Pemasok Batubara PLN, Black Out Cluster Jambi?
Jambi, faktanews24,com– Sebanyak 20 perusahaan batu bara yang beroperasi di Provinsi Jambi tercatat sebagai pemasok batu bara untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PLN Group dan PLTU IPP.
IPP adalah Independent Power Producer atau Produsen Listrik Swasta, yaitu perusahaan swasta yang memproduksi dan menjual listrik kepada PLN.
Berdasarkan surat penugasan Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor B-1839 /MB.05/DBB.OP/2023 tertanggal 2 Desember 2023 yang diperoleh, didapati deretan perusahaan tambang batu bara di Provinsi Jambi pemasok bagi PLN.
Dalam surat tersebut, diketahui perihal surat itu yakni pemenuhan pasokan batu bara untuk kelistrikan umum dan industri non kelistrikan tahun 2024-2026.
Berikut data perusahaan di Jambi yang jadi pemasok batu bara bagi PLN:
1.PT Batu Hitam Sukses
2.PT Batu Hitam Jaya
3.PT Dinar Kalimantan Coal
4.PT Hutamas Kuado
5.PT Jambi Prima Coal
6.PT Minimex Indonesia
7.PT Sarolangun Bara Prima
8.PT Sarolangun Prima Coal
9.PT Surya Anugerah Sejahtera
10.PT Tebo Agung International
11.PT Tebo Prima
12.PT Bumi Bara Makmur Mandiri
13.PT Bumi Indo Power
14.PT Daya Bambu Sejahtera
15.PT Triadat Quantum
16.PT Alam Semesta Sukses Batubara
17.PT Marga Perkasa
18.PT Inti Bara Nusa Lima
19.PT Sinar Gunung Mole
20.PT Kamalindo Sompurna
Perusahaan-perusahaan ini memasok batu bara untuk kebutuhan PLTU PLN dan PLTU IPP dengan total mencapai sebanyak 3 juta metrik ton.
Dari 20 perusahaan tersebut terdapat PT BBMM, perusahaan pertambangan milik Ade Erlangga dan Yanti (Ade Yanti) yang masuk dalam pemasok PLN. Anehnya lagi PT BBMM dan perusahaan lainnya bisa masuk sebagai pemasok batu bara PLTU PLN tidak sesuai dengan GAR (ARB) yang ditetapkan PLN yakni batas minimum 4000.
PT BBMM tercatat GAR (ARB) nya hanya 3200-3400 sama hal nya dengan 20 perusahaan yang pemasok batu bara untuk PLTU PLN. Hampir semua perusahaan angka GAR (ARB) hanya 3800 atau tidak memenuhi syarat.
Untuk diketahui, 20 perusahaan ini disebut masuk dalam kasus BlackOut Batu Bara Sumatera dan dikabarkan terseret dalam kasus Mantan Jampidsus Febri Adriansyah yang saat ini terus bergulir.
(*)












