Info Jawa Timur

H. Tasirin SH MH: “Penanganan Beras Mentan Bisa Cepat, Tapi Gula Tidak, Ada Apa.”

34
×

H. Tasirin SH MH: “Penanganan Beras Mentan Bisa Cepat, Tapi Gula Tidak, Ada Apa.”

Sebarkan artikel ini
IMG 20250821 131528

MOJOKERTO. https.//FaktaNews24 com .Swasembada Pangan, Swasembada Gula sebagai bagian Swasembada Pangan, serta Swasembada Energi dan swasembada-swasemba lainnya untuk kepentingan rakyat – bangsa – negara menjadi niat utama dari Presiden Ke-8 Republik Indonesia (RI) Jenderal TNI HOR (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo untuk menjadi bagian utama Ketahanan Negara dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaeman juga bersemangat mewujudkan Swasembada Pangan, Swasembada Gula.

Vital. Super Vital. Sesuai pencanangan Proklamasi 17 Agustus 1945 serta UUD 1945, 18 Agustus 1945. Dan berarti Presiden Prabowo memahami situasi internal nasional dan situasi global namun berpedoman cita-cita bangsa – negara. Kurang lebih hal tersebut diungkapkan H. Tasirin SH MH (Abah Tasirin) pengurus Forum Petani Tebu (FPT) yang juga Pengawas DPD APTRI Jatim eks PTPN X.

Namun disayangkannya, proses pembelian gula milik petani tebu serasa berliku-liku, hingga panen periode 9 – 10 – 11 – 12, sangat banyak gula yang belum terbeli bahkan seratus ribu-an ton lebih. Menunjukkan tata niaga gula yang tidak jelas dan tidak tuntas dari tahun ke tahun. “Padahal saya sudah bicara tata niaga gula nasional sejak sekitar 15 tahun, agar tidak menjadikan petani tebu rugi dan malas budidaya tebu,” tambah Tasirin.

Namun situasi – kondisi saat ini termasuk yang terparah yang merugikan petani tebu, hingga memunculkan berbagai dugaan orang-orang lama mafia dan oknum yang berupaya untuk mengggalkan program Presiden RI Ke-8, Jenderal TNI HOR (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo.

Sedangkan semangat Mentan untuk mencapai Swasembada Gula, sangat tinggi. Tapi apakah Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaeman dan para menteri lain tidak berdaya dalam hal menangani tata niaga gula? Padahal Swasembada Gula tahun 2028, ditargetkannya bisa tercapai lebih awal.

Mentan serasa kurang all out, beda dengan saat menangani pembelian gabah petani untuk Swasembada Beras yang bisa berjalan begitu cepat. Ada apa?

Padahal seharusnya dari awal, sebelum giling dimulai, sudah terbeli karena petani tebu sangat membutuhkan pendanaan untuk proses budidaya.

Peran petani tebu seharusnya didukung untuk tingkatkan produksi untuk dukung percepatan Swasembada Gula dan tidak seharusnya disibukkan dengan penjualan gula.

Jadi, menurut Abah Tasirin, tugas petani adalah peningkatan produksi tebu. Untuk penjualan gula adalah tugas pemerintah, sedangkan untuk peningkatan rendemen adalah tugas pabrik.

Menurut Tasirin, jika terjadi harmonisasi tersebut, program mulia Presiden Prabowo untuk Swasembada Gula akan bisa lebih cepat terwujud, dan tidak akan kalah dari mafia gula selama serius. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 / 081215754186 (Siswahyu).

Sulaiman Zuhdi
Author: Sulaiman Zuhdi

Mojokerto
Siswahyu