Faktanews24.com – Indramayu – Ratusan petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Indramayu berkumpul di Lapangan Bola Voli Desa Druntenkulon, Kecamatan Gabuswetan, Selasa (14/10/2025), dalam ajang Gebyar Panen Bertani yang diselenggarakan Yayasan Edufarmers dengan dukungan Benih Berkah Berseri (BBB). Acara bertema “Bertani untuk Negeri” ini bukan sekadar lomba, melainkan gerakan bersama untuk membangun kesadaran baru di kalangan petani agar mampu beradaptasi dengan teknologi, efisiensi, dan manajemen pertanian modern.
Sebanyak 14 kelompok tani berpartisipasi dalam kompetisi, dan 6 kelompok di antaranya memberikan testimoni hasil pendampingan Edufarmers. Dari mereka, muncul beragam cerita tentang perubahan cara berpikir dan pola kerja petani yang lebih produktif dan berdaya saing.
“Sebelumnya kami hanya tahu menanam dan memanen. Tapi lewat program Edufarmers, kami jadi belajar menghitung biaya, menekan pengeluaran, dan memaksimalkan hasil panen,” ujar Leman, petani asal Desa Kedungdawa. Sementara Sudirman dari Babakanjaya menilai, meski bahan aktif pupuk sama, hasil produk dari BBB terbukti lebih baik dan efisien.
Kepala Desa Druntenkulon, Adi Sucipto, S.Si, dalam sambutannya menekankan pentingnya sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi lokal. Ia mengungkapkan, 77 persen wilayah Druntenkulon merupakan lahan pertanian produktif dengan luas total 700 hektare, di mana tiga dari empat jalan usaha tani telah dicor beton.
“Kami menjadikan pembangunan irigasi dan jalan usaha tani sebagai prioritas utama. Harapan kami, pemerintah tetap menjaga stabilitas harga hasil panen agar petani tidak rugi di musim panen raya,” tegasnya.
Perwakilan DKPP Indramayu, Heri, menambahkan, Indramayu memiliki lahan pertanian terluas di Indonesia mencapai 126 ribu hektare. “Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan nasional. Kami berkomitmen mendukung inovasi pertanian agar produktivitas meningkat tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Sementara Camat Gabuswetan, Suminta, mengingatkan pentingnya proses belajar sepanjang hayat bagi petani. “Petani sejati tidak pernah berhenti belajar, karena setiap musim membawa tantangan baru. Saya sendiri berasal dari keluarga petani, dan ingin terjun langsung belajar bersama bapak-ibu sekalian,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Acara tersebut turut dihadiri berbagai pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan sektor pertanian, mulai dari kelompok tani dan penyuluh pertanian lapangan, hingga perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu.
Tampak hadir pula Kepala Desa Druntenkulon Adi Sucipto, Camat Gabuswetan Suminta, Kapolsek Gabuswetan IPTU H. Karnadi, S.H, serta perwakilan perusahaan sponsor Benih Berkah Berseri (BBB) yang mendukung penuh kegiatan edukatif ini.
Selain itu, aparat keamanan dari Polsek Gabuswetan serta tokoh masyarakat dan perangkat desa ikut menyemarakkan kegiatan yang menjadi ajang silaturahmi dan berbagi pengetahuan antarpetani tersebut. Gebyar Panen Bertani menjadi momentum penting bahwa kemajuan pertanian bukan hanya tentang hasil panen, tetapi juga tentang pengetahuan, kolaborasi, dan semangat untuk terus tumbuh bersama negeri.









