Info Cirebon

Kolaborasi Kuwu Beberan & Keduanan: Tanam Cabe Setan untuk Dukung Ketahanan Pangan

×

Kolaborasi Kuwu Beberan & Keduanan: Tanam Cabe Setan untuk Dukung Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
IMG 20250706 073822

Faktanews24.com
CIREBON — Dalam mendukung program unggulan Presiden Prabowo terkait Ketahanan Pangan Nasional, dua kepala desa (kuwu) di Kabupaten Cirebon, yakni Kuwu Isyadi dari Desa Beberan, Kecamatan Palimanan, dan Kuwu Dr. Sanusi, M.Pd. dari Desa Keduanan, Kecamatan Depok, berkolaborasi mengembangkan tanaman cabe setan sebagai komoditas unggulan desa.

Program ini memanfaatkan lahan tidur atau tidak produktif menjadi lahan pertanian yang menghasilkan. Kuwu Isyadi menyediakan bibit cabe setan, sementara Kuwu Sanusi mengelola lahan dan para petani di wilayah Desa Keduanan.

IMG 20250706 073754

Cabe setan dipilih karena masa panennya yang singkat dan produktif. Tanaman ini dapat mulai dipanen pada usia 2,5 bulan dan selanjutnya bisa dipanen setiap minggu hingga 7-8 kali panen, dengan usia produktif mencapai 4-5 bulan.

Sabtu, 5 Juli 2025, Kuwu Sanusi menjelaskan bahwa pembiayaan program ini bersumber dari Dana Desa sebesar Rp 200 juta yang telah dimusyawarahkan melalui Musdes, sesuai arahan Kementerian Desa Tertinggal. Dana tersebut dialokasikan untuk sektor pertanian (70%), peternakan (20%), dan perikanan (10%), dengan pengelolaan melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

“Kolaborasi ini melibatkan PPL dari Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon. Kami optimistis penanaman cabe setan ini akan menunjang ketahanan pangan dan swasembada pertanian, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa,” ujar Sanusi.

Selain itu, Desa Keduanan juga terus mengembangkan potensi menjadi desa mandiri, tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga dalam aspek sosial, kesehatan, dan pendidikan. Saat ini, fasilitas pendidikan di Keduanan sudah lengkap mulai dari SD, SMP, SMA hingga pondok pesantren.

Kuwu Isyadi menambahkan, keberhasilan panen cabe setan sangat bergantung pada perawatan yang baik. Dengan perawatan maksimal, panen bisa berlangsung setiap minggu hingga mencapai 8 atau 9 kali panen.

“Intinya, ini adalah upaya nyata kami di tingkat desa untuk mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, sejalan dengan program nasional,” tutup Isyadi.

Syahril

Loading

Syahriel