langsa

Kota Langsa Tampilkan Pesona Budaya Pesisir Timur Aceh pada Karnaval Rakernas XVIII APEKSI 2026

×

Kota Langsa Tampilkan Pesona Budaya Pesisir Timur Aceh pada Karnaval Rakernas XVIII APEKSI 2026

Sebarkan artikel ini
IMG 20260703 WA0050

Kota Langsa Tampilkan Pesona Budaya Pesisir Timur Aceh pada Karnaval Rakernas XVIII APEKSI 2026

Faktanews24.com-Medan – Kota Langsa kembali mencuri perhatian pada panggung nasional dengan menampilkan pesona budaya pesisir timur Aceh dalam Karnaval Budaya yang menjadi rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI 2026, Kamis (2/7/2026) malam.

Sepanjang Jalan Pemuda hingga Lapangan Merdeka, kawasan Kesawan, Medan, ribuan masyarakat memadati jalur karnaval untuk menyaksikan parade budaya dari seluruh kota anggota APEKSI. Di antara berbagai penampilan yang memukau, kontingen Kota Langsa tampil memikat dengan mengangkat harmoni keberagaman budaya yang menjadi identitas daerah.

Kontingen Kota Langsa dipimpin langsung oleh Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, bersama Ketua TP PKK Kota Langsa, Ny. Devi Jeffry Sentana. Balutan busana adat dan atraksi budaya yang ditampilkan merefleksikan keberagaman suku, budaya, dan tradisi yang hidup berdampingan dalam semangat persatuan di Kota Langsa.

Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, mengatakan keikutsertaan Kota Langsa dalam Karnaval Budaya bukan sekadar menampilkan kekayaan seni dan tradisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada masyarakat Indonesia.

“Kota Langsa merupakan miniatur keberagaman di pesisir timur Aceh. Beragam suku, budaya, bahasa, dan tradisi hidup berdampingan secara harmonis, menjadi kekuatan yang memperkaya identitas daerah kami. Melalui Karnaval Budaya ini, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal Kota Langsa, menikmati keindahan budayanya, serta melihat berbagai potensi yang kami miliki,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain dikenal sebagai kota dengan kekayaan budaya dan destinasi wisata yang terus berkembang, Kota Langsa juga tumbuh sebagai Kota Jasa dan Kota Pendidikan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, pelayanan, dan pengembangan sumber daya manusia di wilayah timur Aceh.

Menurutnya, Rakernas APEKSI tidak hanya menjadi forum strategis bagi para kepala daerah dalam membahas pembangunan perkotaan, tetapi juga menjadi panggung bersama untuk mempromosikan budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, serta produk-produk unggulan dari masing-masing daerah.

“Kami ingin Kota Langsa semakin dikenal sebagai kota yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh keramahan. Melalui momentum ini, kami berharap terjalin kerja sama yang semakin luas antardaerah, meningkatnya kunjungan wisatawan, tumbuhnya investasi, serta semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap potensi Kota Langsa sebagai kota yang maju dan berdaya saing,” tambahnya.

Partisipasi Kota Langsa dalam Karnaval Budaya Rakernas XVIII APEKSI 2026 menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Langsa dalam melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat citra daerah di tingkat nasional. Keberagaman yang dimiliki tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga menjadi kekuatan untuk membangun Kota Langsa yang maju, harmonis, dan berdaya saing di masa depan.[M.Amin.M.H]

