Serba-serbi

“Nona Merauke” Tampil di Festival Kali Maro 2026, Bawa Beras Lokal Premium Merauke ke Panggung UMKM

×

“Nona Merauke” Tampil di Festival Kali Maro 2026, Bawa Beras Lokal Premium Merauke ke Panggung UMKM

Sebarkan artikel ini
Papua 1

Merauke, Papua Selatan. Faktanews24.com — Beras lokal premium “Nona Merauke” turut diperkenalkan kepada masyarakat dalam Festival Kali Maro 2026 yang berlangsung pada 1–5 Oktober 2026 di Pantai Arafura, Desa Urum, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Produk beras tersebut dipamerkan oleh Tim 5 Ekspedisi Patriot IPB University dalam rangkaian pameran UMKM yang menjadi salah satu bagian dari festival tahunan tersebut. Kehadiran “Nona Merauke” menjadi menarik karena produk beras tersebut tercatat sebagai satu-satunya produk beras yang dipamerkan dalam rangkaian pameran UMKM Festival Kali Maro 2026.

Festival Kali Maro tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat yang digelar Pemerintah Kabupaten Merauke bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Yayasan Kali Maro Bangkit. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang digagas Kementerian Pariwisata dan termasuk dalam 125 event KEN tahun 2026.

Selama lima hari penyelenggaraan, kawasan festival dipenuhi berbagai kegiatan seni, budaya, olahraga tradisional, serta pameran produk UMKM masyarakat. Beragam produk lokal ditampilkan, mulai dari makanan olahan hingga produk kreatif dan hasil usaha masyarakat.

papua 3

Di tengah keragaman produk tersebut, Tim 5 Ekspedisi Patriot IPB University membawa “Nona Merauke” sebagai salah satu contoh pengembangan komoditas pertanian lokal menjadi produk yang memiliki identitas dan nilai tambah.

Ketua Tim 5 Ekspedisi Patriot IPB University, Dr. Doni Sahat Tua Manalu, S.E., M.Si., mengatakan kehadiran Nona Merauke di Festival Kali Maro menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi beras lokal Merauke kepada masyarakat yang lebih luas.

“Selama ini orang mungkin lebih mengenal Merauke sebagai salah satu sentra produksi padi. Melalui “Nona Merauke”, kita ingin menunjukkan bahwa hasil produksi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki identitas, kualitas, dan nilai tambah,” ujarnya.

Menurut Doni, festival seperti Kali Maro memiliki arti penting bagi pengembangan produk lokal karena memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan calon konsumen.

“Ini bukan hanya soal memajang produk. Ketika masyarakat bisa melihat, mengenal, dan membeli langsung, kita sedang membangun hubungan antara produk lokal dengan konsumennya,” katanya.

Membuka Akses Pasar Beras Lokal

Koordinator Lapangan Tim 5 Ekspedisi Patriot IPB University, Doki Efendi, M.Si., mengatakan keikutsertaan “Nona Merauke” juga diarahkan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk beras lokal.

Menurutnya, kualitas produk perlu diikuti dengan kemampuan membangun pasar dan jaringan usaha yang berkelanjutan.

“Produk yang bagus tetap membutuhkan ruang untuk dikenal. Festival seperti ini memberikan kesempatan kepada “Nona Merauke” untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan melihat bagaimana respons konsumen terhadap produk yang kita tawarkan,” tuturnya.

Doki menilai pengembangan pasar merupakan bagian penting dalam memperkuat kelembagaan ekonomi padi. Dengan adanya pasar yang jelas, hubungan antara petani, penggilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU), pengelola usaha, hingga konsumen dapat dibangun secara lebih terstruktur.

“Harapannya, “Nona Merauke” tidak berhenti sebagai produk yang dipamerkan di festival. Dari sini harus muncul jaringan pasar dan hubungan usaha yang bisa terus dikembangkan,” jelasnya.

Festival Perkuat Promosi Produk Lokal

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Festival Kali Maro, Isayas Balagaise, mengatakan Festival Kali Maro 2026 menghadirkan berbagai kegiatan yang menggabungkan unsur budaya, olahraga tradisional, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

papua 2

Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain drama yang mengangkat sejarah kedatangan misionaris pertama di Merauke, tarian lokal, panahan, dayung tradisional, serta pameran berbagai produk olahan masyarakat.

Menurut Isayas, keberagaman kegiatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan dalam satu ruang kolaborasi.

“Festival ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi berbagai stakeholder untuk meningkatkan persatuan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan UMKM,” ujarnya.

Keikutsertaan “Nona Merauke” dalam Festival Kali Maro 2026 menunjukkan bahwa komoditas pertanian lokal memiliki peluang untuk masuk ke dalam ekosistem pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi produk UMKM.

Lebih dari sekadar memperkenalkan sebuah merek beras, kehadiran “Nona Merauke” juga menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan rantai nilai komoditas padi di Merauke, mulai dari produksi petani, pengolahan, pengemasan, pemasaran hingga konsumen.

Melalui momentum Festival Kali Maro 2026, “Nona Merauke” diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu produk beras lokal premium dari Merauke sekaligus membuka peluang terbentuknya jaringan pasar dan kemitraan usaha yang lebih luas di Papua Selatan.

 

DSTM/BHB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *