Info Purwakarta

Belajar dari 11 Kali WTP, BAZNAS Bandung Sambangi Purwakarta: Audit

×

Belajar dari 11 Kali WTP, BAZNAS Bandung Sambangi Purwakarta: Audit

Sebarkan artikel ini
IMG 20260914

 

PURWAKARTA Fakta news, 24.com Pengelolaan zakat tidak hanya berbicara tentang seberapa besar dana yang berhasil dihimpun, tetapi juga bagaimana setiap rupiah dikelola secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Semangat itulah yang menjadi salah satu agenda dalam kunjungan silaturahmi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung ke BAZNAS Kabupaten Purwakarta, Senin (14/9/2026).

Rombongan BAZNAS Kabupaten Bandung dipimpin Wakil Ketua III H. Dudi Abdul Hadi bersama Wakil Ketua IV H. Sarnapi. Mereka diterima jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Purwakarta di kantor yang berada di Jalan A. Yani, Purwakarta.

Dari BAZNAS Kabupaten Purwakarta hadir Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Drs. Edwar Syah, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Andri Hendrawan, Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Perencanaan H. Saparudin, S.Fil.I., M.M.Pd., serta Wakil Ketua IV Bidang SDM dan Administrasi Yudi Sirojudin.

Yang menarik, agenda silaturahmi tersebut tidak berhenti pada seremoni kelembagaan. Manajemen keuangan dan proses audit menjadi salah satu perhatian utama BAZNAS Kabupaten Bandung.

H. Dudi Abdul Hadi mengungkapkan, pihaknya datang ke Purwakarta untuk menggali pengalaman dalam pengelolaan manajemen keuangan, khususnya terkait proses audit akuntan publik.

Menurutnya, BAZNAS Kabupaten Purwakarta memiliki pengalaman panjang dalam mempertahankan tata kelola keuangan yang dinilai baik. Salah satu indikatornya adalah raihan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang disebut telah diperoleh sebanyak 11 kali.

“Karena BAZNAS Kabupaten Purwakarta sudah 11 kali mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Alhamdulillah BAZNAS Kabupaten Bandung juga sudah beberapa kali memperoleh predikat WTP dari kantor akuntan publik,” ujar Dudi.

Bagi BAZNAS Bandung, pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang penting untuk dipelajari, terutama menyangkut bagaimana proses administrasi dan kesiapan laporan keuangan dilakukan sehingga audit dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.

Dudi bahkan menyoroti kecepatan BAZNAS Kabupaten Purwakarta dalam menyelesaikan proses audit.

“Tiap Januari ternyata BAZNAS Kabupaten Purwakarta sudah mendapatkan predikat WTP dari kantor akuntan publik,” katanya.

Regulasi Zakat Belum Berjalan Efektif

Di sisi lain, pertemuan tersebut juga membuka ruang pembahasan mengenai regulasi pengelolaan zakat di tingkat daerah.

Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Purwakarta, Andri Hendrawan, menjelaskan bahwa Kabupaten Purwakarta telah memiliki sejumlah regulasi yang berkaitan dengan pengelolaan zakat, mulai dari Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Bupati hingga surat edaran bupati.

Namun, menurut Andri, keberadaan regulasi tersebut belum sepenuhnya dapat diimplementasikan secara efektif.

“Namun Perda tentang Pengelolaan Zakat sampai sekarang belum bisa berjalan dengan efektif karena alasannya di tingkat Provinsi belum ada Perda Pengelolaan Zakat,” ungkapnya.

Persoalan ini menjadi catatan penting. Sebab, penguatan tata kelola zakat tidak cukup hanya dengan keberadaan regulasi di atas kertas. Sinkronisasi kebijakan antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan lembaga pengelola zakat menjadi bagian penting agar aturan yang telah dibuat benar-benar dapat memberikan dampak terhadap optimalisasi penghimpunan dan pendistribusian zakat.

Silaturahmi BAZNAS Kabupaten Bandung dan BAZNAS Kabupaten Purwakarta pun menjadi momentum berbagi pengalaman kelembagaan—mulai dari pengelolaan keuangan, audit, administrasi hingga penguatan regulasi.

Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pengelolaan dana pzakat yang semakin transparan, pengalaman BAZNAS Purwakarta dalam mempertahankan opini WTP sekaligus proses audit yang cepat menjadi salah satu praktik tata kelola yang menarik untuk dipelajari.

Pada akhirnya, keberhasilan pengelolaan zakat bukan hanya diukur dari angka penghimpunan, tetapi juga dari seberapa kuat kepercayaan publik dibangun melalui tata kelola yang transparan, tertib, dan dapat diaudit.

 

Abdullah

Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG 20260223 104821
Pembelajaran Ramadhan di SDN 2 Bunder Purwakarta Menggabungkan Ilmu, Akak dan Cinta LingkunganPembelajaran Ramadhan di SDN 2 Bunder Purwakarta: Menggabungkan Ilmu, Akhlak, dan Cinta Lingkungan PURWAKARTA, Fakta News 24, 23 FEBRUARI 2026 – SDN 2 Bunder yang terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, resmi memulai rangkaian pembelajaran khusus dalam bulan suci Ramadhan pada hari Senin kemarin. Program ini dirancang secara komprehensif untuk tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik siswa, tetapi juga menguatkan berbagai aspek pendidikan karakter seperti ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhlak yang baik, jiwa kepemimpinan, serta kesadaran akan pentingnya kepedulian sosial dan lingkungan. Kegiatan ini sejalan dengan pedoman dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menyelenggarakan proses belajar mengajar yang nyaman dan produktif bagi peserta didik yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kepala Sekolah Hj. Eli Herlina, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa bulan Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk membentuk pribadi siswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki nilai-nilai yang luhur. “Kami mengemas pembelajaran dengan tema Ramadhan yang mengkombinasikan ajaran agama, pembentukan karakter, dan pemahaman tentang pentingnya menjaga alam. Tujuan kami adalah menghasilkan generasi yang kuat dalam iman, memiliki akhlak yang mulia, mampu memimpin, dan peduli terhadap sesama serta lingkungan sekitar,” ungkapnya. Sesuai dengan arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, jam belajar di sekolah telah disesuaikan. Sebelumnya, kelas rendah belajar selama 5 jam dan kelas tinggi 7 jam, namun kini seluruh jenjang belajar hanya selama 4 jam dengan jadwal pulang lebih awal. Materi pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku, dengan penambahan konten keagamaan pada setiap awal kegiatan belajar. Selain kegiatan belajar reguler, sekolah akan menggelar program khusus “Masantren di Sekolah” mulai tanggal 13 hingga 27 Maret 2026. Kegiatan ini tidak hanya dipimpin oleh guru Pendidikan Agama Islam, melainkan melibatkan seluruh tenaga pendidik untuk memberikan pembelajaran tentang akidah, akhlak, Al-Quran Hadis, Sejarah Islam, serta keterampilan baca tulis Al-Quran. Selain itu, akan diterapkan konsep “pesantren ekologi” melalui Program Tatanén di Balé Atikan (TDBA), yang merupakan kegiatan bercocok tanam berbasis lingkungan untuk menanamkan kesadaran ekologis pada siswa. Program ini selaras dengan penghargaan yang telah diraih sekolah sebagai lembaga “bersih dan hijau” yang telah mendapatkan verval dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. “Menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan akhlak mulia. Melalui aktivitas seperti menjaga kebersihan kelas, menghemat penggunaan air, merawat tanaman di sekolah, serta memahami hubungan antara ibadah dengan pelestarian alam, kami ingin siswa menyadari bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tambah Hj. Eli Herlina. Untuk memotivasi siswa, sekolah juga mengangkat prestasi yang pernah diraih oleh beberapa siswanya. Menurut Wawan Taupik Ridwan, S.Pd.I, Guru PAI, antara lain Muhammad Syahrul yang meraih juara lomba Hibdil Quran tingkat kecamatan tahun lalu, Muhammad Gilang kelas 5 yang berhasil meraih juara satu Taekwondo tingkat Jawa Barat dan berbagai prestasi dalam cabang olahraga renang. Selain itu, Keisha Diza Anabel pernah meraih juara satu nasional karate tahun 2022 dan juara tiga tahun 2023, serta aktif menjadi perwakilan sekolah dalam pertunjukan tari Jaipong. Meskipun telah menunjukkan prestasi yang membanggakan, sekolah menghadapi tantangan terkait keterbatasan jumlah guru dan ruang belajar. Kondisi geografis sekolah yang berada di daerah padat dengan banyak penduduk baru membuat sekolah harus menerima semua anak yang memasuki usia wajib sekolah. Akibatnya, beberapa ruangan belum dapat digunakan karena pertimbangan keamanan, sehingga pembelajaran dilakukan secara bergantian pada sesi pagi dan siang hari. “Kendala terkait guru dan ruang belajar memang menjadi tantangan bagi kami, namun kami tidak akan menyerah untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan layak bagi setiap anak. Kami berharap dapat mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar masalah ini dapat segera teratasi,” pungkas Hj. Eli Herlina. Alex skj
Info Purwakarta

  PURWAKARTA, Fakta News 24, 23 FEBRUARI 2026…

IMG 20260204 WA0078zyaDKpC
Bupati Purwakarta Om Zein Resmikan Jalan Alternatif Rancadarah – Gurudug dan Diberi Nama Jalan KDM Purwakarta – Ada kabar gembira bagi warga Kabupaten Purwakarta. Pasalnya, saat ini jalan alternatif penghubung Rancadarah-Gurudug yang melintasi Desa Salammulya dan Desa Gurudug, Kecamatan Pondoksalam, telah selesai dibangun oleh Pemkab Purwakarta. Rabu, 4 Februari 2026, Bupati Purwakarta Om Zein memimpin aksi ngosrek sekaligus tanam pohon di ruas jalan baru tersebut. Jalan yang kini mulus itu, panjangnya mencapai 5 kilometer. “Alhamdulillah, warga bisa melintasi jalan alternatif penghubung Rancadarah dan Gurudug ini,” ujar Om Zein, melalui unggahan media sosial resminya. Dalam kesempatan ini, Om Zein menyebutkan jalan baru itu ditanami pohon berbuah di kanan dan kirinya. Tak tanggung-tanggung, pohon yang ditanamnya sebanyak 1.000 batang. Tak hanya itu, Om Zein meresmikan jalan tersebut dan diberi nama menjadi jalan KDM atau Kang Dedi Mulyadi. Pasalnya, ide dan gagasan pembangunan jalan ini muncul saat KDM menjadi Bupati Purwakarta. Namun, pembangunannya baru bisa direalisasikan di era kepemimpinan Om Zein. Karenanya, jalan tersebut diberi nama Jalan KDM. Saat ini, jalan yang pemandangannya sangat indah dan udaranya sejuk tersebut, sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Seperti untuk jogging, jalan santai, fun run. “Bahkan, jika ada event fun run 5k bisa dilakukan di jalan ini. Karena, fasilitasnya mendukung,” ujar Om Zein. Dengan adanya jalan alternatif ini, diharapkan bisa mempermudah mobilitas warga. Terutama, yang dari Wanayasa ingin ke arah kota Purwakarta. (Abdullah)
Info Purwakarta

  Purwakarta  Fakta News 24,  Ada kabar gembira…