harapan mewarnai keberangkatan kloter perdana jamaah haji dari Bandara Internasional Kualanamu pada Rabu dini hari (22/4/2026). Sebanyak 360 calon jamaah haji resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci, menandai dimulainya operasional Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dari Embarkasi Medan.
PT Angkasa Pura Aviasi menegaskan bahwa seluruh aspek operasional telah dipersiapkan secara maksimal demi memastikan perjalanan ibadah berjalan aman, nyaman, dan lancar. Mulai dari pelayanan penumpang, operasional penerbangan, keamanan, hingga fasilitas terminal dan dukungan teknis, semuanya telah disinergikan dengan berbagai pihak terkait.
Kloter pertama ini terdiri dari 223 jamaah asal Kota Binjai dan 131 jamaah dari Kota Medan, termasuk petugas haji. Pesawat yang membawa rombongan tersebut lepas landas tepat pukul 03.10 WIB menuju Madinah.
Pelaksana Tugas Director of Operation & Services PT Angkasa Pura Aviasi, Dedy Sri Cahyono, menegaskan bahwa penyelenggaraan haji bukan sekadar operasional penerbangan biasa, melainkan sebuah tanggung jawab besar berskala nasional.
“Kami memastikan Bandara Kualanamu siap melayani seluruh proses keberangkatan dan kepulangan jamaah secara optimal, dengan standar pelayanan terbaik,” ujarnya.
Selama musim haji tahun ini, Bandara Kualanamu akan melayani total 17 kelompok terbang (kloter), terdiri dari 13 kloter tujuan Madinah dan 4 kloter menuju Jeddah. Fase keberangkatan berlangsung dari 22 April hingga 11 Mei 2026, sementara kepulangan jamaah dijadwalkan pada 2 hingga 21 Juni 2026.
Diperkirakan sebanyak 5.995 jamaah akan dilayani melalui Embarkasi Medan, dengan rata-rata 360 orang per hari.
Tak hanya sebagai titik keberangkatan, Kualanamu juga memegang peran penting sebagai lokasi technical landing bagi penerbangan haji nasional dan internasional. Tercatat, akan ada 142 penerbangan transit dari Garuda Indonesia serta 132 penerbangan Saudi Arabian Airlines selama periode haji berlangsung.
Untuk menjamin kelancaran operasional, berbagai personel telah disiagakan, mulai dari tim keamanan bandara, layanan penumpang, hingga teknisi fasilitas keselamatan. Selain itu, fasilitas di Asrama Haji Medan juga telah dilengkapi perangkat pemeriksaan modern seperti X-Ray dan Walk Through Metal Detector (Wild).
Sebagai pusat kendali, Posko Haji Bandara Kualanamu akan beroperasi penuh sejak 22 April hingga 21 Juni 2026. Bahkan, skenario darurat (continue plan) juga telah disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, mulai dari cuaca ekstrem hingga keterlambatan penerbangan.
Dengan kesiapan menyeluruh ini, Bandara Kualanamu kembali menegaskan perannya sebagai salah satu gerbang utama keberangkatan jamaah haji Indonesia, sekaligus memastikan setiap langkah perjalanan menuju Tanah Suci dimulai dengan aman dan penuh kenyamanan. (tim)
![]()












