Berita Nasional

Operasi Zebra Semeru 2025 Resmi Dimulai di Pacitan: Ada Beberapa Target Prioritas, Pengendara Diminta Siap-Siap!

24
×

Operasi Zebra Semeru 2025 Resmi Dimulai di Pacitan: Ada Beberapa Target Prioritas, Pengendara Diminta Siap-Siap!

Sebarkan artikel ini
Img 20251118 Wa0072

Faktanews24.com – Pacitan, Kepolisian Resor Pacitan resmi mengibarkan bendera dimulainya Operasi Zebra Semeru 2025 pada Senin, 17 November 2025. Operasi tahunan yang digelar serentak di seluruh Indonesia ini akan berlangsung hingga 30 November 2025. Namun, ada sesuatu yang berbeda tahun ini Polres Pacitan mengungkap 8 target khusus yang menjadi skala prioritas, dan masyarakat diminta benar-benar memperhatikan.

Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolres Pacitan menandai dimulainya operasi ini. Ratusan petugas dari berbagai unsur terlibat dalam upaya meminimalkan pelanggaran lalu lintas menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 yang diprediksi akan memicu lonjakan mobilitas masyarakat.

Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, menegaskan bahwa operasi tahun ini tak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga edukasi besar-besaran.

“Operasi ini bukan semata soal menilang. Ini momentum besar untuk membentuk budaya tertib berlalu lintas di Pacitan,” ujarnya.

Namun di balik ajakan edukatif tersebut, Polres juga menyiapkan langkah tegas. Ada delapan kategori pelanggaran yang menjadi target khusus dalam Operasi Zebra Semeru 2025. Beberapa di antaranya bahkan disebut sebagai pelanggaran yang paling sering menimbulkan kecelakaan di Pacitan.

Target Prioritas Operasi Zebra Semeru 2025

1. Pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara
Salah satu penyebab terbesar kecelakaan karena hilang konsentrasi.

2. Pengendara ranmor di bawah umur
Catatan kecelakaan melibatkan anak masih cukup tinggi.

3. Berboncengan lebih dari satu orang
Terutama pada sepeda motor, sangat berisiko di jalan sempit Pacitan.

4. Pengendara motor tanpa helm SNI dan pengemudi mobil tanpa sabuk pengaman
Bentuk pelanggaran klasik yang tetap banyak ditemukan.

5. Pengemudi dalam pengaruh alkohol
Polres menegaskan zero tolerance.

6. Melawan arus lalu lintas
Perilaku yang sudah sering memakan korban.

7. Melebihi batas kecepatan
Banyak jalan turunan dan tikungan Pacitan dinilai rawan kecelakaan.

8. Kendaraan Over Dimension dan Over Loading (ODOL)
Tidak hanya membahayakan, tetapi juga merusak infrastruktur jalan.

Masyarakat Diminta Bersiap

Dalam imbauannya, AKBP Ayub meminta masyarakat memastikan kelengkapan kendaraan dan dokumen berkendara.

“Tertib berlalu lintas adalah bentuk perlindungan terhadap diri sendiri dan orang lain. Ini bukan hanya soal aturan, tapi soal keselamatan,” tegasnya.

Polres Pacitan juga menekankan penggunaan helm SNI, sabuk pengaman, larangan knalpot brong, dan kepatuhan terhadap rambu lalu lintas. Penggunaan ponsel saat berkendara menjadi sorotan utama karena berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.

Selain penindakan langsung, Polres Pacitan menyiapkan pendekatan penegakan hukum elektronik untuk beberapa titik tertentu. Kamera pengawas akan membantu merekam pelanggaran tanpa harus menunggu keberadaan petugas di lapangan.

Operasi ini juga disebut sebagai pemanasan menjelang Operasi Lilin Semeru 2025, di mana arus kendaraan diperkirakan meningkat tajam pada momen liburan.

Operasi Zebra Semeru 2025 bertujuan menciptakan Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat. Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di akhir tahun, disiplin berlalu lintas menjadi kebutuhan mutlak.

Satu pesan penutup dari Kapolres Pacitan layak direnungkan:

“Mari kita dukung Operasi Zebra Semeru 2025. Keselamatan adalah tanggung jawab kita semua,” Pungkasnya.

Dengan banyaknya target prioritas dan pola operasi yang lebih modern, publik Pacitan pun dibuat penasaran:

Apakah operasi tahun ini benar-benar bisa menekan angka kecelakaan? Ataukah justru akan membuka fakta baru tentang kedisiplinan pengendara di Pacitan? Yuk Kita lihat bersama selama dua pekan ke depan.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno