Lupa ingata Kasus PT BBMM Hingga Pemilik Kuasai Proyek Besar di Jambi
Jambi, faktanews24,com– Kasus PT Bumi Bara Makmur Mandiri (BBMM) di Jambi dikabarkan hingga saat ini masih misteri. Terdapat dua kasus dari perusahaan pertambangan yang dipimpin Ade Erlangga dan Yanti tersebut.
PT BBMM berpusat pada dua masalah utama: dugaan manipulasi data produksi yang menyebabkan potensi kerugian negara dari tunggakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga puluhan miliar rupiah, serta masalah lingkungan terkait kolam bekas tambang batu bara di Koto Boyo yang belum direklamasi.
Berikut adalah rincian permasalahan yang menjerat PT BBMM:
1. Dugaan Manipulasi Data dan Tunggakan NegaraPT BBMM, yang beroperasi di Desa Koto Boyo, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batang Hari, diduga melakukan manipulasi data produksi batu bara.
Hal ini dilakukan untuk menghindari kewajiban pembayaran PNBP dan PPN. Total tunggakan pembayaran negara akibat praktik tersebut ditaksir mencapai angka fantastis antara Rp 40 hingga 80 miliar.
2. Pelanggaran Lingkungan (Kasus Kolam Bekas Tambang)Selain masalah pajak, perusahaan ini berurusan dengan aparat penegak hukum terkait kerusakan lingkungan akibat aktivitas penambangan.
Perusahaan dilaporkan tidak melakukan reklamasi (pemulihan lingkungan pascatambang), meninggalkan kolam raksasa bekas galian tambang yang membahayakan.
Terkait hal ini, Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi pernah melakukan pemanggilan terhadap pihak manajemen PT BBMM untuk dimintai keterangan, termasuk kepada Kepala Teknik Tambang (KTT) dan Direktur Utama perusahaan.
Nama AE dan Y juga disebut masuk dalam pusaran kasus Mantan Jampidsus Febri Adriansyah.
Terbaru, PT BBMM belum melunasi tunggakan PNPB hingga Rp80 miliar ke pemerintah. Selain itu big bos dari PT BBMM AE dan Y disebut sebagai salah satu pengusaha atau kontraktor yang melakukan monopoli pada kegiatan besar di Jambi.
Seperti pembangunan Gedung Bank 9 Jambi di Bungo dan Gedung Bank plat merah tersebut di kantor pusat dikawasan Telanaipura, Kota Jambi. Pembangunan Gedung Bank Jambi di Telanaipura, sempat menjadi sorotan publik. Karena pekerjaan sempat mangkrak.
Selain itu, nama AE dan Y juga disebut sebagai orang yang dekat dengan penguasa daerah seperti Gubernur Jambi dan sejumlah pimpinan DPRD di Jambi. AE dan Y dikabarkan sebagai pemodal besar saat acara besar Pemprov Jambi, contohnya acara HUT Jambi.
AE dan Y disebut penyedia modal saat artis ibu kota menghibur masyarakat Jambi pada rangkaian HUT Provinsi Jambi beberapa tahun terakhir.
Sedikit informasi, AE dan Y dikenal sebagai pengusaha muda sukses yang memiliki kediaman pribadinya yang megah di kawasan Kota Baru, Kota Jambi.
Siapakah AE dan Y sebenarnya??












