Info Jawa Timur

Kades Kemiri Wiji Semakin Terperangkap: Bagian dari Sindikat Penipuan Malang‑Blitar, Komitmen Lapor ke Pemerintah & Kepolisian

×

Kades Kemiri Wiji Semakin Terperangkap: Bagian dari Sindikat Penipuan Malang‑Blitar, Komitmen Lapor ke Pemerintah & Kepolisian

Sebarkan artikel ini
IMG 20260906 WA0003

QQMALANG // FN24

Sikap arogan dan teror yang dilakukan Wiji, Kepala Desa Kemiri (Kecamatan Kepanjen), makin terbongkar seutuhnya. Tak hanya berusaha membungkam media, kini terungkap hubungannya dengan jaring sindikat penipuan dan penggelapan kendaraan lintas wilayah Malang‑Blitar, berjalan seirama dengan kasus serupa yang pelakunya sudah mendekam di penjara. Saksi‑saksi nyata, korban berinisial S, H, I, R, bahkan teman dekatnya berinisial J mulai berani angkat bicara meski identitas dilindungi.

 

✅ Kebenaran Terungkap Mulai dari Lingkaran Paling Dalam

Sumber terpercaya yang dulunya dekat dengan Wiji mengungkap pola kerja rahasia, cara mengelabui pihak lain hingga menghilangkan jejak kendaraan. Keterangannya selaras sempurna dengan bukti yang dikumpulkan dari pihak luar.

 

✅ Ganti Nomor Tetap Sifat Intimidasi Tak Berubah

Selain nomor teror yang terekam jelas (+62 813‑5801‑7998), Wiji diduga menggunakan jalur komunikasi lain untuk memaki dan menantang fisik. Ini bukti nyata ketidakmampuan menjawab fakta, malah menghambat tugas pers dan menghindari tanggung jawab hukum.

 

✅ Terbukti Satu Benang Merah Sindikat Malang‑Blitar

Modus operandi berulang persis: menyewa atau menerima kendaraan → digadaikan tanpa hak → dihilangkan dan tak pernah dikembalikan. Terhubung jaringan yang sama dengan kasus wilayah Blitar yang pelaku utamanya sudah divonis hukuman berat. Korban‑korban kini bersatu merapikan bukti lengkap.

 

✅ Komitmen Tegas: Terus Mencari Fakta & Lapor ke Puncak Lembaga

Tim investigasi menegaskan sikap bulat:

 

Kami tak akan berhenti mencari kebenaran sampai tuntas. Seluruh bukti, rekaman teror, keterangan saksi dan fakta dugaan keterlibatan sindikat akan kami susun rapi untuk dilaporkan secara resmi dan lengkap langsung kepada Bupati Malang serta Kepala Polres Malang.

 

Intimidasi justru memperkuat tekad dan menambah keseriusan kasus ini. Semua pihak berharap kedua lembaga segera menindaklanjuti dengan pemeriksaan mendalam dan adil tanpa pandang bulu.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *