Info Jawa Timur

🔴 FAKTA TELANJANG: Izin Keluar Juni 2025, Klinik Gumuk Rejo Masih 15 Persen — Rumput Lebih Dulu Tumbuh dari pada Bangunannya

×

🔴 FAKTA TELANJANG: Izin Keluar Juni 2025, Klinik Gumuk Rejo Masih 15 Persen — Rumput Lebih Dulu Tumbuh dari pada Bangunannya

Sebarkan artikel ini
IMG 20261009 WA0023

BANYUWANGI,  // FN24

Lebih dari satu tahun berlalu sejak izin bangunan diterbitkan, proyek klinik di Gumuk Rejo, Desa Mekarharjo, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi nyaris belum beranjak. Papan perizinan terpasang rapi di depan pagar, namun di baliknya pemandangan memilukan: rumput liar tumbuh lebih tinggi daripada kemajuan bangunan itu sendiri. Progres pengerjaan masih kisaran 15 persen — seolah proyek ini hanya “hidup di atas kertas”.

 

 

 

📋 DATA RESMI YANG TIDAK BISA DIPUNGKIRI

 

Dokumen Isi

Nomor PBG 54/PBG/510340802025.01

Tanggal Terbit Izin 04 Juni 2025

Lokasi Gumuk Rejo, Desa Mekarharjo, Purwoharjo, Banyuwangi

Progres Saat Ini ± 15% — belum ada struktur bangunan yang berarti

 

Sudah 16 bulan sejak izin diterbitkan. Jika dihitung wajarnya, bangunan seharusnya sudah selesai dan berfungsi. Faktanya? Masih berupa tanah kosong dan pondasi yang belum tuntas.

 

IMG 20261009 WA0022

 

📸 INI BUKTI FOTO — TIDAK BISA DIPUTAR BALIK

 

Yang terlihat di lapangan hari ini:

 

– ❌ Pondasi belum selesai, dinding belum naik — hanya terlihat kerangka minim yang seolah ditinggalkan lama

– ❌ Rumput liar dan semak belukar menutupi hampir seluruh area lokasi — tanda jelas pekerjaan sudah lama terhenti atau berjalan sangat lambat

– ❌ Tidak ada pekerja, tidak ada alat berat, tidak ada tanda-tanda aktivitas — lokasi sepi, seolah ditinggalkan begitu saja

– ❌ Bahan bangunan tidak terlihat menumpuk di lokasi — di mana anggarannya digunakan?

– ❌ Pagar berdiri kokoh, tapi di dalamnya kosong melompong — warga tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalamnya

 

“Pagarnya rapi, papan izinnya terpasang, tapi bangunannya belum ada. Ini bukan proyek pembangunan, ini proyek penundaan yang merugikan rakyat.”

 

 

 

⚠️ PERTANYAAN TEGAS — WAJIB Dijawab Pihak Terkait

 

Kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi & Instansi Terkait:

 

1. Siapa kontraktor yang memenangkan tender ini? Sebutkan nama perusahaan, alamat, dan nama pemiliknya secara terbuka. Jangan sembunyikan di balik nama lain.

2. Berapa nilai kontraknya? Berapa yang sudah dibayarkan hingga saat ini? Jika progres baru 15 persen, apakah pembayaran juga baru 15 persen — atau justru sudah dibayar lebih banyak?

3. Mengapa Said atau pihak yang selalu menang di Banyuwangi kembali terlibat? Apakah proses tender benar-benar terbuka dan kompetitif? Atau memang sudah diatur siapa yang akan menang sejak awal?

4. Siapa yang bertanggung jawab atas pengawasan harian? Apakah ada petugas yang rutin datang ke lokasi? Jika ada, bagaimana bisa proyek tertidur begitu lama tanpa ada yang bertindak?

5. Kapan tepatnya proyek ini akan selesai? Berikan tanggal pasti. Jika tidak bisa ditepati, berikan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum — bukan sekadar alasan klise.

 

Kepada Kontraktor Pelaksana:

 

“Kalian ambil pekerjaan ini, kalian dibayar oleh uang rakyat, maka selesaikan dengan benar. Kalau tidak mampu, mundur dan serahkan kepada pihak yang mau bekerja serius. Jangan biarkan rumput tumbuh lebih dulu daripada bangunan yang dibayari oleh pajak warga.”

 

 

 

🚨 PERINGATAN TERAKHIR DARI TIM INVESTIGASI & WARGA

 

“Kami tidak menuduh, tapi fakta di lapangan berbicara sendiri. Izin keluar Juni 2025, sekarang Oktober 2026 — progresnya 15 persen. Ini bukan keterlambatan, ini kelalaian yang mencurigakan.”

 

Jika dalam 14 hari kerja tidak ada penjelasan resmi, tidak ada percepatan kerja yang nyata, dan tidak ada pihak yang berani bertanggung jawab:

 

– ⚖️ Laporan lengkap beserta foto, dokumen, dan saksi akan diserahkan ke Inspektorat Kabupaten Banyuwangi, Kejaksaan Negeri Banyuwangi, serta KPK

– 📢 Kami akan mempublikasikan nama lengkap kontraktor, nilai kontrak, dan riwayat pemenang tender yang mencurigakan di seluruh media

– 🤝 Warga siap mengawal sampai ada yang dimintai pertanggungjawaban secara hukum

 

“Klinik ini bukan untuk pajangan. Ini kebutuhan warga Mekarharjo dan sekitarnya. Jangan main-main dengan kebutuhan kesehatan rakyat. Uang rakyat bukan untuk dibiarkan tertimbun rumput.” ucap warga setempat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *