Faktanews24.com | KOTA BEKASI – Halaman Kantor Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, dipadati warga pada Sabtu (18/07/2026). Mereka antusias menyaksikan Gelar Budaya Pertunjukan Wayang Golek yang dibawakan oleh Ki Dalang A’ oleh Endang Setia. Pertunjukan seni tradisional ini digelar dalam rangka memperingati Babaritan Sedekah Bumi, sebuah ritual adat tahunan yang rutin dilaksanakan setiap Bulan Sura.
Acara sakral ini dihadiri langsung oleh Camat Jatisampurna, Nata Wirya, S.Sos, M.Si., beserta jajaran Lurah se-Kecamatan Jatisampurna. Turut hadir menjaga kekhidmatan acara, para tokoh kasepuhan Kranggan, di antaranya Olot Abah Kisan, Olot Abah Gede (Aat), Abah Dahlan, dan Abah Nesan.
Dalam sambutannya, Camat Jatisampurna Nata Wirya menyampaikan bahwa esensi utama dari Babaritan ini adalah menjaga dan merawat warisan leluhur agar tidak punah ditelan zaman.
“Maksud dan tujuannya adalah untuk melestarikan adat budaya kita. Babaritan ini merupakan warisan leluhur yang di tempat lain mungkin sudah tidak ada. Alhamdulillah, Jatisampurna berkat Bapak-Bapak para tokoh, khususnya para sesepuh, masih kuat memegang adat istiadat kearifan lokal di wilayah Kranggan. Sampai hari ini, ini adalah suatu kebanggaan bagi kita semua,” ujar Nata Wirya.
Lebih lanjut, Nata Wirya juga membagikan kabar baik terkait pengakuan formal terhadap tradisi lokal ini. Dirinya menyebutkan bahwa eksistensi budaya Kranggan kini sudah sejajar dengan daerah-daerah penutur budaya kuat lainnya di Indonesia.
“Yang kedua dan menggembirakan juga, tradisi Babaritan Kranggan ini sudah ditetapkan oleh Bapak Gubernur pada saat itu, Pak Ridwan Kamil, sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb). Alhamdulillah sudah mendapat pengakuan resmi, sehingga acara ini tetap dilestarikan sampai saat ini seperti daerah-daerah lain di Yogyakarta. Wilayah Kranggan pun sekarang sudah mulai dikenal luas. Terbukti dengan banyaknya wisatawan dan peneliti yang datang ke rumah adat kasepuhan untuk mengetahui adat istiadat, tradisi budaya, maupun keunikan rumah panggung kita,” tambahnya.
Antusiasme tinggi juga dirasakan langsung oleh masyarakat yang memadati lokasi. Indra, salah seorang warga yang hadir di lokasi, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, kegiatan tahunan seperti ini menjadi sarana edukasi budaya yang sangat efektif bagi generasi sekarang.
“Saya sangat bersyukur ada acara Babaritan seperti ini. Melalui kegiatan ini, kita yang tinggal di sini jadi bisa lebih mengenal dan memahami budaya serta adat istiadat asli Kranggan yang ternyata sangat kaya nilai leluhur,” kata Indra di sela-sela acara.
Melalui Babaritan Sedekah Bumi, Kita Pererat Silaturahmi, Pererat Budaya, dan Wujud Rasa Syukur Atas Limpahan Nikmat Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik. Melalui momentum ini, seluruh elemen masyarakat Jatisampurna diharapkan dapat terus bersatu, bergotong-royong, serta konsisten menjaga identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.








