Faktanews24.com –Subang – Libur Tahun Baru 2026 menjadi ruang kebersamaan yang dimanfaatkan Keluarga Dirjan untuk sejenak keluar dari rutinitas harian. Pada Minggu (4/1/2026), mereka memilih Lembur Pakuan, Desa Sukasari Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang, kawasan bernuansa pedesaan yang dikenal sebagai tempat tinggal Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Hamparan pesawahan hijau yang membentang luas, berpadu dengan udara sejuk khas pedesaan, menjadikan Lembur Pakuan sebagai ruang rehat bagi banyak keluarga dari berbagai daerah. Pantauan di lokasi menunjukkan arus pengunjung terus berdatangan sejak pagi hari, mulai dari anak-anak, orang tua, hingga lansia, untuk menikmati ketenangan alam yang jauh dari kebisingan kota.
Di kawasan ini, pengunjung tidak disuguhi wahana modern ataupun hiburan buatan. Justru kesederhanaan lanskap desa menjadi daya tarik utama. Banyak pengunjung terlihat berjalan santai menyusuri pematang sawah, bercengkerama sambil mengabadikan momen, serta menikmati suasana pedesaan yang kini semakin jarang dijumpai di wilayah perkotaan.
Dirjan menuturkan, kunjungan tersebut bukan semata-mata untuk berwisata, melainkan juga sebagai sarana edukasi keluarga. “Kami ingin anak-anak merasakan langsung suasana desa, melihat sawah, menghirup udara segar, dan belajar menghargai alam,” ujarnya.
Bagi sebagian pengunjung, Lembur Pakuan bukan sekadar destinasi liburan, tetapi ruang refleksi. Suasana yang tenang memberi kesempatan untuk memperlambat langkah, mempererat ikatan keluarga, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
Petugas keamanan setempat menjelaskan, kawasan Lembur Pakuan dibuka untuk umum hanya pada hari Sabtu dan Minggu. Pada hari biasa, area tersebut tidak diperkenankan untuk kunjungan wisata.
Guna memberikan rasa aman dan nyaman, di lokasi juga disiagakan tim kesehatan lengkap dengan mobil ambulans yang dibuka untuk layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Denyut ekonomi warga pun turut terasa. Sepanjang jalan, pedagang UMKM berjejer menawarkan beragam produk, mulai dari lauk pauk, makanan ringan, hingga pernak-pernik cendera mata. Salah satu kuliner yang paling diminati pengunjung adalah sate maranggi. Usai menikmati keindahan pesawahan, banyak pengunjung memilih singgah untuk mencicipi sajian khas tersebut.
Warga setempat berharap, meningkatnya kunjungan wisatawan dapat membawa manfaat ekonomi secara berkelanjutan tanpa mengubah karakter alami Lembur Pakuan. Mereka juga mengajak pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan ketenangan kawasan.
Di tengah euforia libur akhir tahun, Lembur Pakuan menghadirkan pesan sederhana namun bermakna: kebahagiaan tidak selalu lahir dari kemewahan, melainkan dari kebersamaan, alam yang terjaga, dan ruang sunyi untuk kembali menyatu dengan kehidupan.












