Info Purwakarta

Malam Puncak Muktamar NU ke-35, GP Ansor Campaka “Kirim Doa” dari Purwakarta: Bukan Sekadar Maulid, Ada Pesan untuk Masa Depan NU

×

Malam Puncak Muktamar NU ke-35, GP Ansor Campaka “Kirim Doa” dari Purwakarta: Bukan Sekadar Maulid, Ada Pesan untuk Masa Depan NU

Sebarkan artikel ini
IMG 20260831 WA0064

Malam Puncak Muktamar NU ke-35, GP An

 

PURWAKARTA Faktanews24,com

Ada cara berbeda yang dilakukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, dalam menyikapi momentum Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.

Saat perhatian warga Nahdliyin tertuju ke Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu malam, 30 Agustus 2026, GP Ansor Campaka justru menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa bersama di Majelis Ta’lim An-Nur Cijakum.

Kegiatan itu bukan sekadar agenda keagamaan rutin. Di balik lantunan shalawat dan doa, terselip pesan kuat: masa depan NU tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin, tetapi juga oleh arah khidmah organisasi setelah Muktamar.

Dari Campaka, doa dipanjatkan agar Muktamar NU ke-35 berjalan aman, tertib, lancar, dan mampu menghasilkan keputusan yang benar-benar berpihak pada kepentingan jam’iyah serta kemaslahatan umat.

PAC GP Ansor Campaka dipimpin Sahabat Salman Alfaritsi sebagai Ketua dan Sahabat Dede Mohammad Zaenal Alim, S.Com sebagai Sekretaris. Bersama jajaran pengurus dan kader, mereka mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai ruang memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus memperkokoh ukhuwah.

Doa Campaka, Harapan untuk PBNU

Pesan yang muncul dari kegiatan tersebut cukup jelas. Muktamar NU jangan berhenti pada persoalan kontestasi dan pergantian kepemimpinan.

Lebih jauh, Muktamar diharapkan mampu menjawab tantangan besar organisasi: bagaimana NU tetap solid, kritis, mandiri, dan konsisten menjalankan khidmah untuk umat serta bangsa.

Para jamaah mendoakan agar kepemimpinan PBNU ke depan mampu menjaga marwah organisasi, memiliki loyalitas terhadap jam’iyah, berani bersikap kritis terhadap berbagai persoalan, namun tetap mengedepankan kebijaksanaan dan kemaslahatan.

Dengan kata lain, kursi kepemimpinan bukan tujuan akhir. Yang jauh lebih penting adalah ke mana NU akan dibawa setelah Muktamar.

Ulama, Ansor, Banser hingga Pemuda Berkumpul

Kegiatan yang berlangsung di kawasan perbatasan Desa Cijaya dan Desa Cikumpay itu dihadiri berbagai unsur masyarakat.

Hadir Camat Campaka Dikky Sukmawijaya, S.IP., M.KP., serta unsur Kapolsek Campaka.

Dari jajaran NU hadir Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Campaka KH. Lukmanul Hakim, S.Ag., Ketua Rijalul Ansor PC Kabupaten Purwakarta KH. Aang Firman Algifary, S.Pd., Ketua Rijalul Ansor Kecamatan Campaka Sahabat Alfian Nurdin, S.Ag., serta Ketua Muslimat NU Kecamatan Campaka Hj. Ika Ningsih, S.Pd.

Sementara jajaran Banser hadir di bawah komando Ketua Satkoryon Banser Kecamatan Campaka Sahabat Uci Sanusi bersama pasukannya.

Kegiatan juga melibatkan GP Ansor, Banser, badan otonom NU, para asatidz, pemuda dan masyarakat. Sejumlah komunitas pemuda seperti Tracker Purwakarta, Dungus Trail, dan Putra Fajar PC turut hadir.

“Jalur Langit” di Tengah Dinamika Muktamar

Istilah “jalur langit” menjadi menarik dalam kegiatan tersebut.

Ketika proses Muktamar berlangsung dengan segala dinamika organisasi, GP Ansor Campaka memilih memperkuat sisi spiritual dengan doa bersama.

Pesannya sederhana, tetapi sarat makna: ikhtiar organisasi harus berjalan beriringan dengan doa.

Para jamaah berharap Muktamar NU ke-35 tidak hanya menghasilkan struktur kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan arah organisasi yang semakin jelas dan mampu menjawab kebutuhan umat.

NU diharapkan tetap menjadi rumah besar yang mampu merawat perbedaan, menjaga ukhuwah, memperkuat nilai kebangsaan, serta berdiri bersama masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan.

Dari Campaka untuk NU dan Indonesia

Momentum Maulid Nabi sekaligus doa bersama tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan NU bukan semata-mata berada pada struktur organisasi.

Kekuatan NU juga bertumpu pada ulama, kader, pesantren, pemuda, Banser, badan otonom, dan jutaan warga Nahdliyin yang menjaga tradisi serta nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Karena itu, harapan yang disampaikan dari Campaka memiliki pesan yang lebih luas: siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah memimpin NU, kepentingan organisasi dan kemaslahatan umat harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan pribadi.

Muktamar adalah momentum menentukan arah. Kepemimpinan adalah amanah. Dan khidmah kepada umat adalah ukuran akhirnya.

Dari Majelis Ta’lim An-Nur Cijakum, GP Ansor Campaka mengirimkan doa: semoga Muktamar NU ke-35 tidak hanya sukses secara forum, tetapi juga sukses melahirkan arah baru yang memperkuat NU, menjaga ukhuwah, dan memberi manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Karena pada akhirnya, yang akan dinilai bukan hanya siapa yang duduk di kursi kepemimpinan NU, tetapi apa yang dilakukan setelah amanah itu berada di tangan mereka.

 

Abdullah

Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG 20260223 104821
Pembelajaran Ramadhan di SDN 2 Bunder Purwakarta Menggabungkan Ilmu, Akak dan Cinta LingkunganPembelajaran Ramadhan di SDN 2 Bunder Purwakarta: Menggabungkan Ilmu, Akhlak, dan Cinta Lingkungan PURWAKARTA, Fakta News 24, 23 FEBRUARI 2026 – SDN 2 Bunder yang terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, resmi memulai rangkaian pembelajaran khusus dalam bulan suci Ramadhan pada hari Senin kemarin. Program ini dirancang secara komprehensif untuk tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik siswa, tetapi juga menguatkan berbagai aspek pendidikan karakter seperti ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhlak yang baik, jiwa kepemimpinan, serta kesadaran akan pentingnya kepedulian sosial dan lingkungan. Kegiatan ini sejalan dengan pedoman dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menyelenggarakan proses belajar mengajar yang nyaman dan produktif bagi peserta didik yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kepala Sekolah Hj. Eli Herlina, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa bulan Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk membentuk pribadi siswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki nilai-nilai yang luhur. “Kami mengemas pembelajaran dengan tema Ramadhan yang mengkombinasikan ajaran agama, pembentukan karakter, dan pemahaman tentang pentingnya menjaga alam. Tujuan kami adalah menghasilkan generasi yang kuat dalam iman, memiliki akhlak yang mulia, mampu memimpin, dan peduli terhadap sesama serta lingkungan sekitar,” ungkapnya. Sesuai dengan arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, jam belajar di sekolah telah disesuaikan. Sebelumnya, kelas rendah belajar selama 5 jam dan kelas tinggi 7 jam, namun kini seluruh jenjang belajar hanya selama 4 jam dengan jadwal pulang lebih awal. Materi pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku, dengan penambahan konten keagamaan pada setiap awal kegiatan belajar. Selain kegiatan belajar reguler, sekolah akan menggelar program khusus “Masantren di Sekolah” mulai tanggal 13 hingga 27 Maret 2026. Kegiatan ini tidak hanya dipimpin oleh guru Pendidikan Agama Islam, melainkan melibatkan seluruh tenaga pendidik untuk memberikan pembelajaran tentang akidah, akhlak, Al-Quran Hadis, Sejarah Islam, serta keterampilan baca tulis Al-Quran. Selain itu, akan diterapkan konsep “pesantren ekologi” melalui Program Tatanén di Balé Atikan (TDBA), yang merupakan kegiatan bercocok tanam berbasis lingkungan untuk menanamkan kesadaran ekologis pada siswa. Program ini selaras dengan penghargaan yang telah diraih sekolah sebagai lembaga “bersih dan hijau” yang telah mendapatkan verval dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. “Menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan akhlak mulia. Melalui aktivitas seperti menjaga kebersihan kelas, menghemat penggunaan air, merawat tanaman di sekolah, serta memahami hubungan antara ibadah dengan pelestarian alam, kami ingin siswa menyadari bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tambah Hj. Eli Herlina. Untuk memotivasi siswa, sekolah juga mengangkat prestasi yang pernah diraih oleh beberapa siswanya. Menurut Wawan Taupik Ridwan, S.Pd.I, Guru PAI, antara lain Muhammad Syahrul yang meraih juara lomba Hibdil Quran tingkat kecamatan tahun lalu, Muhammad Gilang kelas 5 yang berhasil meraih juara satu Taekwondo tingkat Jawa Barat dan berbagai prestasi dalam cabang olahraga renang. Selain itu, Keisha Diza Anabel pernah meraih juara satu nasional karate tahun 2022 dan juara tiga tahun 2023, serta aktif menjadi perwakilan sekolah dalam pertunjukan tari Jaipong. Meskipun telah menunjukkan prestasi yang membanggakan, sekolah menghadapi tantangan terkait keterbatasan jumlah guru dan ruang belajar. Kondisi geografis sekolah yang berada di daerah padat dengan banyak penduduk baru membuat sekolah harus menerima semua anak yang memasuki usia wajib sekolah. Akibatnya, beberapa ruangan belum dapat digunakan karena pertimbangan keamanan, sehingga pembelajaran dilakukan secara bergantian pada sesi pagi dan siang hari. “Kendala terkait guru dan ruang belajar memang menjadi tantangan bagi kami, namun kami tidak akan menyerah untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan layak bagi setiap anak. Kami berharap dapat mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar masalah ini dapat segera teratasi,” pungkas Hj. Eli Herlina. Alex skj
Info Purwakarta

  PURWAKARTA, Fakta News 24, 23 FEBRUARI 2026…

IMG 20260204 WA0078zyaDKpC
Bupati Purwakarta Om Zein Resmikan Jalan Alternatif Rancadarah – Gurudug dan Diberi Nama Jalan KDM Purwakarta – Ada kabar gembira bagi warga Kabupaten Purwakarta. Pasalnya, saat ini jalan alternatif penghubung Rancadarah-Gurudug yang melintasi Desa Salammulya dan Desa Gurudug, Kecamatan Pondoksalam, telah selesai dibangun oleh Pemkab Purwakarta. Rabu, 4 Februari 2026, Bupati Purwakarta Om Zein memimpin aksi ngosrek sekaligus tanam pohon di ruas jalan baru tersebut. Jalan yang kini mulus itu, panjangnya mencapai 5 kilometer. “Alhamdulillah, warga bisa melintasi jalan alternatif penghubung Rancadarah dan Gurudug ini,” ujar Om Zein, melalui unggahan media sosial resminya. Dalam kesempatan ini, Om Zein menyebutkan jalan baru itu ditanami pohon berbuah di kanan dan kirinya. Tak tanggung-tanggung, pohon yang ditanamnya sebanyak 1.000 batang. Tak hanya itu, Om Zein meresmikan jalan tersebut dan diberi nama menjadi jalan KDM atau Kang Dedi Mulyadi. Pasalnya, ide dan gagasan pembangunan jalan ini muncul saat KDM menjadi Bupati Purwakarta. Namun, pembangunannya baru bisa direalisasikan di era kepemimpinan Om Zein. Karenanya, jalan tersebut diberi nama Jalan KDM. Saat ini, jalan yang pemandangannya sangat indah dan udaranya sejuk tersebut, sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Seperti untuk jogging, jalan santai, fun run. “Bahkan, jika ada event fun run 5k bisa dilakukan di jalan ini. Karena, fasilitasnya mendukung,” ujar Om Zein. Dengan adanya jalan alternatif ini, diharapkan bisa mempermudah mobilitas warga. Terutama, yang dari Wanayasa ingin ke arah kota Purwakarta. (Abdullah)
Info Purwakarta

  Purwakarta  Fakta News 24,  Ada kabar gembira…