Sumber Diskominfo Langsa

M.Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG 20260622 WA0009D3GfzV6
Sat Reskrim Polres Langsa Ungkap Dugaan Pencurian Granit RS Regional, Kerugian Ditaksir Rp1,5 Miliar LANGSA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Langsa mengungkap kasus dugaan pencurian dengan pemberatan yang terjadi di proyek pembangunan Rumah Sakit Regional Aceh yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Desa Pondok Kelapa, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa. Dalam kasus ini, sejumlah orang telah diamankan dan kini tengah menjalani proses hukum. Kasus tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/438/VI/2026/SPKT/POLRES LANGSA/POLDA ACEH tanggal 21 Juni 2026 terkait tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 KUHP. Kapolres Langsa AKBP Mughi Prasetyo Habrianto, S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Fachmi Suciandy, S.H., saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (22/6/2026), menjelaskan bahwa peristiwa tersebut diketahui setelah adanya laporan mengenai hilangnya material granit yang telah terpasang di gedung rumah sakit milik Pemerintah Aceh tersebut. “Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Sejumlah orang yang diduga terlibat telah diamankan untuk dimintai keterangan guna mengungkap secara menyeluruh rangkaian tindak pidana yang terjadi,” ujar AKP Fachmi. Berawal dari Informasi Pihak Kepolisian Menurut keterangan pelapor, peristiwa tersebut pertama kali diketahui pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu pelapor, Budi Darmawan, mendapat informasi dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Langsa, Vivi Handayani, SKM., M.Kes., yang menyampaikan bahwa pihak Kepolisian Polres Langsa telah mengamankan beberapa orang yang diduga melakukan pencurian di area Rumah Sakit Regional Aceh. Informasi awal menyebutkan bahwa barang yang dicuri berupa granit lantai yang sebelumnya telah dipasang pada lantai satu, lantai dua, dan lantai tiga gedung rumah sakit tersebut. Mendapat informasi tersebut, pelapor yang mewakili pihak Dinas Kesehatan Aceh langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sejumlah granit yang telah terpasang memang telah dibongkar dan hilang dari tempatnya. Temuan tersebut kemudian dilaporkan secara resmi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Langsa untuk dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Kerugian Negara Mencapai Rp1,5 Miliar Akibat peristiwa tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh sebagai pihak yang dirugikan diperkirakan mengalami kerugian material mencapai sekitar Rp1.500.000.000 (satu miliar lima ratus juta rupiah). Nilai kerugian yang cukup besar tersebut berasal dari granit yang telah terpasang sebagai bagian dari pembangunan fasilitas kesehatan strategis milik Pemerintah Aceh. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk menghitung secara pasti jumlah material yang hilang serta menelusuri kemungkinan adanya barang bukti lain yang berkaitan dengan kasus tersebut. Delapan Orang Diamankan Dalam pengungkapan kasus ini, polisi telah mengamankan delapan orang yang diduga terlibat. Mereka masing-masing berinisial: I (41), wiraswasta, M.I (28), buruh harian lepas, J.P.S (35), buruh harian lepas, A.P (38), buruh harian lepas, D.T (27), pelajar/mahasiswa, F.F (27), belum bekerja, F.I.S (41), buruh harian lepas,S.F (22), pelajar/mahasiswa. Para terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Langsa guna mengungkap peran masing-masing dalam dugaan tindak pidana tersebut. Diduga Dilakukan Secara Berkelompok Berdasarkan analisis awal penyidik, tindak pidana pencurian tersebut diduga dilakukan secara bersama-sama atau berkelompok. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam proses pembongkaran dan pengangkutan material granit dari lokasi rumah sakit. Selain itu, penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya serta bagaimana para pelaku dapat mengakses area bangunan yang menjadi lokasi pencurian. “Seluruh fakta hukum yang ditemukan di lapangan akan didalami. Penyidik juga akan mengumpulkan alat bukti tambahan guna memperkuat proses penegakan hukum,” kata AKP Fachmi. Penyidikan Terus Berlanjut Hingga saat ini, Satreskrim Polres Langsa masih melanjutkan proses penyidikan, termasuk pemeriksaan terhadap para terduga pelaku, pengumpulan keterangan saksi-saksi, serta pendalaman terhadap barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut. Polisi menegaskan bahwa penanganan perkara akan dilakukan secara profesional dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pengungkapan kasus ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum serta melindungi aset negara yang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat. Kasus dugaan pencurian material bangunan bernilai miliaran rupiah di Rumah Sakit Regional Aceh tersebut kini menjadi perhatian publik, mengingat rumah sakit tersebut merupakan salah satu fasilitas kesehatan penting yang dipersiapkan untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Aceh, khususnya wilayah timur provinsi tersebut.(*)
langsa

Sat Reskrim Polres Langsa Ungkap Dugaan Pencurian Granit…